Kemenkes Sebut Kasus Dugaan Hepatitis Akut Jadi 14 Kasus, 6 Orang Meninggal

Reporter

M. Faiz Zaki

Editor

Amirullah

Rabu, 18 Mei 2022 19:37 WIB

Ilustrasi hepatitis. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengumumkan dugaan kasus hepatitis akut menjadi 14 orang dari sebelumnya 18 orang. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, data tersebut diperbarui pada 17 Mei 2022 yang terdiri dari 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.

“Ini perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya tanggal 15 atau 16 Mei itu, ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga dia kasusnya discarded,” kata Syahril saat konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu, 18 Mei 2022.

Dia merinci, satu kasus probable pemeriksaan Hepatitis A, B, C, dan E adalah non-reaktif, dan patogen lainnya juga negatif. Sedangkan 13 kasus pending classification, ada satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus di Sumatera Barat, tujuh kasus di DKI Jakarta, satu kasus di Jambi, dan tiga kasus di Jawa Timur.

Syahril menjelaskan, kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah lima tahun ada tujuh kasus, 6-10 tahun ada dua kasus, dan 11-16 tahun ada lima kasus. Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, ada enam kasus meninggal dunia, empat kasus masih dirawat, dan empat kasus sudah dipulangkan.

Upaya yang dilakukan melalui surveilans, kata Syahril, analisa patogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS), yang mana dengan cara itu akan terlihat varian virus yang tampak. Lalu akan dibuat pelaporan dengan New All Record (NAR).

“Kemudian upaya terapeutik kita sudah menyusun pedoman tata laksana kasus hepatitis ini bersama IDAI dan juga komite ahli yang telah dibentuk oleh Kemenkes,” ujarnya.

Syahril mengatakan, tanggal 13 Mei 2022 sudah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas layanan kesehatan. Kemenkes telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel untuk para pasien yang diduga hepatitis.

“Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkan ketersediaan reagen atau KIT-nya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR, baik panel respiratori maupun gastrointestinal,” katanya.

FAIZ ZAKI






Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

1 jam lalu

Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

Monkeypox atau cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan atau dari hewan ke manusia.


Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

2 jam lalu

Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

Berdasarkan data pemerintah hingga Sabtu, 25 Juni pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 1.831 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.


Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

9 jam lalu

Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

Kasus Covid-19 disebut masih terkendali. Angka positivity rate di bawah 5 persen.


16 Pasien Probable Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Patogen Terbanyak

11 jam lalu

16 Pasien Probable Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Patogen Terbanyak

Dari 16 kasus probable hepatitis akut di Indonesia, patogen paling banyak ditemukan adalah Cytomegalovirus (CMV).


Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Waspadai Juga Penyakit Menular Lain

4 hari lalu

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Waspadai Juga Penyakit Menular Lain

Semua pihak diminta mewaspadai kenaikan kasus COVID-19 dan penyakit menular lain. Berikut imbauan PB IDI.


Update Covid-19 Hari Ini: Kasus Positif 1.242, Meninggal 8 Orang

10 hari lalu

Update Covid-19 Hari Ini: Kasus Positif 1.242, Meninggal 8 Orang

Pasien meninggal akibat Covid-19 hari ini sebanyak 8 orang.


Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Variants of Concern di Eropa, Pakar: Waspada Lansia

11 hari lalu

Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Variants of Concern di Eropa, Pakar: Waspada Lansia

Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan akan menjadi dominan di Eropa dalam minggu-minggu mendatang.


Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia, Begini Ciri-ciri Gejalanya

12 hari lalu

Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia, Begini Ciri-ciri Gejalanya

Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal 2022 dan sekarang menjadi varian dominan di sana.


Kemenkes Sebut 4 Orang Positif Terpapar Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

14 hari lalu

Kemenkes Sebut 4 Orang Positif Terpapar Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.


Kemenkes Sebut Melonjaknya Kasus Covid-19 karena Ditemukan Subvarian Baru

15 hari lalu

Kemenkes Sebut Melonjaknya Kasus Covid-19 karena Ditemukan Subvarian Baru

Kementerian Kesehatan merilis data yang memaparkan kembali naiknya kasus Covid-19 pasca-libur Lebaran 2022.