Kisah Kesaksian Soeharto di Balik Kudeta 3 Juli 1946

Sukarno dan Soeharto

TEMPO.CO, Jakarta -Tepat Hari ini, 76 tahun silam atau 4 Juli 1946, untuk kali pertama terjadi upaya kudeta di Indonesia dan Letkol Soeharto ditugasi menangkap otaknya.

Pelakunya adalah Mayor Jenderal Soedarsono, bersama Tan Malaka, Achmad Soebardjo, dan Sukarni. Para tokoh pergerakan Persatuan Perjuangan ini merasa tak puas akan kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Ketidakpuasan atas Perdana Menteri Sutan Sjahrir

Sebelum upaya kudeta terjadi, pada 27 Juni 1946, Sutan Sjahrir dan sejumlah anggota kabinet diculik di Solo oleh orang yang tak dikenal. Belakangan diketahui bahwa dalang dibalik penculikan itu adalah Mayor Jenderal (Mayjen) Soedarsono.

Mayjen Soedarsono memerintahkan Komandan batalyon penjaga kota A.K. Yusuf untuk menculik Sjahrir. Robert Elson dalam buku “Soeharto: Sebuah Biografi Politik” menyebut ada restu Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam aksi penculikan Sjahrir. Kala itu Soedarsono memang satu kubu dengan Tan Malaka.

Presiden Sukarno dalam pidatonya pada 28 Juni 1946 menyatakan negara sedang dalam keadaan bahaya. Sehingga seluruh kekuasaan pemerintah diserahkan kembali kepada Presiden Republik Indonesia. Lewat Radio, Soekarno juga mendesak agar Sjahrir dibebaskan. Para penculik menuruti perintah Sukarno. Sjahrir dibebaskan dari sandera.

Pemerintah kemudian berusaha menangkap Soedarsono, dengan memberikan perintah kepada Soeharto yang saat itu masih Letnan Kolonel atau Letkol.

Soeharto dalam bukunya, “Soeharto: Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya” mengungkapkan terjadi ketegangan pada 2 Juli 1946. Utusan Istana, Sundjojo, datang ke Markas Resimen III Wiyoro membawa pesan penangkapan Soedarsono dari Sukarno untuk Soeharto.

“Dari Sundjojo saya memperoleh penjelasan mengenai keadaan negara, yang sedang terancam oleh perebutan kekuasaan di mana Mayor Jenderal Soedarsono terlibat, dan saya diperintahkan menangkapnya,” kata Soeharto.

Mayjen Soedarsono kala itu adalah atasan Soeharto. Soeharto mengambil keputusan mengembalikan surat perintah tersebut. Dia meminta agar surat itu diberikan secara hierarki lewat Panglima Besar Jenderal Soedirman. Karena penolakannya itu, Soeharto disebut sebagai “Opsir Koppig” alias Opsir Keras Kepala. Sejumlah pihak menilai tindakan Soeharto ini, meminta penugasan melalui hirarki, telah menyelamatkan upaya kudeta yang pertama.

Setelah menerima surat perintah itu, Soeharto menghadap Soedarsono. “Saya tidak melaporkan bahwa ada perintah untuk menangkap, tetapi yang saya laporkan ialah adanya informasi tentang Lasykar Pejuang yang belum jelas, yang akan menculik Mayor Jenderal Soedarsono. Dengan demikian, keselamatan beliau terancam,” kata Soeharto dalam buku biografinya yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH.

Soeharto menyarankan untuk sementara Soedarsono pindah ke Resimen III Wiyoro bersamanya. Sebab Resimen tersebut sudah dalam keadaan siaga penuh menghadapi segala kemungkinan. Soedarsono setuju, menjelang Magrib ia tiba di Markas Resimen III Wiyoro tanpa pengawal. Ketika keluar dari mobil, dia menunjukkan surat telegram dari Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang isinya menyebutkan dirinya harus menghadap segera.

“Saya tidak dapat berbuat apa-apa kecuali memberikan pengawalan dengan satu peleton berkendaraan truk,” ujar Soeharto.

Soeharto kemudian menerima telepon dari Jenderal Soedirman...






MK Thailand Tolak Gugatan Oposisi, Prayuth Chan-ocha Kembali Jadi PM

7 jam lalu

MK Thailand Tolak Gugatan Oposisi, Prayuth Chan-ocha Kembali Jadi PM

Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha tidak melanggar batas masa kerja delapan tahun di jabatan itu


Tentara Turun ke Jalan, Ada Kudeta di Burkina Faso?

9 jam lalu

Tentara Turun ke Jalan, Ada Kudeta di Burkina Faso?

Tembakan keras terdengar dari kamp militer utama dan beberapa daerah pemukiman di ibukota Burkina Faso, diduga karena ada kudeta


Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

9 jam lalu

Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

Banyak buku yang diterbitkan dalam beragam versi membahas peristiwa G30S. Di antara buku itu ada Gestapu 65 PKI, Sjam, Bung Karno Nawaksara dan G30S.


Pemeran Film Pengkhianatan G30S/PKI: Amoroso Katamsi, Umar Kayam, Syu'bah Asa, Ade Irawan hingga Wawan Wanisar

12 jam lalu

Pemeran Film Pengkhianatan G30S/PKI: Amoroso Katamsi, Umar Kayam, Syu'bah Asa, Ade Irawan hingga Wawan Wanisar

Film Pengkhianatan G30S/PKI mulai tayang 1984, dengan biaya produksi Rp 800 juta kala itu. Pemeran film 270 menit ini dari aktor, sastrawan, budayawan


Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

2 hari lalu

Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

Presiden China Xi Jinping tampil di hadapan publik untuk pertama kali sejak kembali dari Asia tengah. Beredar rumor sebelumnya Xi Jinping dikudeta.


Mengenal Giorgia Meloni, Kandidat Kuat Perdana Menteri Italia Baru

2 hari lalu

Mengenal Giorgia Meloni, Kandidat Kuat Perdana Menteri Italia Baru

Di usia remaja, Giorgia Meloni aktivis sayap pemuda Gerakan Sosial Italia (MSI), yang dibentuk oleh pendukung diktator fasis Benito Mussolini


Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

3 hari lalu

Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

Pemakaman Kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memicu reaksi publik sampai ada yang bakar diri sebagai bentuk protes.


Intrik Dewan Jenderal 1965: Menilik Lagi Pengakuan Kolonel Latief

4 hari lalu

Intrik Dewan Jenderal 1965: Menilik Lagi Pengakuan Kolonel Latief

Sebelumnya, sebagaimana pernah diungkap Kolonel Latief, PKI kepada Presiden Sukarno melaporkan, adanya para jenderal diyakini sebagai Dewan Jenderal.


5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

4 hari lalu

5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

G30S menjadi salah satu peristiwa kelam perjalanan bangsa ini. Berikut situasi-situasi menjadi penyebab peristiwa itu, termasuk dampak setelah G30S.


Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

4 hari lalu

Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

Berita Top 3 Dunia Ahad 25 September 2022 diawali oleh publikasi foto kuburan Ratu Rlizabeth II di kapel Kerajaan, Windsdor