PDIP Belum Mau Bicara Capres dan Koalisi, Pengamat: Bagian dari Strategi

Reporter

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah) berjalan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menduga sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ogah bicara koalisi atau calon presiden 2024 merupakan sebuah strategi menunggu dan memantau pergerakan lawan.

"Saya kira, bisa jadi itu adalah bagian dari strategi PDIP untuk melihat pergerakan kandidat-kandidat lain atau partai lain. Mereka wait and see," ujar Arya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 28 Mei 2022.

Kemungkinan kedua, ujar Arya, PDIP sedang melihat perkembangan internal dan juga peluang kandidat serta formasi koalisi yang akan dibentuk. Menurut dia wajar saja jika PDIP tidak buru-buru memulai manuver seperti partai lain karena partai berlambang banteng itu punya modal politik berupa 25 persen kursi DPR RI untuk bisa mengusung calon presiden sendiri.

"Jadi PDIP ini beda dengan partai lain seperti Golkar atau NasDem, mereka harus berkoalisi untuk mengusung capres, sehingga mereka sejak awal perlu memastikan sikap partai-partai lain. Sementara PDIP, mereka bisa langsung mengusung calon sendiri," tuturnya.

Kendati demikian, ujar Arya, tentu tetap ada risiko kandidat potensial PDIP dicolek partai lain jika terlalu lama mengumumkan calon presiden. "Bisa saja Ganjar ditarik partai lain, meski dari sisi Ganjar, saya enggak yakin dia akan mbalelo," tuturnya.

Sebelumnya PDIP menyatakan tidak ingin ikut-ikutan partai lain yang sudah mulai bermanuver menjelang Pilpres 2024. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyadari sejumlah partai sudah mulai bersiap-siap menghadapi kontestasi Pilpres 2024 mendatang, ada yang sudah membentuk koalisi seperti Golkar, PAN, dan PPP, dan adapula yang akan mengumumkan calon presiden seperti Partai NasDem. Namun PDIP mengaku tidak takut ketinggalan kereta.

Ia menyebut, PDIP memiliki modal kuat sebagai satu-satunya partai yang bisa mengajukan calon presiden sendirian tanpa berkoalisi di Pemilihan Presiden 2024. Untuk itu, kata dia, PDIP tidak sibuk bermanuver menjelang Pilpres 2024.

"PDIP bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu. Jadi yang kami lakukan saat ini adalah bagaimana fokus mewujudkan kepercayaan rakyat itu untuk mendapat dukungan yang lebih besar lagi. Dan karena itulah, kami tidak ikut dansa-dansa politik," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Mei 2022.

DEWI NURITA

Baca Juga: PDIP Belum Tentukan Arah Koalisi Pemilu 2024, Djarot: Pemilu Masih Lama

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Survei LSI Denny JA Beberkan Alasan Poros Ketiga Tak Kunjung Terbentuk

4 jam lalu

Survei LSI Denny JA Beberkan Alasan Poros Ketiga Tak Kunjung Terbentuk

Dalam rilis survei terbarunya, LSI Denny JA menyebut poros ketiga menjelang Pilpres 2024 hingga kini belum terbentuk karena masih terlihat rumit.


Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

8 jam lalu

Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

LSI menyatakan sampai saat ini hanya dua poros utama yang telah memiliki 'tiket pilpres' atau mengusung pasangan capres - cawapres di Pemilu 2024


Pengamat Politik Anggap Sekarang Waktu yang Tepat untuk Buat Koalisi Baru

11 jam lalu

Pengamat Politik Anggap Sekarang Waktu yang Tepat untuk Buat Koalisi Baru

Pengamat menganggap tidak perlu berlama-lama menunggu deklarasi koalisi poros baru. Momentum saat ini untuk berkoalisi jangan sampai terlambat.


Sidang Praperadilan Mardani H Maming Vs KPK Digelar Mulai 12 Juli 2022

1 hari lalu

Sidang Praperadilan Mardani H Maming Vs KPK Digelar Mulai 12 Juli 2022

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengeluarkan jadwal sidang praperadilan Mardani H Maming yang menggugat penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.


Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

1 hari lalu

Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

Poros Ketiga Pilpres 2024 diprediksi akan dibentuk oleh Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat. Ketiganya memiliki visi yang sama.


Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

1 hari lalu

Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

Airlangga menginstruksikan pengurus partainya untuk menjalin kerja sama politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan PPP dan PAN hingga akar rumput


Soal Keputusan Koalisi, Demokrat Ingin Serap Aspirasi Kader dan Respons Publik

1 hari lalu

Soal Keputusan Koalisi, Demokrat Ingin Serap Aspirasi Kader dan Respons Publik

Demokrat sudah memiliki skema koalisi untuk Pemilu 2024. Ada agenda pertemuan terbuka lanjutan, namun jadwal masih dirahasiakan.


Pengamat Melihat NasDem, Demokrat, PKS Punya Keinginan Sama Lawan Dominasi PDIP di Pilpres

2 hari lalu

Pengamat Melihat NasDem, Demokrat, PKS Punya Keinginan Sama Lawan Dominasi PDIP di Pilpres

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai NasDem, PKS, dan Demokrat memiliki kesamaan kepentingan untuk berkoalisi.


Pengamat: Koalisi Gerindra-PKB Cuma Berdua jika Dikunci Prabowo Capres-Cak Imin Cawapres

2 hari lalu

Pengamat: Koalisi Gerindra-PKB Cuma Berdua jika Dikunci Prabowo Capres-Cak Imin Cawapres

Pengamat politik Ujang Komarudin melihat kecil kemungkinan partai lain masuk bila Gerindra-PKB sudah mengunci Prabowo capres dan Cak Imin cawapres.


Gaduh Penutupan Holywings, Ekonom: Pisahkan Masalah Izin dan Urusan Etika Usaha

2 hari lalu

Gaduh Penutupan Holywings, Ekonom: Pisahkan Masalah Izin dan Urusan Etika Usaha

Ekonom meminta kasus penutupan Holywings mengatakan izin usaha memang tidak mudah meski pemerintah berupaya memudahkannya.