ICW Minta Dewas KPK Jatuhkan Sanksi Pengunduran Diri ke Lili Pintauli

Reporter

Editor

Amirullah

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar berada dalam Mobil usai Sidang Etik di Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021. Dewan Pengawas KPK menjatuhkan sanksi berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama12 bulan. ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch meminta Dewan Pengawas menjatuhkan sanksi berat ke Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Lili Pintauli Siregar. Sanksi berat itu berupa permintaan pengunduran diri.

“ICW mendesak Dewan Pengawas untuk menjatuhkan sanksi berat berupa permintaan penguduran diri terhadap Lili,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Sabtu, 2 Juli 2022.

Kurnia mengatakan jika Lili menolak mengundurkan diri, maka Dewas bisa mengirimkan surat rekomendasi pemberhentia ke Presiden Joko Widodo. Menurut Kurnia, pengiriman surat itu sesuai dengan Pasal 32 ayat (1) huruf c jo ayat (4) UU Nomor 19 Tahun 2019 terkait kewenangan Presiden untuk memberhentikan Pimpinan KPK dengan alasan melakukan perbuatan tercela.

“Adapun perbuatan tercela yang dimaksud dibuktikan dengan putusan sidang etik Lili,” kata Kurnia.

Menurut Kurnia, isu pengunduran Lili tak bisa menjadi alasan untuk menghentikan sidang etik. Dia berpendapat sidang itu masih bisa dilanjutkan walaupun Lili mengajukan pengunduran diri lebih dulu. Dia mengatakan dugaan pelanggaran etik penerimaan tiket MotoGP Mandalika dan akomodasi itu memiliki dimensi pidana, yaitu suap atau gratifikasi.

“Jadi, sekali pun Ia mengundurkan diri, proses hukum tidak akan berhenti,” kata dia.

Kasus ini bermula dari laporan yang diterima Dewas KPK pada awal tahun ini. Merujuk pada laporan itu, Lili dan 10 orang dalam rombongan mendapatkan tiket MotoGP Mandalika selama tiga hari pada 18-20 Maret 2022. Harga tiket itu Rp 2,82 juta per orang.

Lili juga dilaporkan menerima fasilitas menginap di Amber Lombok Beach Resort selama sepekan 16-22 Maret 2022. Tarif kamar itu dibanderol Rp 3-5 juta per malam. Proses pemesanan tiket dan kamar hotel itu disebut melalui Mitra Tours and Travel, cucu perusahaan PT Pertamina. Mitra Tours kemudian mengirimkan tagihan tiket dan akomodasi itu ke pejabat Pertamina. Pertamina diduga yang membayar tagihan tersebut. Tempo mengirimkan surat permintaan konfirmasi ke Mitra Tours sejak April lalu, namun belum dibalas hingga sekarang. Begitupun Lili belum meberikan komentar apapun mengenai kasus ini.

Kabar pengunduran diri Lili Pintauli dari posisi Wakil Ketua KPK berhembus seiring dengan keputusan Dewan Pengawas menaikkan status penanganan perkara ini ke tahap sidang etik. Dewan Pengawas akan melaksanakan sidang pertama pada Selasa, 5 Juli 2022.

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan Lili belum mengkonfirmasi tentang pengunduran dirinya. “Informasi yang kami peroleh sampai dengan saat ini, Pimpinan KPK Ibu Lili Pintauli Siregar belum mengonfirmasi perihal tersebut,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 1 Juli 2022.

Ali mengatakan Lili masih menjalankan tugasnya sebagai pimpinan KPK. Dia mengatakan Lili juga masih mengikuti agenda penugasan untuk beberapa waktu ke depan. “Masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya serta agenda-agenda penugasan lainnya untuk beberapa waktu ke depan,” kata dia.

Ali mengatakan KPK mendukung proses penegakan etik terhadap Lili Pintauli yang sedang berlangsung di Dewan Pengawas KPK. Dia mengatakan penegakan kode etik merupakan bagian dari pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pimpinan Ogah Tangani Kasus Lili Pintauli, IM57: KPK Pernah Tangani Robin Pattuju

27 hari lalu

Pimpinan Ogah Tangani Kasus Lili Pintauli, IM57: KPK Pernah Tangani Robin Pattuju

Kata Praswad, keengganan KPK menangani kasus Lili Pintauli merupakan bentuk dari sikap lembaga yang enggan melakukan pembenahan internal.


KPK Sebut Tak Bisa Tangani Kasus Gratifikasi Lili Pintauli

29 hari lalu

KPK Sebut Tak Bisa Tangani Kasus Gratifikasi Lili Pintauli

Dewas KPK menggugurkan sidang etik Lili Pintauli. Menyerahkan penanganan kasus selanjutnya kepada pimpinan KPK.


ICW Sayangkan Keputusan Jokowi Kabulkan Pengunduran Diri Lili Pintauli

35 hari lalu

ICW Sayangkan Keputusan Jokowi Kabulkan Pengunduran Diri Lili Pintauli

Pembuktian dugaan gratifikasi dan tindak penyuapan oleh Lili Pintauli dianggap makin sulit.


ICW Gelar Aksi Penyerahan Balsem Masuk Angin kepada Dewan Pengawas KPK

35 hari lalu

ICW Gelar Aksi Penyerahan Balsem Masuk Angin kepada Dewan Pengawas KPK

ICW menggelar aksi protes terhadap putusan Dewan Pengawas KPK. Aksi hanya dihadiri kurang dari lima orang dan satu orang sebagai aktor teatrikal.


ICW Menilai Pengguguran Sidang Etik Lili Pintauli Siregar Janggal

35 hari lalu

ICW Menilai Pengguguran Sidang Etik Lili Pintauli Siregar Janggal

ICW menganggap janggal pengguguran sidang etik Lili Pintauli Siregar. Aparat dituntut aktif mengusut dugaan tindak pidana korupsi oleh Lili.


Lili Pintauli Mundur, KPK: Kegiatan dan Program Kerja Tetap Berjalan Normal

35 hari lalu

Lili Pintauli Mundur, KPK: Kegiatan dan Program Kerja Tetap Berjalan Normal

KPK menyatakan kegiatan dan program kerja tetap berjalan normal meskipun salah satu pimpinannya, Lili Pintauli Siregar, telah mundur sejak Senin


ICW Desak Dewas KPK Berikan Bukti Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli ke Polisi atau Jaksa

36 hari lalu

ICW Desak Dewas KPK Berikan Bukti Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli ke Polisi atau Jaksa

ICW mendorong agar Dewas KPK segera melaporkan dan menyerahkan bukti dugaan gratifikasi Lili Pintauli itu ke aparat penegak hukum.


KPK Anggap Tepat Keputusan Dewas Gugurkan Sidang Etik Lili Pintauli

37 hari lalu

KPK Anggap Tepat Keputusan Dewas Gugurkan Sidang Etik Lili Pintauli

Ali mengatakan ketika sudah mundur sebagai pimpinan KPK, maka Lili Pintauli bukan lagi menjadi subjek persidangan.


DPR Belum Terima Nama Pengganti Lili Pintauli Siregar, Bambang Pacul: Kami Tak Akan Kejar Presiden Jokowi

38 hari lalu

DPR Belum Terima Nama Pengganti Lili Pintauli Siregar, Bambang Pacul: Kami Tak Akan Kejar Presiden Jokowi

Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto menyatakan lembaganya belum menerima surat presiden terkait nama pengganti Komisioner KPK yang mengundurkan diri, Lili Pintauli Siregar.


DPR Minta Kasus Pidana Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Siregar Tetap Diproses

38 hari lalu

DPR Minta Kasus Pidana Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Siregar Tetap Diproses

Pidana dugaan gratifikasi yang diterima oleh Lili Pintauli Siregar tak bisa gugur meskipun yang bersangkutan telah mundur dari KPK.