Bamsoet Ingatkan Ancaman Serangan Ideologi Pemecah Belah Bangsa

Ketua MPR RI merangkap Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putri Putri TNI Polri (FKPPI)/Kepala Badan Negara FKPPI Bambang Soesatyo.

INFO NASIONAL - Ketua MPR, Bambang Soesatyo menegaskan keluarga besar FKPPI selalu siap membantu TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa. Khususnya dalam menjaga ideologi Pancasila dari berbagai serangan ideologi lain yang dapat memecah belah bangsa.

"Sebagaimana ditegaskan Ketua Umum FKPPI Pak Pontjo Sutowo saar bertemu Aster KSAD Mayjen TNI Karmin Suharna di Mabes TNI AD, FKPPI menjadi benteng bangsa dari maraknya serangan ideologi khilafah yang tidak pernah berhenti mngganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Agama yang telah menegaskan bahwa ideologi khilafah tidak boleh tumbuh di Indonesia," ujar Bamsoet yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putri Putri TNI Polri (FKPPI)/Kepala Badan Negara FKPPI, Rabu, 15 Juni 2022.

Turut hadir pengurus FKPPI antara lain Ketua Umum Pontjo Sutowo, Wakil Ketua Umum Dudhie M. Murod, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Didin, Wakil Sekjen Siska, serta Sekjen Generasi Muda KB FKPPI Stalino.

Bamsoet menuturkan, kewaspadaan terhadap gerakan khilafah tidak boleh dilonggarkan. Mengingat dalam waktu beberapa hari terakhir, kepolisian telah menangkap sejumlah tersangka penyebar ideologi khilafah. Antara lain, Polres Klaten pada Kamis, 9 Juni, menangkap dua pemimpin organisasi Khilafatul Muslimin tingkat daerah yang telah memiliki pengikut mencapai 500 orang lebih di sekitar Kabupaten Klaten.

"Sebelumnya, Polres Brebes juga menangkap tiga pimpinan cabang Khilafatul Muslimin pada 7 Juni. Terbaru, Polda Metro Jaya menangkap AS yang dikenal sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin. Ironisnya, diduga hampir 30 sekolah yang sudah terafiliasi dengan ajaran khilafah. Jika tidak segera ditindak, hal ini bisa menjadi api dalam sekam yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa," tutur Bamsoet.

Karena itu, FKPPI akan terus memasifkan pentingnya menumbuhkan sikap bela negara kepada generasi muda. Salah satunya dengan terlibat dalam pembentukan komponen cadangan yang dilakukan Kementerian Pertahanan untuk membantu TNI menjaga kedaulatan NKRI.

Kehadiran UU. No.23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDNPN) disambut suka cita oleh FKPPI. Melalui UU PSDNPN tersebut, negara membuka peluang bagi warga sipilnya untuk menjadi komponen cadangan yang ikut berkontribusi dalam pertahanan semesta.

"Adagium klasik civis pacem parra bellum, jika ingin damai maka harus siap untuk berperang, bukanlah berarti setiap negara menginginkan peperangan. Melainkan doktrin agar setiap negara mempersiapkan kekuatan tempur militernya, ditunjang dengan komponen cadangan dari warga sipil. Sehingga bukan hanya bisa terwujud pertahanan yang kuat, melainkan juga memiliki efek gentar," kata Bamsoet. (*)






Delmeria Harap UPQ Ciawi Bogor Capai Standar Internasional

9 jam lalu

Delmeria Harap UPQ Ciawi Bogor Capai Standar Internasional

Unit Percetakan Al Quran yang berstandar internasional dapat menjadi bagian dari wisata religi.


Christina Aryani Minta Pemerintah Siap Lindungi WNI di Taiwan

9 jam lalu

Christina Aryani Minta Pemerintah Siap Lindungi WNI di Taiwan

Sebanyak 300 ribu WNI berada di Taiwan. Wilayah tersebut menjadi sumber ketegangan antara China dan Amerika Serikat.


Irjen Kementan Awasi Vaksinasi Ternak agar Capai Nol Kasus

9 jam lalu

Irjen Kementan Awasi Vaksinasi Ternak agar Capai Nol Kasus

Hewan ternak yang telah divaksin ditandai eartag yang memuat QR Code sehingga dapat dilakukan penelusuran.


Dirjen PKH Laporkan Kasus PMK Menurun di Sejumlah Wilayah

9 jam lalu

Dirjen PKH Laporkan Kasus PMK Menurun di Sejumlah Wilayah

Saat ini terdapat 5 provinsi, 66 kabupaten/kota, 570 kecamatan dan 4.195 desa dengan kategori Zero Case.


Kronologi Penanganan Paus Sperma yang Terdampar di Banyuwangi

10 jam lalu

Kronologi Penanganan Paus Sperma yang Terdampar di Banyuwangi

Bangkai paus sangat besar. Membutuhkan waktu 4 hari untuk memotong hewan tersebut dan menguburnya.


FISIP Universitas Brawijaya Minta Bamsoet Jadi Dosen

10 jam lalu

FISIP Universitas Brawijaya Minta Bamsoet Jadi Dosen

Bamsoet dinilai mampu menjembatani sekaligus memberikan pengetahuan kepada mahasiswa.


Pengawasan dan Pengaturan Pelabelan BPA Perlu Dilakukan

10 jam lalu

Pengawasan dan Pengaturan Pelabelan BPA Perlu Dilakukan

Regulasi pelabelan ini semata untuk perlindungan kesehatan masyarakat.


Saat Gejolak Ekonomi Global, Kredit Mikro BRI Tetap Tumbuh 15 Persen

12 jam lalu

Saat Gejolak Ekonomi Global, Kredit Mikro BRI Tetap Tumbuh 15 Persen

BRI secara konsolidasian berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38 persen yoy.


Fitur dan Kemudahan Baru untuk UMKM di Shopee Pilih Lokal

13 jam lalu

Fitur dan Kemudahan Baru untuk UMKM di Shopee Pilih Lokal

Shopee Pilih Lokal juga membantu para pengusaha lokal untuk mendapatkan akses pada pelatihan, pendampingan dan juga ekspor agar dapat naik kelas.


Kementan Mulai Pelatihan Teknis 1 Juta Petani dan Penyuluh

13 jam lalu

Kementan Mulai Pelatihan Teknis 1 Juta Petani dan Penyuluh

Pelatihan berlangsung di sejumlah daerah. Peserta pelatihan akan mengajar di sekolah lapang di lokasi READSI.