Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Pasukan Tengkorak Kopaska TNI AL, Apa Kehebatannya?

Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL berjalan saat mengikuti Upacara Pengukuhan Komando Armada RI (Koarmada RI) di Dermaga Koarmada I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 3 Februari 2022. Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan pembentukan Koarmada RI serta mengukuhkan Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan sebagai Panglima Koarmada RI yang pertama. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL berjalan saat mengikuti Upacara Pengukuhan Komando Armada RI (Koarmada RI) di Dermaga Koarmada I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 3 Februari 2022. Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan pembentukan Koarmada RI serta mengukuhkan Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan sebagai Panglima Koarmada RI yang pertama. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut memiliki sejumlah pasukan khusus, salah satunya dikenal dengan Pasukan Tengkorak Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL.

Dinamakan Pasukan Tengkorak karena mereka bertugas dengan mengenakan wajah tertutup topeng bergambar tengkorak manusia. Hal ini yang membuat mereka cukup disegani.

Tidak hanya diperlukan spesialisasi dalam berenang dalam air. Tetapi, untuk bisa masuk ke dalam pasukan khusus ini perlu mahir dalam beradaptasi dalam tiga kondisi, yaitu laut, darat, dan udara.

Kemampuan ini tercermin dari moto Satuan Kopaska, yaitu Tan Hana Wigna, Tan Hana Sirna. Arti dari moto tersebut ialah tidak ada rintangan yang tidak dapat dilalui.

Terbentuknya Kopaska TNI AL

Sekilas sejarah mengenai Kopaska, pasukan ini merupakan satuan elit penjaga samudera hasil bentukan Presiden Soekarno pada tahun 31 Maret 1962. Saat itu, Soekarno membutuhkan pasukan khusus ketika mencari dukungan militer di Irian Jaya, kini bernama Papua.

Melihat kondisi tersebut, Kopaska diresmikan bertepatan dengan situasi yang tidak kondusif oleh Menteri Panglima AL, Laksamana Madya di area Kolam Renang Senayan.

Kala itu, hubungan Indonesia dengan Belanda cukup memanas terkait perebutan Irian Barat. Mereka secara gesit perlu diterjunkan dalam Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat pada tahun 1962 sampai 1964.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tugas dari Satuan Kopaska yaitu melakukan penyerangan di bawah air. Mereka perlu menghancurkan kapal, meledakan, dan menyabotase segala peralatan milik musuh.

Maka dari itu, beberapa pelatihannya pun dinilai cukup berat. Mereka perlu lihai untuk mengintai dalam air. Selain itu, mampu melakukan segala persiapan untuk operasi amfibi ketika pendaratan.

Dalam website tnial.mil.id, upaya untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, Satuan Kopaska TNI AL pun memiliki operasi khusus tersendiri. Operasi ini dilakukan dengan cara menyusup dalam air secara diam-diam. Tujuannya agar lawan tidak mengetahui keberadaan mereka.

FATHUR RACHMAN 

Baca: Kisah Awal Komando Pasukan Katak atau Kopaska TNI AL

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


KontraS Desak Polda NTT Ambil Alih Kasus Penganiayaan Sipil oleh 3 Anggota TNI AL

4 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
KontraS Desak Polda NTT Ambil Alih Kasus Penganiayaan Sipil oleh 3 Anggota TNI AL

3 Prajurit TNI AL diduga melakukan penganiayaan terhadap Andreas Wiliam Sanda. KontraS meminta Kapolda NTT ambil alih kasus ini.


Deretan Nama Pahlawan Jadi Nama Kapal Perang Indonesia, Terbaru KRI Bung Karno-369

8 hari lalu

Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (barisan depan lima kiri), Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (empat kiri), Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (empat kanan), Ketua DPR RI Puan Maharani (lima kanan) bersama pejabat Mabes TNI, Mabes TNI AL, dan keluarga Presiden Ke-1 RI Soekarno, berfoto bersama KRI Bung Karno-369 saat upacara peresmian KRI Bung Karno-369 di Dermaga Kolinlamil TNI AL, Jakarta, Kamis 1 Juni 2023. ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Deretan Nama Pahlawan Jadi Nama Kapal Perang Indonesia, Terbaru KRI Bung Karno-369

Kapal Perang Indonesia jenis korvet KRI Bung Karno-369 menjadi kapal kepresidenan Indonesia yang baru. Berikut nama pahlawan menjadi nama KRI.


Fakta-fakta KRI Bung Karno-369, Kapal Kepresiden Baru Buatan dalam Negeri

8 hari lalu

Melihat Kapal Kepresidenan KRI Bung Karno
Fakta-fakta KRI Bung Karno-369, Kapal Kepresiden Baru Buatan dalam Negeri

KRI Bung Karno-369 akan ditugaskan sebagai kapal kepresidenan menggantikan KRI Barakuda 633 yang sudah beroperasi selama 27 tahun.


KRI Bung Karno-369 Produk Dalam Negeri, KSAL: TKDN 80 Persen, Mesin Masih Impor

8 hari lalu

Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (barisan depan lima kiri), Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (empat kiri), Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (empat kanan), Ketua DPR RI Puan Maharani (lima kanan) bersama pejabat Mabes TNI, Mabes TNI AL, dan keluarga Presiden Ke-1 RI Soekarno, berfoto bersama KRI Bung Karno-369 saat upacara peresmian KRI Bung Karno-369 di Dermaga Kolinlamil TNI AL, Jakarta, Kamis 1 Juni 2023. ANTARA/Genta Tenri Mawangi
KRI Bung Karno-369 Produk Dalam Negeri, KSAL: TKDN 80 Persen, Mesin Masih Impor

Ali menjelaskan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam KRI Bung Karno-369 itu sebesar 80 persen.


Ini Alasan TNI AL Beri Nama KRI Bung Karno-369 untuk Kapal Kepresidenan

8 hari lalu

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri langsung persemian KRI Bung Karno 369 sebagai kapal kepresidenan, Kamis 1 Juni 2023. TEMPO/Ade Ridwan Yandwiputra
Ini Alasan TNI AL Beri Nama KRI Bung Karno-369 untuk Kapal Kepresidenan

KRI Bung Karno-369 akan ditugaskan sebagai kapal kepresidenan menggantikan KRI Barakuda 633 yang sudah beroperasi selama 27 tahun.


KRI Bung Karno-369, KSAL: Kapal Perang Pertama Buatan Dalam Negeri

9 hari lalu

TNI Angkatan Laut meresmikan KRI Bung Karno-369 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023.
KRI Bung Karno-369, KSAL: Kapal Perang Pertama Buatan Dalam Negeri

KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan, KRI Bung Karno-369 merupakan kapal produksi anak bangsa pertama yang dipakai TNI AL untuk armada kapal perang.


Guntur hingga Megawati Ikut Saksikan Peresmian KRI Bung Karno-369

9 hari lalu

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri langsung persemian KRI Bung Karno 369 sebagai kapal kepresidenan, Kamis 1 Juni 2023. TEMPO/Ade Ridwan Yandwiputra
Guntur hingga Megawati Ikut Saksikan Peresmian KRI Bung Karno-369

TNI Angkatan Laut resmi mengoperasikan KRI Bung Karno-369 sebagai salah satu armada perangnya. Acara dihadiri Guntur hingga Megawati Soekarnoputri.


Perusahaan Galangan Kapal di Batam Ingin Produksi Kapal Selam Mini

11 hari lalu

Penandatanganan MoU produksi kapal selam antara PT Republik Palindo dan Drass Galeazzi Srl di Livorno, Italia, pada Senin 29 Mei 2023.  Palindo adalah perusahaan galangan kapal asal Batam. (Foto/Republikorp)
Perusahaan Galangan Kapal di Batam Ingin Produksi Kapal Selam Mini

Meski tergolong mini, Kapal Selam Kelas Midget memiliki kemampuan peluncuran empat torpedo, penanaman ranjau laut, dan misi penyusupan.


Kilas Balik Perjanjian Roem-Roijen 74 Tahun Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

34 hari lalu

Rumah bergaya indische di Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta. Pada agresi militer Belanda kedua tahun 1948, Presiden Soekarno dan keluarga pernah menjadikan rumah ini sebagai tempat persembunyian. Tempo/Anang Zakaria
Kilas Balik Perjanjian Roem-Roijen 74 Tahun Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Usai proklamasi, Indonesia juga berusaha mempertahankan kemerdekaan melalui jalur diplomatik tanpa kekerasan, salah satunya perjanjian Roem-Roijen.


Kisah Pengamatan Gerhana Matahari Pertama di Tengah Laut dari KRI Spica-934

40 hari lalu

Nurdin Nurdiansah (Facebook)
Kisah Pengamatan Gerhana Matahari Pertama di Tengah Laut dari KRI Spica-934

Bagi Nurdin pengamatan gerhana matahari hibrida ini melengkapi 'koleksi' pengamatan gerhana mataharinya.