Kejagung Periksa 5 Saksi dari Kemenperin di Kasus Impor Baja

Reporter

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Ketut Sumedana bersama Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Supardi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Pressroom Puspenkum Kejaksaan Agung RI Jakarta, Selasa, 31 Mei 2022. Mutia Yuantisya

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa 5 saksi dari Kementerian Perindustrian dalam kaitan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi impor baja periode 2016 sampai 2021, Selasa 7 Juni 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyebutkan saksi yang diperiksa, yakni Direktur Industri Logam Periode Agustus 2020 sampai Januari 2022 berinisial BS. “BS selaku PNS diperiksa untuk menjelaskan terkait penerbitan pertimbangan teknis dalam impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya,” kata Ketut, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 7 Juni 2022.

Saksi berikutnya berinisial NN, selaku PNS menjabat sebagai Koordinator Software dan Konten) Direktorat ILMATE diperiksa untuk menerangkan terkait penjelasan teknis penerbitan pertimbangan teknis di Kementerian Perindustrian. Kemudian, saksi DH selaku Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Industri Logam Besi di Direktorat Jenderal (Ditjen) ILMATE Periode 2018-2019 dan Direktur Industri Logam di Ditjen ILMATE.

“DH diperiksa terkait parameter pemberian pertimbangan teknis atas impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya,” kata Ketut.

Selanjutnya saksi berinisial DZA selaku PNS di Kementerian Perindustrian diperiksa terkait penerbitan pertimbangan teknis dalam importasi besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya serta saksi berinisial WAP selaku Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian.

“WAP diperiksa untuk menjelaskan terkait dengan jumlah pertimbangan teknis atas impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya,” kata Ketut.

Dalam perkara ini penyidik telah menetapkan 9 tersangka, yakni 3 orang tersangka perorangan dan 6 tersangka korporasi.

Dari tiga tersangka perorangan itu, dua di antaranya merupakan tersangka swasta dan satu orang tersangka dari Kementerian Perdagangan. Ketiga tersangka, yakni Tahan Banurea Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq, Manajer PT Meraseti dan Pendiri PT Meraseti berinisial BHL atau Budi Hartono Linardi.

Sementara itu, enam tersangka lainnya adalah perusahaan importir, yakni PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama.

Baca: Kejaksaan Agung Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Impor Baja

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Kejaksaan Agung Sita 23 Aset Tanah dan Bangunan Milik Perusahaan Surya Darmadi

1 hari lalu

Kejaksaan Agung Sita 23 Aset Tanah dan Bangunan Milik Perusahaan Surya Darmadi

Kejaksaan Agung melacak aset milik perusahaan Surya Darmadi dalam rangka pemulihan kerugian negara.


Potensi Transaksi Produk Alat Kesehatan RI di Pameran FIME Florida AS Tembus Rp 85 Miliar

2 hari lalu

Potensi Transaksi Produk Alat Kesehatan RI di Pameran FIME Florida AS Tembus Rp 85 Miliar

Potensi transaksi produk medis buatan perusahaan Indonesia di pameran FIME di Florida, AS, mencapai US$ 5,7 juta atau lebih dari Rp 85 miliar.


Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan yang Merugikan Negara Rp 78 Triliun, Berikut Profil Surya Darmadi

3 hari lalu

Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan yang Merugikan Negara Rp 78 Triliun, Berikut Profil Surya Darmadi

Kejagung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan kelapa sawit yang merugikan negara sebesar Rp 78 triliun.


Singapura Nyatakan Tak Menampung Tersangka Korupsi Surya Darmadi

3 hari lalu

Singapura Nyatakan Tak Menampung Tersangka Korupsi Surya Darmadi

Kementerian Luar Negeri Singapura memastikan bahwa tersangka korupsi Surya Darmadi tidak berada di negaranya.


Kasus Korupsi Asabri, Teddy Tjokrosapoetro Divonis 12 Tahun Penjara

6 hari lalu

Kasus Korupsi Asabri, Teddy Tjokrosapoetro Divonis 12 Tahun Penjara

Teddy Tjokrosapoetro dinilai terbukti melakukan perbuatan korupsi pengelolaan dana di PT Asabri. Dia divonis 12 tahun penjara.


Cerita Perusahaan Menang Lelang Aset BLBI Sejak 4 Tahun Lalu tapi Belum Terima Barang Hingga Kini

6 hari lalu

Cerita Perusahaan Menang Lelang Aset BLBI Sejak 4 Tahun Lalu tapi Belum Terima Barang Hingga Kini

PT Wana Mekar Kharisma Properti (WMKP) meminta Kejagung menyerahkan barang lelang yang merupakan aset BLBI yang dimenangkan sejak empat tahun lalu.


Soal Sidang Perdana Indra Kenz, PN Tangerang: JPU-nya 22 Orang

6 hari lalu

Soal Sidang Perdana Indra Kenz, PN Tangerang: JPU-nya 22 Orang

PN Tangsel menyatakan kejaksaan menyiapkan 22 Jaksa Penuntut Umum untuk mendakwa Indra Kenz.


Korupsi Surya Darmadi Rugikan RI Rp 78 Triliun, Kepala PPATK Blak-blakan Soal Pemblokiran Aset

6 hari lalu

Korupsi Surya Darmadi Rugikan RI Rp 78 Triliun, Kepala PPATK Blak-blakan Soal Pemblokiran Aset

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memastikan, terlibat aktif mengusut kasus Surya Darmadi, tersangka kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit.


Indra Kenz Segera Disidang di Pengadilan Negeri Tangerang

6 hari lalu

Indra Kenz Segera Disidang di Pengadilan Negeri Tangerang

Indra Kenz adalah bekas afiliator aplikasi binary option Binomo. Disangka menipu dengan menawarkan keuntungan investasi bodong Binomo.


Indra Kenz Akan Jalani Sidang di Pengadilan Negeri Tangerang

6 hari lalu

Indra Kenz Akan Jalani Sidang di Pengadilan Negeri Tangerang

Indra Kenz disangka menipu dengan menawarkan keuntungan investasi bodong Binomo.