Bamsoet Dukung Pengembangan Produksi Pesawat N219

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima direksi PT Dirgantara Indonesia, di Jakarta, Senin (4/7/22).

INFO NASIONAL - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung kinerja PT Dirgantara Indonesia di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Marsda TNI Gita Amperiawan yang terus menyempurnakan pengembangan pesawat N219 Nurtanio.

Pesawat N219 disebut mampu terbang dengan kecepatan maksimum 210 knot dan kecepatan terendah hingga 59 knot, dengan daya jelajah mencapai ketinggian 10.000 Ft serta jarak tempuh mencapai 828 NM (1.533 Km).

Cocok digunakan di negara kepulauan seperti Indonesia dan negara kawasan Asia Pasifik lainnya, untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, penyaluran bantuan bencana alam, hingga surveillance and patrolling.

"Saat ini tingkat komponen dalam negeri N219 sudah mencapai 44,69 persen. Sedang ditingkatkan agar dapat mencapai 70 persen. Dari mulai landing gear, avionics, sampai bahan baku pesawatnya dibuat oleh industri di dalam negeri. Pengembangannya sudah memasuki serangkaian uji terbang sebagai penyiapan untuk masuk ke pasar domestik dan internasional. Sekaligus penyiapan pengembangan pesawat N219 versi amphibi yang saat ini sudah memasuki tahapan detail design, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan prototyping and structure test, development flight test dan ditargetkan perolehan amendment type certificate (ATC)/sertifikasi amphibi di tahun 2024," ujar Bamsoet, Senin, 4 Juli 2022.

Ia melanjutkan, Harga jual N219 sangat kompetitif, sekitar US$ 6,8 juta atau Rp 97,24 miliar. Total pesanannya sudah mencapai ratusan unit. Bahkan pasar internasional seperti Nigeria, Cina dan Meksiko, sudah menyatakan ketertarikannya terhadap N219.

"Untuk meningkatkan kemampuan komersialisasi pesawat N219, seperti kemudahan pembiayaan bagi pembeli, perlu dukungan pembiayaan dari perbankan Indonesia maupun dengan skema leasing oleh perusahaan di Indonesia," kata Bamsoet.

Ia menegaskan, kemampuan PT Dirgantara Indonesia memproduksi pesawat terbang tidak perlu diragukan. Pada Juni lalu PT Dirgantara Indonesia telah menyerahkan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan dua unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission kepada Kementerian Pertahanan RI untuk dioperasikan oleh Skuadron 800 Puspenerbal TNI Angkatan Laut.

"Di pasar internasional, antara tahun 1978 hingga 2019, PT Dirgantara Indonesia telah mengirimkan sekitar 10 unit pesawat buatannya ke Thailand. Antara lain, lima unit NC212 untuk keperluan pertanian yang dipesan oleh Department of Royal Rainmaking, dua unit CN235-200 serta satu unit CN235-200M pesanan Royal Thai Police untuk alat transportasi militer, serta dua unit NC212i pesanan Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC)," kata Bamsoet.

Ia mengabarkan, pendiri sekaligus pemilik Black Stone Airline Cargo, Raffles Global Angkasa Group (RGA) juga menyatakan ketertarikan untuk ikut memiliki CN235-220 dengan pintu belakang (ramp door) untuk angkutan kargo antarpulau kapasitas 5,2 ton.

Pada akhir 2021, PT Dirgantara Indonesia juga telah sukses melakukan uji terbang pesawat perdana CN235-220 Flying Test Bed dari Bandung ke Jakarta. Menggunakan bahan bakar campuran minyak inti sawit 2,4 persen, dengan nama produk Bioavtur J2.4.

"Menjadi terobosan baru bagi Indonesia dalam meningkatkan kontribusi biofuel di sektor transportasi udara dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Sebagaimana pengembangan N219, pengembangan bioavtur ini juga harus terus didukung dan dikawal, agar bisa berjalan sukses," kata dia. (*)






Bamsoet Berikan Pembekalan Umum Rapim TNI-Polri

7 jam lalu

Bamsoet Berikan Pembekalan Umum Rapim TNI-Polri

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengajak para peserta Rapat Pimpinan TNI-Polri 2023 agar siap menghadapi berbagai tantangan dunia digital.


Pandangan tentang Independensi BPJS dalam RUU Kesehatan

7 jam lalu

Pandangan tentang Independensi BPJS dalam RUU Kesehatan

PP Muhammadiyah beserta 7 organisasi mengeluarkan catatan kritis terkait RUU Kesehatan.


Gus Jazil Bangun Masjid di Komplek Ponpes Modern Sunanul Muhtadin

8 jam lalu

Gus Jazil Bangun Masjid di Komplek Ponpes Modern Sunanul Muhtadin

Masjid ini akan menjadi tempat untuk berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.


Rapim TNI-Polri 2023, Bamsoet Tekankan Pentingnya Haluan Negara

8 jam lalu

Rapim TNI-Polri 2023, Bamsoet Tekankan Pentingnya Haluan Negara

Haluan negara berguna untuk kesinambungan pembangunan, transformasi ekonomi, pertahanan dan keamanan dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045.


Bamsoet Sampaikan Dukacita Musibah Gempa Bumi di Turki

8 jam lalu

Bamsoet Sampaikan Dukacita Musibah Gempa Bumi di Turki

Sekitar 4 WNI terluka dan kini dalam pengobatan di rumah sakit, serta 5 WNI dilaporkan hilang


Catatan Bamsoet: Menyoal Endapan Dana Pemda

8 jam lalu

Catatan Bamsoet: Menyoal Endapan Dana Pemda

Bamsoet menyoroti besarnya endapan dana hingga ratusan milyar rupiah yang mestinya dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah bangsa.


Komisi VII DPR Apresiasi PLN Dalam Upaya Menjaga Pasokan Energi Primer

9 jam lalu

Komisi VII DPR Apresiasi PLN Dalam Upaya Menjaga Pasokan Energi Primer

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dan jajarannya menghasilkan tujuh butir kesimpulan.


Baleg Setuju RUU Kesehatan Disahkan Jadi Inisiatif DPR

9 jam lalu

Baleg Setuju RUU Kesehatan Disahkan Jadi Inisiatif DPR

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyetujui RUU Kesehatan menjadi inisiatif DPR.


Bamsoet Apresiasi Kiprah Mohammad Khoush Heikal Azad di Indonesia

9 jam lalu

Bamsoet Apresiasi Kiprah Mohammad Khoush Heikal Azad di Indonesia

Bamsoet berharap, duta besar penggantinya juga bisa tetap aktif menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholders di Indonesia


Ketua MPR RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

10 jam lalu

Ketua MPR RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Kementerian ESDM melaporkan, potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp.