Deretan Peristiwa di Gedung DPR: Tembakan, Demo Reformasi Dikorupsi, Ade Armando

Reporter

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 19 September 2019. Dalam aksinya mereka menolak Revisi UU KPK yang baru saja disahkan oleh DPR RI. ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) adalah salah satu simbol pemerintahan Indonesia. Oleh karena itu, banyak peristiwa, khususnya aksi unjuk rasa, yang sering digelar di kawasan gedung DPR RI.

Peristiwa paling fenomenal adalah ketika mahasiswa pada 1998 menduduki gedung dengan bentuk kubah setengah lingkaran tersebut mengawali era reformasi. Dalam peristiwa ini, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus bergabung menduduki gedung DPR/MPR untuk mendesak Soeharto mundur. Aksi ini dilakukan setelah terjadinya penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998, yang membuat seluruh lapisan masyarakat Indonesia berduka dan marah.

Rangakain Peristiwa Fenomenal di Gedung DPR

Namun, selain peristiwa reformasi yang fenomenal, ada banyak peristiwa fenomenal lain yang terjadi di Gedung DPR. Dirangkum dari laman tempo.co, berikut diantaranya.

1. Tembakan di Ruang Kerja Anggota DPR

Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Wenny Warrouw, mengatakan telah terjadi penembakan di ruangannya di lantai 16 Gedung Nusantara I DPR pada hari ini, Senin, 15 Oktober 2018.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.35 . "Iya ada penembakan, saya sekarang di ruangan," kata Wenny ketika dihubungi.

Saat ada penembakan itu, Wenny mengatakan dia tengah berada di dalam ruangan bersama Pendeta Roring dan Ajun Komisaris Besar Polisi Ronald. Menurut dia, peluru meluncur melewati atas kepala Pendeta Roring dalam jarak sekitar 10 centimeter.

Selain di ruangan Wenny, penembakan terjadi di ruangan anggota Komisi Hukum, Bambang Heri Purnama. Ruangan politikus Partai Golkar dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan ini terletak di lantai 13 Gedung Nusantara I DPR.

Dari keterangan pihak kepolisian, peluru tersebut berasal dari lapangan tembak yang tengah berlatih di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat.

2. Demonstrasi #ReformasiDikorupsi

Gelombang massa berdatangan ke depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa, 20 September 2019 untuk berdemonstrasi. Di antaranya adalah serikat buruh dan beberapa organisasi mahasiswa dari berbagai kampus.

Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu menyampaikan mosi tak percaya kepada DPR. Mosi ini disampaikan lantaran parlemen tak menggubris kritik masyarakat soal revisi UU KPK yang akhirnya disahkan DPR. Mereka merasa reformasi telah dikorupsi.

Mahasiswa juga mengkritik DPR yang seolah tutup telinga terhadap tuntutan penundaan pengesahan RKUHP. Selain itu, mahasiswa dan serikat buruh juga menuntut agar UU Omnibus Law dicabut. UU Cipta Kerja itu dianggap bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sehingga berpotensi merugikan kaum buruh.

3. Pengeroyokan Ade Armando

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dikeroyok oleh sejumlah orang saat menghadiri demo mahasiswa di depan Gedung MPR/DPR Senayan, Senin, 11 April 2022. Ade dikeroyok oleh massa sekitar pukul 16.00.

Sebelum dikeroyok, Ade terlihat berkeliling di sekitar area Senayan dari pukul 13.00. Tempo sempat berpapasan dengan Ade di depan Gedung TVRI. Saat itu, ia sedang ditemani oleh timnya dan terlihat membawa kamera.

Setelah kejadian itu, Ade terlihat dibawa oleh seseorang yang berusaha mengamankannya dari kemarahan massa non-mahasiswa. Namun bukannya selamat, Ade justru semakin dikerubungi oleh warga.

Ade Armando yang sudah babak belur, kemudian diselamatkan oleh beberapa polisi berpakaian preman. Ia dibopong masuk ke dalam Gedung DPR RI melalui gerbang kecil di bagian depan untuk kemudian mendapat perawatan.

NAUFAL RIDHWAN ALY 

Baca: Reformasi Dikorupsi, Mahasiswa Bergerak

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

1 jam lalu

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

Politikus Partai NasDem Taufik Basari menganggap polisi tidak berempati lantaran menetapkan mahasiswa UI yang tewas ditabrak jadi tersangka.


Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

2 jam lalu

Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

Food estate menjadi Program Strategis Nasional 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan di dalam negeri.


Dinasti Politik Keluarga Jokowi Mencuat, DPR Disarankan Bikin Aturan Khusus

11 jam lalu

Dinasti Politik Keluarga Jokowi Mencuat, DPR Disarankan Bikin Aturan Khusus

Aturan soal dinasti politik dinilai perlu dibuat setelah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menyatakan juga ingin masuk ke dunia politik.


Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

20 jam lalu

Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

Audi A6 dan A8 memang memiliki desain yang cukup mirip. Lalu apa bedanya mobil mewah tersebut, yang diduga menabrak mahasiswa Cianjur?


Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

20 jam lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Wakil Ketua MPR Bilang Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik

1 hari lalu

Wakil Ketua MPR Bilang Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik

Perpanjangan masa jabatan kepala desa merupakan bagian dari aspirasi yang ada di tengah masyarakat yang terbuka dibahas oleh DPR.


Memphis Bubarkan Unit Polisi setelah Pemukulan Fatal

2 hari lalu

Memphis Bubarkan Unit Polisi setelah Pemukulan Fatal

Para pengkritik mengatakan tim polisi khusus semacam ini cenderung menggunakan taktik-taktik kekerasan.


4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

2 hari lalu

4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

Politikus Golkar menanggapi kasus dugaan korupsi BTS Kominfo. Kasus itu memasuki babak baru dengan ditetapkannya empat orang tersangka oleh Kejagung.


Sri Mulyani: Insentif Kendaraan Listrik Sudah Tahap Finalisasi, Tunggu Restu DPR

2 hari lalu

Sri Mulyani: Insentif Kendaraan Listrik Sudah Tahap Finalisasi, Tunggu Restu DPR

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan komentar terkait rencana insentif kendaraan listrik di Indonesia pada tahun ini.


DPR Sebut Kebijakan Utang Pemerintah Tak Melanggar Undang-undang

3 hari lalu

DPR Sebut Kebijakan Utang Pemerintah Tak Melanggar Undang-undang

Said Abdullah menegaskan tak ada norma peraturan perundang-undangan yang dilanggar oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakan utang.