Polisi Tangkap 2 Buron Kasus Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Riau

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol Ahmad Ramadhani didampingi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kapagpenum) Kombes Pol Gatot Repli Handoko memberikan keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin, 4 April 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap dua buron dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 47 kilogram yang merupakan jaringan Malaysia-Riau. Kedua buron yang ditangkap itu adalah Abdullah dan Zaenab.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Krisno Halomoan Siregar mengatakan, penangkapan dua buron ini merupakan pengembangan kasus narkoba yang diungkap pada 12 April 2022 di Perairan Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Di mana pada waktu tersebut petugas menangkap empat orang tersangka atas nama M Nofriadi, Heriadi, M Daud, dan Agus Miran alias Agus Togong," kata Krisno Halomoan Siregar dalam keterangannya, Rabu malam, 15 Juni 2022.

Menurut Krisno, tersangka Abdullah merupakan pengendali dari sindikat transporter Agus Togong dan kawan-kawan yang menjemput sabu ke perairan Malaysia.

Abdullah ditangkap pada Ahad, 12 Juni 2022 sekira pukul 09.00 WIB di kamar Kos Jalan Garuda Sakti, Perumahan Unri, Kelurahan Air putih, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

"Abdullah terhubung langsung dengan Mr. X, dia sebagai trader di Malaysia dan penyidik mendeteksi adanya transaksi keuangan yang membiayai operasional Nofriadi, Heriadi, dan M Daud menjemput narkoba dari Bengkalis ke perairan Malaysia," ujarnya.

Dari penangkapan kedua buron tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti antara lain empat unit handphone dan dua kartu ATM. Adapun rencana tindak lanjut, yaitu menuntaskan penyidikan dan melakukan pengembangan kasus ke penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kami sudah naikkan ke penyidikan TPPU untuk TPA 47 kilogram," kata Krisno.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri menggelar pemusnahan sejumlah barang bukti narkoba hasil pengungkapan kasus jaringan Aceh dan Riau. Total narkotika yang dimusnahkan 238 kilogram sabu dan 121 kilogram ganja.

"Sabu atau methamphetamine 238 ribu gram, ganja 121 ribu gram, disita dari empat kasus dengan tersangka berjumlah 13 orang,"kata Krisno Halomoan Siregar dalam keterangannya, Sabtu, 21 Mei 2022.

Pemusnahan barang bukti narkoba itu dilakukan pada Jumat, 20 Mei 2022 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

"Jiwa yang terselamatkan dari barang bukti sabu kurang lebih 238 ribu jiwa manusia, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 4 orang per hari maka total 952 ribu orang. Untuk barang bukti ganja kurang lebih 121 ribu jiwa manusia, dengan asumsi 3 gram ganja untuk 1 orang per hari maka total 121 ribu orang. Total jiwa yang dapat diselamatkan kurang lebih 1.073.000 jiwa," kata Krisno.

Baca juga: Penyelundupan Sabu via Charger Ponsel di Lapas Cilegon, ASN Kejaksaan Terlibat

MUTIA YUANTISYA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Bukan Kuasa Hukum, Kabareskrim Ungkap Peran Orang Tua dalam Pengakuan Bharada E

4 jam lalu

Bukan Kuasa Hukum, Kabareskrim Ungkap Peran Orang Tua dalam Pengakuan Bharada E

Dia menegaskan bahwa anggapan peran pengacara agar Bharada E jujur kurang adil. Justru peran orang tua Bharada E sangat menentukan.


Pengacara Bharada E Mengaku Ditekan untuk Mundur di Kasus Brigadir J

11 jam lalu

Pengacara Bharada E Mengaku Ditekan untuk Mundur di Kasus Brigadir J

Pengacara Bharada E membenarkan mendapat tekanan untuk mundur tangani kasus Brigadir J. Tidak ingin menyebutkan siapa yang menekan.


Manajer BCL Belum Ditahan, Polisi Tunggu Hasil Asesemen BNNP

11 jam lalu

Manajer BCL Belum Ditahan, Polisi Tunggu Hasil Asesemen BNNP

Hasil asesmen BNNP DKI Jakarta terhadap manajer BCL bernama Mohammad Ikhsan Doddyansyah akan keluar hari ini.


Gantikan Irjen Ferdy Sambo, Ini Profil Irjen Syahardiantono sebagai Kadiv Propam Polri

11 jam lalu

Gantikan Irjen Ferdy Sambo, Ini Profil Irjen Syahardiantono sebagai Kadiv Propam Polri

Resmi gantikan Irjen Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri, begini profil dan rekam jejak Irjen Syahardiantono.


Tangkap Pengedar Sabu, Polsek Taman Sari Temukan 30 Paket Sabu

13 jam lalu

Tangkap Pengedar Sabu, Polsek Taman Sari Temukan 30 Paket Sabu

Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat menangkap pengedar narkotika jenis sabu di daerah Pademangan, Jakarta Utara.


Hindari Razia Imigrasi Malaysia, WNI Lompat dari Lantai 4

14 jam lalu

Hindari Razia Imigrasi Malaysia, WNI Lompat dari Lantai 4

Seorang WNI melompat dari lantai empat sebuah bangunan untuk menghindari razia imigrasi Malaysia, yang menahan 33 warga Indonesia.


Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Brimob dengan Samapta di Kepolisian

16 jam lalu

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Brimob dengan Samapta di Kepolisian

Biasanya, masyarakat kerap kali menilai Brimob dan Samapta adalah kesatuan yang sama, tetapi sebenarnya keduanya merupakan satuan kepolisian yang berbeda.


Timsus Periksa Maraton Ferdy Sambo, Jadi Tersangka Baru?

19 jam lalu

Timsus Periksa Maraton Ferdy Sambo, Jadi Tersangka Baru?

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono memimpin langsung pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob. Hasilnya akan disampaikan nanti.


LPSK Akan Bertemu Bharada E, Pastikan Soal Justice Collaborator di Kasus Brigadir J

20 jam lalu

LPSK Akan Bertemu Bharada E, Pastikan Soal Justice Collaborator di Kasus Brigadir J

Apabila Bharada E bersedia menjadi justice collaborator, maka ia harus memberikan keterangan sebenar-benarnya dalam kasus Brigadir J ini.


Sampaikan Fakta ke Publik, Pengacara Bharada E: Ngapain Ditutup-tutupi

20 jam lalu

Sampaikan Fakta ke Publik, Pengacara Bharada E: Ngapain Ditutup-tutupi

Menurut pengacara Bharada E, Muhammad Burhanudin sebetulnya polisi bisa saja mengumumkan berbagai fakta sebenarnya dari kasus Brigadir J.