Puan Maharani Dinilai Sedang Atur Strategi Menjelang Pilpres 2024

Reporter

Editor

Febriyan

Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Dok/Man

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesi, Ujang Komarudin menduga Ketua DPR RI Puan Maharani tengah mengatur strategi untuk menarik simpati masyarakat pada Pilpres 2024. Ia mengatakan Puan perlu mengatur strategi karena kontestasi Pilpres ibarat lari maraton yang membutuhkan strategi untuk menghemat energi.

Ujang menanggapi soal langkah Puan yang tak semasif calon lainnya dalam menyapa masyarakat. Dia menilai cucu dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, tersebut tengah menghemat energii agar bisa sampai garis finis.

“Pilpres ibarat lari maraton. Di awali dengan atur star dengan baik, lalu lari kencang, dan perlu jalan santai sedikit agar tak kehabisan nafas, lalu lari lagi agar sampe garis finis,” katanya kepada Tempo, Rabu sore, 25 Mei 2022.

Ujang mengatakan bisa saja Puan telah turun secara masif ke masyarakat dan kini perlu beristirahat, santai, serta mengatur nafas dan strategi agar bisa lari kencang menyapa rakyat.

“Karena jika kencang terus, gas terus, bisa kehabisan tenaga dan ketika akan finis sudah kecapean dan bisa kalah,” katanya.

Selain itu, Ujang menduga PDI Perjuangan sengaja ‘menyimpan’ Puan untuk membuat gebrakan pada kontestasi politik yang akan digelar Februari 2024 sembari memantau dinamika politik yang berkembang.

“Mungkin saja, disimpan dulu, istirahat dulu, santai dulu, sambil melihat dinamika politik yang berkembang. Disimpan tuk muncul lagi. Diam, atur strategi dulu untuk bergerak lagi nanti. Perlu atur nafas karena pertandingan masih panjang jalannya,” ujarnya.

Meskipun demikian, Ujang menilai Puan perlu mengubah gaya komunikasi politiknya agar lebih alamiah. Menurut dia, selama ini Puan terlihat canggung di muka publik.

“Jangan kaku. Perlu relax ketika bertemu dan menyapa rakyat. Perlu gaya baru yang lebih santai agar bisa diterima rakyat. Dan juga agar tak diolok-olok oleh netizen,” ucapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) kedua pada 10-13 Juni 2022. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan rakernas akan membahas strategi partai ke depannya.

“Dalam rakernas itulah kita akan bahas keseluruhan aspek-aspek strategis bagi masa depan dan negara,” ujarnya.

Hasto menyebutkan PDIP tidak terburu-buru menentukan sikap untuk Pemilu 2024 dan masih fokus bekerja di tengah tantangan dunia seperti penanganan pandemi Covid dan perang Rusia-Ukraina.

“Prioritas bagi PDI Perjuangan sekarang adalah bekerja untuk rakyat, turun ke bawah, memberikan energi terbaik di tengah tantangan global yang tidak mudah,” ucap Hasto.

Puan Maharani merupakan salah satu calon presiden yang berpotensi diusung oleh PDI Perjuangan. Meskipun demikian, putri dari Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarno Putri itu disebut masih belum memiliki elektabilitas yang mencukupi. Sejumlah lembaga survei bahkan menilai Puan sangat jauh tertinggal dari politikus PDI Perjuangan lainnya, Ganjar Pranowo.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini 






Peluang Berkoalisi dengan PKB dan Gerindra, PKS: Masih Panjang Ceritanya

1 jam lalu

Peluang Berkoalisi dengan PKB dan Gerindra, PKS: Masih Panjang Ceritanya

PKS masih berkomunikasi dengan PKB dan Partai Gerindra yang bakal resmi berkoalisi. Komunikasi diklaim masih terus berjalan karena iklim politik masih dinamis.


Gugat Aturan Presidential Threshold 20 Persen, PKS: Materi yang Kami Ajukan Cukup Kuat

2 jam lalu

Gugat Aturan Presidential Threshold 20 Persen, PKS: Materi yang Kami Ajukan Cukup Kuat

PKS optimistis gugatannya bisa menurunkan Presidential Threshold di rentang 7-9 persen.


Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

2 jam lalu

Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

LSI menyatakan sampai saat ini hanya dua poros utama yang telah memiliki 'tiket pilpres' atau mengusung pasangan capres - cawapres di Pemilu 2024


Daftar Gugatan ke MK, PKS Ingin Presidential Threshold 7-9 Persen

3 jam lalu

Daftar Gugatan ke MK, PKS Ingin Presidential Threshold 7-9 Persen

PKS ingin presidential threshold di rentang 7-9 persen. Angka tersebut dianggap sebagai titik tengah agar dikabulkan Mahkamah Konstitusi.


Puan Maharani Dorong Kolaborasi Bantu Telur Asin

3 jam lalu

Puan Maharani Dorong Kolaborasi Bantu Telur Asin

Telur asin sudah mendapatkan pengakuan nasional dengan diterbitkannya sertifikat warisan budaya tak benda pada tahun 2020.


Relawan Mak Ganjar Jabodetabek Gelar Zikir Dukung Gubernur Jawa Tengah Jadi Presiden 2024

13 jam lalu

Relawan Mak Ganjar Jabodetabek Gelar Zikir Dukung Gubernur Jawa Tengah Jadi Presiden 2024

Relawan Mak Ganjar Jabodetabek menggelar acara zikir dan doa bersama agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dapat menjadi presiden.


Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

1 hari lalu

Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

Poros Ketiga Pilpres 2024 diprediksi akan dibentuk oleh Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat. Ketiganya memiliki visi yang sama.


PKB Tetap Kukuh Usung Muhaimin Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

1 hari lalu

PKB Tetap Kukuh Usung Muhaimin Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

Pernyataan Jazilul tersebut menjawab spekulasi bahwa Prabowo Subianto lebih baik didampingi Khofifah Indar Parawansa sebagai wakil presiden.


Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

1 hari lalu

Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

Airlangga menginstruksikan pengurus partainya untuk menjalin kerja sama politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan PPP dan PAN hingga akar rumput


Puan Maharani Diminta Megawati Rajin Keliling Daerah

2 hari lalu

Puan Maharani Diminta Megawati Rajin Keliling Daerah

Puan menyebut, ia menggantikan kebiasaan Megawati agar tidak lagi berkeliling, karena kondisi sang ibu sudah tidak memungkinkan untuk aktif ke bawah.