Kementan - FAO Canangkan Program Pertanian Keluarga Pekarangan, ini Alasannya

Reporter

Tempo.co

Rabu, 18 Mei 2022 10:42 WIB

Kegiatan Pertanian Keluarga di Pesantren At-Thariq, Garut Jawa Barat. Dok.FAO Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian telah mengambil inisiatif untuk mengimplementasikan Pertanian Keluarga Pekarangan untuk Pangan Berkelanjutan sebagai salah satu program inisiatif unggulan. Program tersebut disampaikan dalam lokakarya “Diskusi Multipihak Rencana Aksi Nasional dan Rencana Strategis Nasional Pertanian Keluarga” bersama perwakilan penggiat keluarga dari organisasi petani serta Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Jakarta pada Selasa, 17 Mei 2012.

Pertemuan yang diadakan secara hibrid untuk membahas pertanian keluarga sebagai salah satu prioritas nasional di Indonesia itu turut dihadiri instansi pemerintah. Antara lain, pejabat dari beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappennas, Bapangnas, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Pertemuan tersebut membahas bagaimana melangkah maju untuk menyelesaikan rancangan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pertanian Keluarga dan kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis. “Kebijakan yang efektif akan memperkuat pertanian keluarga untuk menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan saat ini”, kata Perwakilan FAO Rajendra Aryal di Indonesia dan Timor Leste, seperti dikutip dari siaran Pers FAO, Selasa, 17 Mei 2022.

Menurut Aryal, sangat penting untuk membangun dan memperkuat kebijakan, investasi, dan kerangka kelembagaan yang mendukung untuk pertanian keluarga di tingkat nasional dan sub-nasional. Pertanian Keluarga harus dilaksanakan secara terpadu dengan tata kelola yang inklusif dan efektif. Berdasarkan data yang relevan secara geografis dan tepat waktu.

Lokakarya ini dimaksudkan untuk menggerakkan konsensus nasional lintas pihak. Tujuannya, menjadikan pertanian keluarga sebagai sebuah prioritas nasional yang didukung oleh berbagai kementerian dan organisasi Petani. Hasil diskusi akan menjadi bagian penting dari finalisasi RAN Pertanian Keluarga dan Rencana Aksi Strategisnya.

Sementara itu, menurut siaran pers FAO, pertanian sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pertanian menyumbang 14 persen dari Pendapatan Domestik Bruto atau PDB. Sekitar 93 persen petani Indonesia merupakan pertanian keluarga skala kecil. Mereka bercocok tanam di lahan sederhana dengan luas rata-rata 0,6 hektare. FAO menyebut, Petani di Indonesia merupakan bagian penting dari petani Asia Pasifik yang 70 persennya adalah pertanian keluarga. Pertanian keluarga menghasilkan 80 persen pangan di kawasan.

Majelis Umum PBB mencanangkan Dekade Pertanian Keluarga PBB 2019-2028 (UNDFF) sejak 2017. Program ini sebagai kerangka kerja bagi negara-negara untuk mengembangkan kebijakan publik dan investasi untuk mendukung pertanian keluarga. Dekade Pertanian Keluarga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berkontribusi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan cara yang inklusif, kolaboratif, dan koheren, menurut FAO.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Kementan dan FAO Lakukan Vaksinasi Sapi Serentak di Riau untuk Cegah LSD

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Krisis Pangan Global, Retno Marsudi Tawarkan 2 Solusi

5 jam lalu

Krisis Pangan Global, Retno Marsudi Tawarkan 2 Solusi

Dalam sebuah rapat di Jerman, Retno Marsudi menyampaikan jalan keluar dari krisis pangan global yang diperburuk oleh perang Ukraina


Nicole Kidman Ingatkan Keith Urban Momen Pernikahan Mereka di Anniversary ke-16

8 jam lalu

Nicole Kidman Ingatkan Keith Urban Momen Pernikahan Mereka di Anniversary ke-16

Nicole Kidman berikan pesan romantis di hari pernikahan yang ke-16 dengan Keith Urban


Badan Pangan Sebut Harga Telur Ayam Rp 30 Ribu per Kilogram Sudah Ideal

11 jam lalu

Badan Pangan Sebut Harga Telur Ayam Rp 30 Ribu per Kilogram Sudah Ideal

Kenaikan harga telur terjadi akibat meningkatnya ongkos produksi jagung pakan dan bahan impor lainnya.


Fadli Zon: Kebijakan Pangan Jangan Gunakan Pendekatan Petugas Pemadam Kebakaran

1 hari lalu

Fadli Zon: Kebijakan Pangan Jangan Gunakan Pendekatan Petugas Pemadam Kebakaran

Ketua HKTI Fadli Zon mengatakan kebijakan pangan nasional ke depannya selayaknya tidak bisa lagi menggunakan pendekatan petugas pemadam kebakaran.


Menteri Suharso Tinjau Ekosistem Pangan dan Pertanian di Amerika Serikat

1 hari lalu

Menteri Suharso Tinjau Ekosistem Pangan dan Pertanian di Amerika Serikat

Suharso Monoarfa mengawali kunjungannya dengan melihat teknologi pangan di Syngenta Woodland Vegetable Facility, California, Amerika Serikat.


Kementan Salurkan 37 Ribu Dosis Vaksin PMK di Lampung

1 hari lalu

Kementan Salurkan 37 Ribu Dosis Vaksin PMK di Lampung

Kementerian Pertanian menyalurkan 37 ribu dosis vaksin PMK di Provinsi Lampung.


Berikut Cara Membeli Minyak Goreng Melalui Aplikasi Pedulilindungi

1 hari lalu

Berikut Cara Membeli Minyak Goreng Melalui Aplikasi Pedulilindungi

Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi Holding Pangan ID FOOD Adhi Cahyono Nugroho memerinci bahwa alur pembelian minyak goreng curah rakyat dengan aplikasi.


ID Food Akan Bangun 150 Stock Point Minyak Goreng di Seluruh Jakarta

1 hari lalu

ID Food Akan Bangun 150 Stock Point Minyak Goreng di Seluruh Jakarta

Holding BUMN Pangan ID Food akan memasang 150 stock point atau toren penampung pasokan minyak goreng di seluruh PD Pasar Jaya, Jakarta.


Politikus PKS Minta Presiden Serius Antisipasi Krisis Pangan: Tanda-tanda Semakin Terasa

2 hari lalu

Politikus PKS Minta Presiden Serius Antisipasi Krisis Pangan: Tanda-tanda Semakin Terasa

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Hermanto meminta Presiden Joko Widodo serius mengantisipasi krisis pangan yang sudah diambang mata.


Pemda Gelar Vaksinasi PMK Perdana di Sleman, Diprioritaskan untuk Sapi Perah

2 hari lalu

Pemda Gelar Vaksinasi PMK Perdana di Sleman, Diprioritaskan untuk Sapi Perah

Vaksinasi PMK perdana di Dusun Srunen, Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, itu menargetkan 3.100 dosis diberikan hingga 5 Juli 2022.