Hari Ini 75 Tahun Lalu Jenderal Soedirman Dilantik Jadi Panglima TNI, Bagaimana Riwayat TNI?

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman di Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. TEMPO/Ishomuddin

TEMPO.CO, Jakarta -Hari ini, 27 Juni di tahun 1947 Presiden Sukarno mengangkat Jenderal Soedirman sebagai Panglima TNI, singkatan Tentara Nasional Indonesia.

Nama TNI sendiri secara historis cikal bakalnya adalah peleburan kesatuan-kesatuan tentara dalam BKR, TKR, eks KNIL. Bagaimana kronologinya?

Eksistensi institusi pertahanan negara tidak langsung berdiri dengan nama Tentara Nasional Indonesia, atau disingkat TNI. Mulanya, bernama Badan Keamanan Rakyat BKR.

Presiden Sukarno membentuk Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945, yang kini menjadi hari jadi TNI. Pembentukan itu setelah Kemerdekaan diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 atau berselang dua bulan.

Semua Diawali dari BKR

Melansir dari buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan diumumkan secara resmi oleh Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945.

Setelah BKR diresmikan, para pemuda dan mantan anggota PETA, Kaprawi, Sutaklasana, Latief Hendraningrat, Arifin Abdurrachman, Machmud dan Zulkifli Lubis, berhasil merumuskan struktur BKR sesuai dengan teritorial pendudukan Jepang.

Kendati dibentuk kalangan pemuda, ternyata sebagian pemuda tidak setuju dengan BKR. Mereka membentuk badan perjuangan sendiri, misalnya, Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia di Bandung, Angkatan Muda Indonesia di Surabaya, Balai Penerangan Pemuda Indonesia di Padang, dan masih banyak lainnya. Walhasil, BKR sendiri hanya berusia jagung sebelum diganti menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Sukarno menunjuk Soepriyadi sebagai panglimaTentara Keamanan Rakyat TKR. Soepriyadi adalah komandan peleton atau shodancho tentara Peta. Sebelumnya, dia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat. Tapi Soepriyadi menghilang sejak pemberontakan di Blitar pada Mei 1945. Sebagian pejuang yakin dia sudah tewas terbunuh tentara Jepang.

Sukarno kemudian menunjuk Oerip Soemohardjo sebagai Kepala Staf Umum dengan berpangkat letnan jenderal. Pemilihan Oerip atas rekomendasi Perdana Menteri Sjahrir dan Amir Sjarifoeddin.

Tugas Oerip membenahi organisasi tentara yang masih semrawut sebelum dipilih Panglima TNI. Ketika itu, para pejuang dari beragam kelompok berjalan sendiri-sendiri. Pangkat dan jabatan pun diatur sendiri. "Ada yang mengangkat diri menjadi jenderal hanya karena berhasil merebut jip Belanda," kata Salim kepada Tempo awal September 2012.

Melewati pemilihan yang ketat pada 12 November 1945, akhirnya Soedirman yang masih berusia 29 tahun mampu menyisihkan Oerip, Amir Sjarifoeddin, dan Moeljadi Djojomartono dari Barisan Banteng. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta akhirnya melantik Soedirman sebagai Panglima Besar pada 18 Desember 1945.

Namun sebelum menjadi TKR, tentara berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat pada 22 Agustus 1945. BKR ini muncul dalam sidang PPKI, dua orang anggota PPKI yaitu Abikoesno Tjokrosoejoso dan Otto Iskandardinata mengusulkan untuk dibentuk sebuah badan pembelaan negara.

Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin. Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat.

Namun nama TKR selanjutnya diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Usai kemerdekaan, banyak upaya sekutu mengembalikan penjajahan sehingga banyak laskar pejuangan untuk mempertahankan kemerdekaan. Nah, untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

IDRIS BOUFAKAR
Baca juga : Panglima Andika Perkasa Izinkan Keturunan PKI Mendaftar Jadi Prajurit TNI

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Panglima TNI: Super Garuda Shield Investasi Masa Depan

2 hari lalu

Panglima TNI: Super Garuda Shield Investasi Masa Depan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan latihan tempur Super Garuda Shield merupakan investasi masa depan.


Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

2 hari lalu

Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

Satreskrim Polres Bogor membongkar motif pembunuhan Bendahara KONI yang didalangi oleh anggota TNI AU.


Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

3 hari lalu

Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

Presiden Jokowi menolak usul Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan soal penempatan TNI di kementerian dan lembaga negara. Belum mendesak.


KontraS: Wacana TNI Menjabat di Kementerian Mengkhianati Reformasi

6 hari lalu

KontraS: Wacana TNI Menjabat di Kementerian Mengkhianati Reformasi

KontraS menilai wacana yang dilontarkan Luhut Binsar Pandjaitan problematis, sebab kontraproduktif terhadap semangat profesionalisme militer.


Tak Banyak yang Tahu, Inilah Perbedaan Pistol TNI dan Polri

7 hari lalu

Tak Banyak yang Tahu, Inilah Perbedaan Pistol TNI dan Polri

Sebagai dua instansi yang akrab dengan penggunaan senjata api, TNI dan Polri memiliki dua jenis standar pistol yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula.


Kronologi Daihatsu Terios Pelat RFH Palsu Tabrak 2 Polisi di Tol Pancoran

8 hari lalu

Kronologi Daihatsu Terios Pelat RFH Palsu Tabrak 2 Polisi di Tol Pancoran

Polda Metro Jaya ungkap kronologi kecelakaan di Tol Pancoran, Jakarta Selatan yang melibatkan anggota PJR Ditlantas PMJ dan pengemudi Daihatsu Terios.


Sederet Senjata Canggih yang Dipakai TNI dan Tentara AS di Latihan Super Garuda Shield 2022

8 hari lalu

Sederet Senjata Canggih yang Dipakai TNI dan Tentara AS di Latihan Super Garuda Shield 2022

Saah satu senjata yang dipakai dalam latihan Super Garuda Shield 2022 yaitu Black Hornet berharga hingga Rp250 juta


Australia Pertama Kali Gabung di Latihan Militer Garuda Shield

10 hari lalu

Australia Pertama Kali Gabung di Latihan Militer Garuda Shield

Latihan militer Garuda Shield 2022 resmi dibuka pada 3 Agustus 2022 lalu. Latihan ini untuk meningkatkan respons dan kerja sama militer.


Panglima TNI Andika Perkasa Buka Latihan Super Garuda Shield 2022

12 hari lalu

Panglima TNI Andika Perkasa Buka Latihan Super Garuda Shield 2022

Andika Perkasa mengatakan SGS merupakan ajang latihan bersama dengan skala yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat.


Daftar Lokasi Sekolah Staf dan Komando TNI AU, AD, dan AL

12 hari lalu

Daftar Lokasi Sekolah Staf dan Komando TNI AU, AD, dan AL

Sekolah Staf dan Komando merupakan pusat pelatihan dan pendidikan terkait pengembangan umum dan bidang manajemen kemiliteran di tiga matra TNI. Berikut adalah lokasi Sesko TNI AD, AL, dan AU.