Kamis, 18 Oktober 2018

PT KAI Pangkas Sejumlah Perjalanan KA Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa memangkas tujuh perjalanan kereta api ekonomi yang dinilai tidak menguntungkan, menyusul terjadinya banyak musibah kecelakaan. Kebijakan itu berlaku efektif mulai Senin Senin (21/1) mendatang. Demikian dikatakan Kepala Humas Daop II Akhmad Sujadi kepada wartawan di Bandung, Selasa (15/1). Ketujuh perjalanan KA yang dipangkas itu adalah KA Purbaya jurusan Purwokerto-Surabaya, KA Tawang Mas jurusan Semarang Poncol-Pasar Senen Jakarta, KA Tirtonadi jurusan Solo Jebres-Pasar Senen, KA Gaya Baru Malam Utara jurusan Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, KA Cisadane jurusan Kiaracondong-Madiun, KA Galuh jurusan Banjar-Pasar Senen, dan KA yang sempat anjlok tempo hari, KA Rengganis Kalileo Bayuwangi-Bangil. Ia mengatakan, kebijakan itu diambil karena padatnya kapasitas lintasan di Jawa. Sementara jalur single track masih dominan yang menyebabkan terbatasnya operator dalam mengoperasikan kereta api. Pihak KAI juga menilai rute perjalanan ketujuh KA itu tidak efisien, karena okupansi atau tingkat isian penumpangnya rendah, plus memiliki keterlambatan tinggi karena padatnya jalur yang masih single track. Namun PT KAI menolak memberikan data rinci tingkat okupansi dari KA kelas ekonomi ini. "Yang jelas di jalur kelas ekonomi ini jarang penumpangnya, jadi biaya operasional makin membengkak," jelasnya. Ia menambahkan, di jalur yang sama terdapat lebih dari satu pilihan KA yang melayani penumpang kelas ekonomi. Sebetulnya, kata Akhmad, permintaan jasa transportasi kereta api terus meningkat. Namun keselamatan menjadi faktor utama dengan penciptaan operasi kereta api yang menitikberatkan pada keselamatan dan keamanan, di antaranya dengan mengurangi frekwensi perjalanan. PT KAI mengharapkan rasionalisasi jalur KA ekonomi ini dapat meningkatkan pelayanan penumpang KA kelas ekonomi ini. Sementara untuk melayani arus penumpang dari Jawa Tengah ke Bandung, Akhmad menerangkan, pihaknya akan melayani dengan empat kereta api, yakni Sawunggalih jurusan Kiaracondong-Kutoardjo, Serayu jurusan Jakarta-Kroya, Kahuripan jurusan Kiaracondong-Kediri, dan KA Pasundan jurusan Kiaracondong-Surabaya. Ia mengatakan, KA Cisadane terpaksa dihapus perjalanannya mengingat rendahnya tingkat isian penumpangnya. Pengguna jasa KA ini kebanyakan adalah mereka yang berasal dari Kroya, Gombong Kebumen, dan Yogyakarta. Diharapkan penumpang limpahan ini dapat menggunakan KA Pasundan yang juga melintasi trayek tersebut. Setelah beberapa KA ekonomi dihapuskan, PT KAI Daop II Bandung berencana membuka trayek baru untuk kelas eksekutif dan bisnis, yakni KA Lodaya II jurusan Bandung-Yogyakarta-Solo (pp). Lodaya I yang berangkat 07.30 dari Bandung dan 20.55 dari Solo, dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan penumpang akan jalur ini. Nantinya, Lodaya II berangkat dari Bandung malam hari. Sementara dari Solo pada pagi hari. "Yang dari timur, memang belum ada KA eksekutif atau bisnis yang berangkat pagi hari. Paling-paling Argowilis. Itu pun mesti menunggu dari Surabaya. Nah, penumpang dari Solo dan Yogya akan mempunyai pilihan lain," kata Akhmad sambil mengungkapkan rencana ini tengah digodog dengan matang. (Upiek S – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kode-Kode Rahasia Izin Meikarta dan Besar Suap yang Mengalir

    Inilah oknum-oknum yang diduga menerima suap izin Meikarta dan kode-kode yang diduga digunakan untuk menyamarkan permufakatan ilegal itu.