Korban Robot Trading Fahrenheit Minta Bantuan DPR Agar Kerugian Mereka Kembali

Reporter

Editor

Febriyan

Kuasa hukum korban robot trading Fahrenheit, Oktavianus Setiawan menunjukkan bukti dugaan adanya publik figur yang telibat dalam kasus yang ditanganinya, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 April 2022. Kredit: Khory/Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Korban robot trading Fahrenheit meminta bantuan kepada Komisi VI DPR RI untuk turut memperjuangkan pengembalian kerugian mereka. Total kerugian dari 750 korban yang saat ini didampingi kuasa hukum Oktavianus Setiawan mencapai nilai Rp 500 miliar.

Oktavianus telah menyerahkan surat permohonan audiensi kepada Komisi VI DPR tersebut. Dia meminta pertemuan dengan komisi yang membidangi pedagangan tersebut dengan tujuan agar suara mereka bisa langsung didengar para anggota dewan.

"Agar suara para korban yang berharap adanya pengembalian kerugian dari aset-aset tersangka yang telah disita atau diamankan tercapai," kata dia dikutip dari surat yang salinannya didapatkan Tempo tersebut, Senin 18 April 2022.

Oktavianus mengatakan, para korban juga berharap Pimpinan Komisi VI DPR dapat hadir melindungi para korban maupun kasus robot trading lainnya. Pasalnya, menurut dia, dalam kasus ini tipu daya dari para pengelola robot trading sangat luar biasa.

Para korban, kata Oktavianus, sebelumnya percaya karena robot trading Fahrenheit dari PT FSP Akademi Pro memiliki izin dan legalitas yang lengkap. Bahkan, menurut dia, Fahrenheit merupakan anggota terdaftar Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) berdasarkan Sertifikat Keanggotaan No.194/AP2LI/DN/XII/2021 sejak 28 Desember 2021.

"Ditandatangani oleh Andrew Susanto, ST selaku Ketua Umum dan Yeremia K. Mendrofa selaku Sekretaris Umum," ujar Oktavianus.

Tak hanya itu, Ketua AP2LI Andrew Susanto juga meyakinkan para korban dengan menyatakan bisnis robot trading ini disebut tepat pada masa pandemi. Hal itu disampaikan Andrew pada acara di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, 21-23 Januari 2022.

"Potongan video ini disebarluaskan, dijadikan bahan bagi para pelaku CS (PT.FSP Akademi Pro) untuk menjaring para korban baru juga para anggota," ucap Oktavianus.

Atas dasar itu, Oktavianus mengatakan, para korban yakin PT FSP Akademi Pro adalah bisnis legal dan telah lolos uji atau tersertifikasi oleh AP2LI. Apalagi, ia berujar, PT FSP Akademi Pro selaku penyedia robot, Lotus Internasional selaku Broker dan PT Prudent Internasional Berjangka sebagai perusaahan pialang terdaftar di Bappebti.

"Dikendalikan oleh oknum-oknum yang sama dan memiliki keterkaitan di mana salah satu diantaranya PT Prudent Internasional Berjangka memiliki izin persetujuan perusahaan pialang dari Bappebti dengan nomor 009/BAPPEBTI/SP-PA/10/2020," ujar Oktavianus.

Oleh sebab itu, para korban katanya meminta DPR hadir melindungi para korban robot trading tersebut dan meminta DPR turut memperjuangkan agar suara para korban yang berharap adanya pengembalian kerugian dari asset-aset tersangka yang telah disita atau diamankan polisi bisa terealisasi.

Polisi sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus robot trading Fahrenheit ini. Mereka adalah pemilik PT FSP Akademi Pro, Hendry Susanto dan empat anak buahnya berinisial D, ILJ, MF dan DBC. Polisi juga disebut telah menyita sejumlah aset milik tersangka berupa rumah dan apartemen. 






Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

3 hari lalu

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari lowongan kerja palsu sehingga dapat menjadi pelamar kerja yang cermat.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

4 hari lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

5 hari lalu

Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

Pengusaha asal Depok yang melaporkan ke polisi wiraswastawan dari Boyolali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan angkat bicara.


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

10 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

11 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

Pelaku penipuan menawari para mahasiswa IPB investasi di toko onlinenya. Diminta mengutang di pinjaman online.


Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

11 hari lalu

Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

Uya Kuya mengklaim punya bukti kunci dalam kasus penipuan yang diduga dilakukan Medina Zein.


Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

13 hari lalu

Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

Polres Bogor Kota menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan perusahaan pinjaman online (pinjol) dalam kasus penipuan ini


BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

13 hari lalu

BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

Beredar informasi BCA menetapkan tarif baru transfer antar-bank menjadi Rp 150 ribu per bulan.


Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

14 hari lalu

Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

Tersangka penipuan investasi bodong ini menawarkan program investasi di toko online kepada para korban, yang sebagian mahasiswa IPB.


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

14 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

Berkaca dari kasus pinjaman online yang merugikan ratusan mahasiswa IPB, berikut adalah 5 ciri-ciri pinjol ilegal yang perlu diwaspadai.