Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi DPR, Pengamat: Kelihatannya Berat

Reporter

M. Faiz Zaki

Editor

Febriyan

Minggu, 22 Mei 2022 12:54 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat melantik pengurus DPD Jawa Timur, Jumat, 22 April 2022. dok. Demokrat

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai target Partai Demokrat untuk mendapatkan 15 persen kursi DPR RI pada Pemilu 2024 cukup berat. Sebab jejak masa lalu kadernya yang tersandung korupsi juga mempengaruhi.

“Namun kelihatannya berat untuk mencapai target 15 persen. Suara PD (Partai Demokrat) mungkin saja akan naik, karena mereka menjadi partai oposisi. Tapi untuk mencapai 15 persen tetap berat,” katanya saat dihubungi, Minggu, 22 Mei 2022.

Ujang menilai, kasus korupsi yang mendera sejumlah kader Demokrat di masa lalu berdampak pada citra partai selama ini. Hal itu, menurut dia, terlihat jelas pada Pemilu 2014 dimana Demokrat masih kesulitan mermaih 10 persen suara.

“Jadi jejak korupsi kadernya di masa lalu, membuat PD tersandera oleh pemilih,” tuturnya.

Sejumlah kasus korupsi memang sempat mendera partai berlambang bintang Mercy itu. Mulai dari mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum, Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, hingga anggota DPR RI Angelina Sondakh terciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus proyek Wisma Atlet Hambalang, Sentul, hingga Wisma Atlet Jakabaring, Palembang.

Meski begitu, Ujang berpendapat suara Demokrat pada Pemilu 2024 masih bisa meningkat. Hal itu, menurut dia, tergantung dari kerja keras seluruh calon legislatif dan para kader partai tersebut. 

“Namanya juga target jadi harus tinggi, soal hasilnya nanti apakah sesuai target atau tidak ya harus terima,” ujarnya.

Sedangkan untuk partai pesaing yang saat ini berkuasa, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ujang menilai mereka sudah belajar dari kasus yang melibatkan kader Partai Demokrat. Karena PDIP dinilai bisa menyeimbangkan isu yang sedang didukung oleh publik, seperti menolak Presiden Joko Widodo tiga periode.

“Banyak kader PDIP tersandung kasus korupsi dan itu membuat PDIP tercoreng citranya. Namun PDIP masih bisa mem-balancing kasus korupsi, dengan cara mengangkat isi yang didukung publik,” katanya.

Sejumlah kader PDI Perjuangan juga memang tak lepas dari kasus korupsi pada periode kali ini. Menteri Sosial Juliari Batubara tersandung kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 dan telah dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada tahun lalu.

Selain itu, masih ada juga kasus suap terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menjerat kader partai banteng, Harun Masiku. Harun hingga saat ini bahkan masih berstatus buronan KPK. 

Sebelumnya, Partai Demokrat menyatakan ingin mengembalikan kejayaan mereka seperti pada Pemilu 2009. Wakil Ketua Umum Benny K Harman menyatakan mereka mematok angka 15 persen atau sekitar 90 kursi di DPR RI pada Pemilu 2024.

Baca: Partai Demokrat Beri Sinyal Pujian ke Jokowi Soal Penanganan Covid-19






Pengamanan SIPOL untuk Pemilu 2024 Dibikin Dua Lapis

12 jam lalu

Pengamanan SIPOL untuk Pemilu 2024 Dibikin Dua Lapis

Pengamanan ini sebagai pencegahan hilang atau bocornya data-data partai politik peserta Pemilu 2024.


KPU Resmi Luncurkan SIPOL Untuk Pemilu 2024

13 jam lalu

KPU Resmi Luncurkan SIPOL Untuk Pemilu 2024

Layanan perangkat lunak yang berbasis website ini bakal mendata berbagai informasi penting partai politik peserta Pemilu 2024.


Suharso Monoarfa Percaya Diri Nyapres Meskipun Sempat Didemo Kader Sendiri

1 hari lalu

Suharso Monoarfa Percaya Diri Nyapres Meskipun Sempat Didemo Kader Sendiri

Ketua DPP PPP Syarifah Amelia mengatakan Suharso Monoarfa selaku ketua umum tetap percaya diri maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.


KPU Luncurkan SIPOL untuk Pendaftaran dan Verifikasi Parpol Peserta Pemilu 2024

1 hari lalu

KPU Luncurkan SIPOL untuk Pendaftaran dan Verifikasi Parpol Peserta Pemilu 2024

KPU meluncurkan lagi SIPOL terbaru untuk pendaftaran peserta Pemilu 2024. Ada sejumlah ketentuan yang berbeda menurut aturan main presidential threshold.


Soal Radikalisme, Atheis, dan Khilafah, Surya Paloh: No, Tidak dan Tidak

1 hari lalu

Soal Radikalisme, Atheis, dan Khilafah, Surya Paloh: No, Tidak dan Tidak

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan partainya menentang adanya sikap radikalisme dan atheis.


Konflik Cak Imin Vs Yenny Wahid, Begini Sejarahnya

1 hari lalu

Konflik Cak Imin Vs Yenny Wahid, Begini Sejarahnya

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali berseteru Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid. Muhaimin atau yang kerap dipanggil Cak Imin menyindir Yenny karena gagal mengurus partainya dan meminta Yenny tak ikut campur soal urusan partainya.


PDIP Belum Umumkan Capres, Megawati: Perhitungan Saya Belum Selesai

2 hari lalu

PDIP Belum Umumkan Capres, Megawati: Perhitungan Saya Belum Selesai

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap alasannya belum mengumumkan calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024.


JK Kunjungi SBY di Cikeas Sambil Melihat-lihat Lukisan

2 hari lalu

JK Kunjungi SBY di Cikeas Sambil Melihat-lihat Lukisan

SBY memperlihatkan sejumlah karya lukisnya kepada JK saat berkunjung. Keduanya juga bertukar pikiran soal masa depan bangsa.


Bertemu Surya Paloh, AHY: Demokrat Belum Ingin Bahas Komposisi Capres-Cawapres

2 hari lalu

Bertemu Surya Paloh, AHY: Demokrat Belum Ingin Bahas Komposisi Capres-Cawapres

AHY mengakui pertemuan dia dengan Surya Paloh salah satunya membahas 3 nama capres yang diusulkan di Rakernas NasDem.


AHY Temui Surya Paloh, Willy Aditya: Bakal Bahas Tiga Nama Capres NasDem

2 hari lalu

AHY Temui Surya Paloh, Willy Aditya: Bakal Bahas Tiga Nama Capres NasDem

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan kunjungannya menemui Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh untuk membahas mengenai tiga nama calon presiden atau capres hasil Rakernas NasDem beberapa hari lalu. AHY beserta rombongan terlihat mendatangi Gedung NasDem di Menteng pada Kamis siang, 23 Juni 2022. sekitar pukul 11.00 dan disambut Ketua DPP NasDem Willy Aditya.