Bareskrim Polri Tangkap Daniel Abe yang Jadi DPO di Kasus DNA Pro

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan (tengah) menunjukkan barang bukti saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penipuan investasi robot trading Viral Blast Global di Jakarta, Senin, 21 Februari 2022. Dalam kasus tersebut, polisi telah menangkap tiga tersangka dan sejumlah barang bukti, sementara satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengumumkan, telah berhasil menangkap Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe salah satu tersangka kasus penipuan menggunakan robot trading DNA Pro yang buron. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Whisnu Hermawan menyatakan, Daniel Abe sudah ditangkap pada Ahad malam, 24 April 2022 di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta, Cengkareng, Jakarta. Tapi dia belum mendetailkan proses penangkapan.

"Daniel, kemarin, Minggu malam ya," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Selasa, 26 April 2022.

Daniel sebelumnya merupakan salah satu buronan dalam kasus DNA Pro atau telah dimasukkan polisi ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Interpol pun telah menerbitkan surat perintah pencarian dan penangkapan atau Red Notice untuk Daniel Abe dan 2 tersangka kasus DNA Pro lainnya.

Terbitnya Red Notice itu membuat ketiganya sah berstatus sebagai buronan internasional. Ketiga Red Notice tersebut atas nama Fauzi alias Daniel Zii, Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe, dan Ferawaty alias Fei.

Whisnu menyatakan Bareskeim Polri telah mengajukan penerbitan Red Notice setelah ketiganya diketahui kabur ke luar negeri. "Tiga orang tersangka ini merupakan DPO yang diterbitkan 'red notice'-nya, dua orang laki-laki, dan satu perempuan," kata Whisnu dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 18 April 2022.

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan 12 orang tersangka. Dari jumlah itu, tujuh orang diantaranya telah ditahan yaitu Rudy Kusuma, Roby Setiadi, Russel, Yoshua Try Sutrisno dan Franky yang ditangkap terlebih dahulu dan Jerry Gunandar serta Stefanus Richard alias Stefen yang sempat buron.

Dua tersangka lainnya berinisial AS dan DV hingga saat ini juga masih masuk ke dalam DPO. Penyidik Bareskrim Mabes Polri meyakini keduanya masih berada di Indonesia sehingga belum meminta Interpol untuk menerbitkan Red Notice.

Dalam DNA Pro terdapat beberapa tim yang bekerja untuk menggaet calon korban. Selain Tim Octopus, terdapat pula Tim 007 yang di pimpin oleh Yoshua Tri Sutrisno dan Franky. Selain itu terdapat pula tim Central.

Kuasa hukum korban, Zainul Arifin, menyatakan telah menyerahkan 56 nama orang mulai dari pendiri, jajaran manajemen, foundder, co-founder, top leader, hingga leader DNA Pro. Namun hingga saat ini polisi baru menetapkan 12 nama tersangka.

 
Baca: Polisi Tegaskan Tidak Menyita Uang Rossa dalam Kasus DNA Pro






Bareskrim Percayakan Penanganan Kasus Pencabulan Santriwati Jombang ke Polda Jatim

4 jam lalu

Bareskrim Percayakan Penanganan Kasus Pencabulan Santriwati Jombang ke Polda Jatim

Bareskrim Mabes Polri tidak melakukan asistensi karena meyakini Polda Jatim mampu menangani kasus pencabulan santriwati tersebut.


Bareskrim Kirim Tim Asistensi Buru Pembuang Kokain 36 Kg di Kepri

9 jam lalu

Bareskrim Kirim Tim Asistensi Buru Pembuang Kokain 36 Kg di Kepri

Bareskrim telah mengirim tim asistensi untuk membantu Polda Kepulauan Riau memburu pelaku yang diduga membuang kokain seberat 36 kilogram


2 Petinggi ACT Pernah Dilaporkan PT Hydro Kasus Penipuan Akta, Polisi: Masih Penyelidikan

17 jam lalu

2 Petinggi ACT Pernah Dilaporkan PT Hydro Kasus Penipuan Akta, Polisi: Masih Penyelidikan

Dua petinggi ACT Ibnu Khadjar dan Ahyudin pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri dalam perkara dugaan penipuan akta oleh PT Hydro pada Juni 2021.


Pimpinan DPR Desak Polisi Usut Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

1 hari lalu

Pimpinan DPR Desak Polisi Usut Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

Komisi III DPR diminta turut mengawasi aparat hukum dalam proses pengusutan dugaan penyelewengan dana oleh ACT.


Bareskrim Kumpulkan Data Usut Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

1 hari lalu

Bareskrim Kumpulkan Data Usut Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

Bareskrim Polri membuka penyelidikan soal dugaan penyelewengan dana umat oleh organisasi sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT)


Bareskrim Serahkan Barang Bukti Kasus Doni Salmanan ke Kejari Bale Endah Bandung

2 hari lalu

Bareskrim Serahkan Barang Bukti Kasus Doni Salmanan ke Kejari Bale Endah Bandung

Doni Salmanan jadi tersangka kasus penipuan investasi binary option dengan platform Quotex.


Siapakah Akhmad Wiyagus, Polisi Eks Pegawai KPK Penerima Hoegeng Awards 2022?

2 hari lalu

Siapakah Akhmad Wiyagus, Polisi Eks Pegawai KPK Penerima Hoegeng Awards 2022?

Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus terima penghargaan Hoegeng Awards 2022 kategori Polisi Berintegritas, Siapakah dia yang pernah dinas di KPK?


Mahfud MD Tegaskan Tak Akan Hentikan Kasus KSP Indosurya

7 hari lalu

Mahfud MD Tegaskan Tak Akan Hentikan Kasus KSP Indosurya

Mahfud MD, menegaskan penanganan kasus penipuan investasi KSP Indosurya tidak akan dihentikan penegak hukum.


Bareskrim Bakal Tangkap Lagi Dua Tersangka Kasus Indosurya yang Sudah Bebas

7 hari lalu

Bareskrim Bakal Tangkap Lagi Dua Tersangka Kasus Indosurya yang Sudah Bebas

Untuk mempercepat penyelesaian kasus, Agus meminta semua korban dugaan penipuan investasi KSP Indosurya Cipta untuk membuat laporan ke Bareskrim.


Bareskrim Ancam Tahan Lagi Tersangka Kasus KSP Indosurya

8 hari lalu

Bareskrim Ancam Tahan Lagi Tersangka Kasus KSP Indosurya

Bareskrim Polri berupaya melakukan penahanan untuk kedua tersangka kasus KSP Indosurya dengan laporan lain.