Siwi Widi Disinggung dalam Pertimbangan Vonis Wawan Ridwan

Reporter

Pramugari Maskapai Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Siwi Widi hadir di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan menjadi saksi atas pelaporannya terkait pencemaran nama baik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyinggung peran eks pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi dalam putusan untuk eks pejabat Dirjen Pajak Wawan Ridwan. Nama Siwi disinggung dalam pertimbangan vonis hakim.

Hakim menyatakan Wawan Ridwan terbukti melakukan pencucian uang. Dia menempatkan uangnya di rekening bank anaknya, M Farsha Kautsar. Farsha kerap menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan, seperti mentransfer uang ke Siwi senilai Rp 647 juta.

“Menimbang transfer Siwi Widi sebanyak 21 kali sejumlah Rp 647.850.000 sesuai dengan keterangan M Farsha dan Siwi Widi, transaksi ini terkait kedekatan M Farsha dan Siwi,” kata hakim dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022.

Hakim menyatakan Siwi menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi, yaitu perawatan kecantikan di Korea dan membeli barang-barang. Hakim menyatakan uang yang diterima Siwi sudah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain Siwi, hakim menyatakan Farsha juga mentransfer uang ke pacaranya senilai Rp 39 juta dan ke temannya Bimo Winata sebanyak Rp 296 juta. Farsha juga mentrasnfer uang ke keluarganya sebanyak Rp 509 juta. Hakim meyakini uang-uang tersebut merupakan hasil suap yang diterima Wawan lalu disimpan di rekening Farsha.

Adapun Wawan divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim mewajibkan Wawan membayar uang pengganti sebanyak Rp 2,3 miliar subsider 1 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa terhadap Wawan, yaitu 10 tahun penjara. Atas putusan ini, pihak Wawan dan jaksa KPK sama-sama mengajukan banding.

Baca: Eks Pejabat Dirjen Pajak Wawan Ridwan Divonis 9 Tahun Penjara

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Geledah Plaza Summarecon di Kasus Haryadi Suyuti, KPK Temukan Dokumen Aliran Duit

13 jam lalu

Geledah Plaza Summarecon di Kasus Haryadi Suyuti, KPK Temukan Dokumen Aliran Duit

Penggeledahan di Plaza Summarecon dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perizinan yang menyeret Haryadi Suyuti


KPK Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi

1 hari lalu

KPK Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Haryadi menjadi tersangka penerima suap dari petinggi Summarecon.


Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi dalam Kasus Haryadi Suyuti, KPK: Melanjutkan Upaya Paksa

1 hari lalu

Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi dalam Kasus Haryadi Suyuti, KPK: Melanjutkan Upaya Paksa

Penggeledahan ini dilakukan dalam penyidikan kasus suap izin pembangunan apartemen yang menjerat bekas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.


KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Beli Mobil dan Apartemen Pakai Duit Korupsi

1 hari lalu

KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Beli Mobil dan Apartemen Pakai Duit Korupsi

KPK telah memasukkan Bupati Mamberamo Tengah RHP ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 15 Juli 2022 yang diduga melarikan diri ke PNG


Kasus Haryadi Suyuti, KPK Geledah Plaza Summarecon

1 hari lalu

Kasus Haryadi Suyuti, KPK Geledah Plaza Summarecon

Menurut Ali, barang bukti dari Plaza Summarecon itu disita, lalu dianalisis untuk melengkapi berkas perkara kasus Haryadi Suyuti.


Sidang Kasus Ade Yasin, KPK Hadirkan Enam Saksi PNS

1 hari lalu

Sidang Kasus Ade Yasin, KPK Hadirkan Enam Saksi PNS

Ade Yasin melalui kuasa hukumnya, Dinalara Butar Butar, optimistis akan membuktikan tidak terlibat dalam perkara dugaan suap terhadap pegawai BPK


PTPN Sebut Mafia Tanah Serobot Lahan Triliunan Rupiah di Puncak, Akan Lapor KPK

2 hari lalu

PTPN Sebut Mafia Tanah Serobot Lahan Triliunan Rupiah di Puncak, Akan Lapor KPK

PTPN sebut mafia tanah dan makelar kasus menyerobot lahan perusahaan negara di kawasan Puncak Bogor bernilai triiunan rupiah.


Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan yang Merugikan Negara Rp 78 Triliun, Berikut Profil Surya Darmadi

3 hari lalu

Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan yang Merugikan Negara Rp 78 Triliun, Berikut Profil Surya Darmadi

Kejagung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan kelapa sawit yang merugikan negara sebesar Rp 78 triliun.


Singapura Nyatakan Tak Menampung Tersangka Korupsi Surya Darmadi

3 hari lalu

Singapura Nyatakan Tak Menampung Tersangka Korupsi Surya Darmadi

Kementerian Luar Negeri Singapura memastikan bahwa tersangka korupsi Surya Darmadi tidak berada di negaranya.


Selambatnya Berapa Hari Penerima Gratifikasi Harus Lapor ke KPK?

3 hari lalu

Selambatnya Berapa Hari Penerima Gratifikasi Harus Lapor ke KPK?

Pegawai yang menerima gratifikasi dianjurkan untuk melapor pada KPK, selambatnya berapa hari sejak gratifikais diterima? Bagaimana cara melaporkannya?