Kasus Fahrenheit, Polisi Sita Aset dan Blokir Rekening Rp 30 M Milik Tersangka

Editor

Febriyan

Barang bukti kasus investasi bodong berkedok robot trading Fahrenheit ditampilkan dalam rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 22 Maret 2022. Polisi juga menyita 72 buku tabungan BCA, 4 buku tabungan Mandiri, 1 buku tabungan BNI, 4 bundel lembar cek, uang tunai 22 juta, 21 buku rekening koran PT Berkat Nusa Utama, dan 5 t-shirt Fahrenheit. TEMPO/ Hamdan Ismail

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, mengatakan bahwa penyidik telah melakukan penggeledahan terhadap rumah dua tersangka kasus robot trading Fahrenheit. Rumah tersebut disewa oleh tersangka HA dan milik FM di mana telah ditemukan beberapa bukti.

“Di rumah yang di sewa HA telah ditemukan buku tabungan atas nama HA dengan sejumlah dokumen,” ujar dia dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 April 2022.

Sementara, di rumah milik FM, juga telah ditemukanberupa buku tabungan atas nama FM, dokumen, perhiasan, jam tangan merek Rolex, kemudian laptop dan kamera. Setelah dilakukan penggeledahan penyidik juga memasang police line di dua lokasi tersebut.

“Selain itu, penyidik juga melakukan pemblokiran terhadap rekening terkait senilai sekitar Rp 30 miliar,” kata Gatot.

HA dan FM merupakan dua dari lima orang tersangka yang saat ini buron. Keduanya bersama tiga orang tersangka lainnya yaitu WL, BY dan HD, diduga terindikasi berada di luar negeri. Menurut Gatot, polisi juga akan menerbitkan surat perintah pencarian dan penangkapan atau Red Notice untuk lima orang tersebut.

“Adapun langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan penyidik adalah yaitu melakukan ekspose dengan JPU kemudian pemeriksaan saksi ahli, dan terakhir apabila berkas sudah lengkap maka akan dikirimkan ke JPU,” tutur Gatot.

Dalam kasus ini, selain lima orang tersangka yang buron, sudah ada lima orang tersangka lainnya yang sudah ditangkap. salah satunya adalah bos robot trading Fahrenheit Hendry Susanto. Dia resmi ditahan usai diperiksa pada Senin, 21 Maret 2022 di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Empat orang tersangka lainnya yang sebelumnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, yakni D, ILJ dan MF yang berperan sebagai admin situs web Fahrenheit, dan DBC yang jadi admin media sosial Fahrenheit.

Kasus Fahrenheit ini dilaporkan terkait perkara dugaan tindak pidana menawarkan produk tidak sesuai janji, iktikad iklan maupun promosi dan/atau pelaku usaha distribusi. Polisi juga menuding para pengelola menerapkan sistem skema Piramida (ponzi) dan penjualan tanpa memiliki izin. Polisi juga menjerat para tersangka dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penjualan paket robot trading Fahrenheit.






Tips Jitu Terhindar dari Modus Penipuan Melalui WhatsApp

2 jam lalu

Tips Jitu Terhindar dari Modus Penipuan Melalui WhatsApp

Modus penipuan online melalui aplikasi pesan WhatsApp saat ini sedang marak terjadi. Berikut beberapa tips jitu agar terhindar dari segala modus penipuan online.


Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

2 jam lalu

Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

Modus penipuan online berkedok undangan nikah hingga kurir paket disebut dengan istilah sniffing. Apa itu sniffing?


Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

4 jam lalu

Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

Adani Group sedang menjadi sorotan karena dituduh melakukan penipuan akuntansi. Perusahaan itu dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Gautam Adani.


Cara Mengenali Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah

8 jam lalu

Cara Mengenali Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah

file palsu untuk penipuan seperti yang beredar di media sosial akan bekerja ketika seorang mengizinkan akses yang diminta.


Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

3 hari lalu

Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

Polisi masih mencari dua TKW yang diduga menjadi korban dalam kasus penipuan dan pembunuhan Wowon serial killer


Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

4 hari lalu

Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

Alfons menduga data kredensial korban didapat saat penipuan kenaikan biaya admin pertengahan tahun lalu.


2 Cara Wowon Serial Killer Meyakinkan TKW agar Mau Jadi Korban Penipuan Penggandaan Uang

4 hari lalu

2 Cara Wowon Serial Killer Meyakinkan TKW agar Mau Jadi Korban Penipuan Penggandaan Uang

Ada dua cara yang digunakan Wowon serial killer cs untuk jaring korban


5 Hal Anatomi Kasus Wowon Serial Killer: Total Korban hingga Tipu-tipu Penggandaan Uang

4 hari lalu

5 Hal Anatomi Kasus Wowon Serial Killer: Total Korban hingga Tipu-tipu Penggandaan Uang

Polisi menetapkan 3 tersangka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin atau Duloh, dan M. Dede alias Solehudin. Berikut anatomi kasus Wowon Serial Killer


TKW Korban Penipuan Wowon Serial Killer Tak Curiga karena Istri Tersangka Juga Ikut Setor Uang

4 hari lalu

TKW Korban Penipuan Wowon Serial Killer Tak Curiga karena Istri Tersangka Juga Ikut Setor Uang

Dua dari 11 TKW korban penipuan penggandaan uang, Siti dan Farida tewas dibunuh Wowon Serial Killer.


Rutin Setor Uang ke Wowon Serial Killer, 2 TKW Rugi hingga Ratusan Juta dan Nyaris Dibunuh

4 hari lalu

Rutin Setor Uang ke Wowon Serial Killer, 2 TKW Rugi hingga Ratusan Juta dan Nyaris Dibunuh

Modus penipuan Wowon Serial Killer adalah menukar uang dalam amplop dengan jumlah berkali-kali lipat sehingga para korban tergiur.