Pilpres 2024, Pengamat: Semua Capres Berpotensi Melanjutkan Program Jokowi

Reporter

Editor

Febriyan

Presiden Jokowi saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Emas Hipmi di JCC, Jakarta pada Jumat, 10 Juni 2022.

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai semua calon presiden (capres) yang berpotensi maju pada Pilpres 2024 sangat mungkin melanjutkan program-program Presiden Jokowi, terutama pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara. Ujang menilai sangat besar para capres yang maju memiliki kesepakaatan dengan Jokowi.

Ujang menyatakan bahwa peluang program Jokowi diteruskan oleh presiden selanjutnya cukup besar. Menurut dia, hal itu berlaku tak hanya bagi capres yang diusung oleh PDIP sebagai pengusung utama Jokowi.

“Bukan hanya dari PDIP. Siapapun capresnya, baik dari PDIP maupun luar PDIP, siapapun dia yang penting deal dengan Jokowi kemungkinan akan melanjutkan soal pembangunan IKN,” kata Ujang kepada Tempo, Sabtu, 11 Juni 2022.

“Mungkin-mungkin saja yang penting ada deal politik. Ada komitmen bersama. Bargaining (tawar-menawar), kan bisa saja Jokowi mau dukung capres dari PDIP dan PDIP mau lanjutkan pembangunan IKN,” ujarnya.

Meskipun demikian, Ujang juga tak menutup kemungkinan presiden selanjutnya tak meneruskan program-program Jokowi, khususnya IKN. Sebab, menurut dia, beberapa pihak menilai IKN menjadi beban anggaran negara.

“Bisa-bisa saja, punya potensi tak mau melanjutkan karena jadi beban anggaran negara,” ujarnya.

Menurutnya, melanjutkan program-program Jokowi bukan warisan untuk presiden baru.

“Namun, bisa juga capres di luar PDIP juga deal dengan Jokowi yang ujungnya bisa lanjutkan IKN,” kata Ujang.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mendapat sambutan meriah saat menghadiri acara perayaan 50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di JCC, Jakarta Pusat, Jumat sore, 10 Juni 2022. Anggota HIPMI meneriaki Jokowi dengan kata-kata, ‘lanjutkan, lanjutkan’.

Jokowi pun menyimpulkan bahwa teriakan ‘lanjutkan’ yang dilontarkan para kader HIPMI memiliki arti meminta program-program pemerintah kembali berlanjut setelah dirinya lengser. Jokowi mengatakan presiden penggantinya harus bisa melanjutkan warisan program yang telah dibuatnya selama 10 tahun menjabat.

“Jangan sampai pemimpin satu sudah mengerjakan, tidak dilanjutkan pemimpin berikutnya. Ini yang bahaya, dan selalu kalau seperti itu mulai terus dari TK terus, sudah ke SMP, sudah ke SMA, mulai lagi dari TK. Kapan kita sampai lulus universitas?,” ujar Jokowi.

Jokowi kembali mengingatkan krisis global yang tengah terjadi saat ini. Menurut dia inflasi besar-besaran sedang menimpa banyak negara. Kenaikan harga pangan dan energi memperparah kondisi tersebut.

Untuk keluar dari krisis ini, Presiden Jokowi mengajak seluruh kader HIPMI mulia membeli barang dalam negeri. Menurut Jokowi dengan tingginya konsumsi di dalam negeri, maka Indonesia bisa bertahan dari krisis.

Jokowi sendiri hingga saat ini belum secara resmi memberikan dukungan kepada tokoh yang akan maju pada Pilpres 2024. Akan tetapi, dia sempat memberi sinyal dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada acara Rapat Kerja Nasional V kelompok relawan Pro Jokowi atau Projo di Magelang, beberapa waktu lalu. 

Baca: Presiden Jokowi Kembali Minta Relawan Tak Tergesa Tentukan Arah Dukungan Politik






Anggaran Pembangunan IKN Belum Cair, Kementerian PUPR: Berat

7 jam lalu

Anggaran Pembangunan IKN Belum Cair, Kementerian PUPR: Berat

Kementerian PUPR belum menerima pencairan anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga pekan kedua Agustus.


Erick Thohir: Pelabuhan Terminal Kijing Harus Dimanfaatkan Secara Optimal

10 jam lalu

Erick Thohir: Pelabuhan Terminal Kijing Harus Dimanfaatkan Secara Optimal

Erick Thohir ikut menyaksikan peresmian pelabuhan Terminal Kijing oleh Presiden Jokowi di Kabupaten Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat.


Wagub DKI: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Kurangi Potensi Jakarta Tenggelam

10 jam lalu

Wagub DKI: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Kurangi Potensi Jakarta Tenggelam

Wagub DKI Riza Patria menilai keputusan untuk memindahkan ibu kota ikut mengurangi ancaman Jakarta Tenggelam.


Hasto PDIP Sebut Beberapa Nama yang Dianggap Kader Terbaik untuk Pilpres 2024

11 jam lalu

Hasto PDIP Sebut Beberapa Nama yang Dianggap Kader Terbaik untuk Pilpres 2024

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut PDIP tidak ingin buru-buru menentukan capres tanpa pertimbangan matang.


Kasus Brigadir J, Presiden Jokowi Kembali Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

13 jam lalu

Kasus Brigadir J, Presiden Jokowi Kembali Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

Presiden Jokowi kembali menegaskan agar kasus kematian Brigadir J Diusut Tuntas.


Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa Dipastikan Hadir di KPU Besok

15 jam lalu

Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa Dipastikan Hadir di KPU Besok

Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa akan memimpin langsung pendaftaran partai mereka di KPU besok.


Jokowi Minta Penuntasan Kasus Kematian Brigadir J: Jangan Ragu dan Ditutupi

15 jam lalu

Jokowi Minta Penuntasan Kasus Kematian Brigadir J: Jangan Ragu dan Ditutupi

Jokowi meminta pengusutan kasus kematian Brigadir J tidak ditutupi dan dihalangi. Agar kepercayaan dari masyarakat tidak menurun.


Jokowi Resmikan Terminal Kijing Pontianak: Terbesar di Kalimantan, Habiskan Rp 2,9 Triliun

15 jam lalu

Jokowi Resmikan Terminal Kijing Pontianak: Terbesar di Kalimantan, Habiskan Rp 2,9 Triliun

Presiden Jokowi pada pagi hari ini meresmikan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.


Kunker ke Kalimantan Barat, Presiden Jokowi Resmikan Terminal Kijing

17 jam lalu

Kunker ke Kalimantan Barat, Presiden Jokowi Resmikan Terminal Kijing

Pada siang harinya, Presiden Jokowi bakal meresmikan tower A dan B RSUD dr. Soedarso, Kota Pontianak.


Hasil Lawatan Jokowi ke Cina, Jepang dan Korea; RI Terima Komitmen Investasi Ratusan Triliun

1 hari lalu

Hasil Lawatan Jokowi ke Cina, Jepang dan Korea; RI Terima Komitmen Investasi Ratusan Triliun

Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia berhasil menerima komitmen investasi senilai lebih dari ratusan triliun.