Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Dibahas Biro HAM Kemenlu Amerika

Editor

Amirullah

Kondisi persidangan di ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat 18 Maret 2022. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan dua polisi penembak Laskar FPI, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella. Hakim menilai perbuatan mereka dalam rangka pembelaan di situasi tertentu. Tempo/Muhammad Syauqi Amrullah

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam Laskar FPI oleh anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya, dibahas dalam Laporan HAM Indonesia sepanjang tahun 2021 milik Biro Demokrasi, HAM, dan Buruh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Komnas HAM yang dikutip dalam laporan itu, kasus ini masuk kategori unlawful killing karena polisi melakukan pembunuhan terhadap empat Laskar FPI saat mereka sudah ditahan pihak kepolisian. 

"Komisi menemukan bahwa polisi secara tidak sah membunuh empat anggota FPI yang sudah berada dalam tahanan polisi dan menyebut pembunuhan itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia," bunyi laporan itu sebagaimana dikutip Tempo pada, Sabtu, 16 April 2022. 

Laporan itu menyebut ada tiga anggota Polda Metro Jaya yang menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun, salah satu tersangka meninggal pada Januari 2021 sebelum diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Agustus 2021.

Terbaru, kedua polisi dinyatakan bersalah telah melakukan pembunuhan terhadap enam Laskar FPI. Namun, Pengadilan memberikan vonis lepas dengan alasan tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pembelaan. 

Laporan Biro HAM Kemenlu Amerika Serikat juga memaparkan hasil temuan KontraS yang menyebut 16 kematian akibat siksaan dan penyerangan oleh aparat keamanan sepanjang Juni 2020 hingga Mei 2021. 

"KontraS juga melaporkan 13 kematian akibat penembakan polisi pada periode yang sama," bunyi laporan tersebut. 

Kasus pelanggaran HAM lainnya yang juga disoroti oleh Biro adalah tentang pembunuhan terhadap pengedar narkotika bernama Samsul Egar di Baubau, Sulawesi Tenggara. Menurut laporan media, saat ditangkap, Egar diborgol dan dalam keadaan tak sadarkan diri. 

Ia kemudian sempat dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal. Organisasi HAM menyebut ada sejumlah memar di tubuh Egar. Selain itu, pihak keluarga juga baru mendapat penjelasan Egar ditangkap oleh aparat karena terlibat narkoba 28 hari setelah kematiannya. 

"Pada 10 September, tidak ada indikasi bahwa pihak berwenang telah menyelidiki laporan atau mengambil tindakan terhadap petugas yang terlibat (dalam pembunuhan Egar)," bunyi laporan Biro.

M JULNIS FIRMANSYAH






Penipuan Bermodus Pesan Singkat Pemberitahuan Kiriman Paket, Retas Ponsel

8 jam lalu

Penipuan Bermodus Pesan Singkat Pemberitahuan Kiriman Paket, Retas Ponsel

Polda Metro Jaya meminta kepada korban penipuan bermodus pesan singkat pemberitahuan kiriman paket untuk segera melapor ke pihak berwajib.


Pinjol di Manado Ancam Sebar Foto Porno Nasabahnya

12 jam lalu

Pinjol di Manado Ancam Sebar Foto Porno Nasabahnya

Tersangka pinjol di Manado itu mengancam bakal menyebar foto porno itu bila peminjam tidak membayar.


Kapolda Metro Jaya Berikan Motor Roda 3 bagi Petugas Disabilitas

14 jam lalu

Kapolda Metro Jaya Berikan Motor Roda 3 bagi Petugas Disabilitas

Dalam peringatan HUT Polda Metro ke-73 itu, Kapolda Metro Jaya juga memberikan penghargaan dan apresiasi untuk anggota yang berprestasi.


Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Lilin untuk Amankan Nataru

15 jam lalu

Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Lilin untuk Amankan Nataru

Polda Metro Jaya bakal menggelar operasi lilin untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru


Polisi Tegur Pesepeda yang Berkendara di Luar Jalur Sepeda, Bike to Work Ucapkan Terima Kasih

16 jam lalu

Polisi Tegur Pesepeda yang Berkendara di Luar Jalur Sepeda, Bike to Work Ucapkan Terima Kasih

Dirlantas Polda Metro Jaya mengatakan pelanggaran oleh pesepeda itu terjadi jalan Sudirman-Thamrin yang telah memiliki jalur sepeda.


Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

17 jam lalu

Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

Penyalahgunaan narkoba meninggkat setiap Desember


HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

18 jam lalu

HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

Polda Metro Jaya hari ini berulang tahun yang ke-73.


Penyebab Satu Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Ditemukan, Didukung Fakta Scientific

23 jam lalu

Penyebab Satu Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Ditemukan, Didukung Fakta Scientific

Polda Metro Jaya menyatakan telah menemukan penyebab satu keluarga tewas yang beranggotakan empat orang di Kalideres, Jakarta Barat.


Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

1 hari lalu

Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

Polda Metro Jaya telah mengetahui penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Hasil penyelidikan akan diumumkan pada 9 Desember 2022.


Eks Ketua RT Ungkap Panggilan Satu Keluarga Tewas di Kalideres: Anak Tan Giok Tjin

1 hari lalu

Eks Ketua RT Ungkap Panggilan Satu Keluarga Tewas di Kalideres: Anak Tan Giok Tjin

Ada nama panggilan dari tiga anggota satu keluarga tewas di Kalideres.