Setelah Memberedel, Pimpinan IAIN Ambon Ingin Polisi Membina LPM Lintas

Reporter

Editor

Bram Setiawan

Majalah Lintas Edisi II. Foto/lpmlintas.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Ambon mengeluarkan siaran pers yang mengabarkan pihak kampus melaporkan Pemimpin Redaksi Lintas Yolanda Agne ke polisi.

Siaran pers itu respons pimpinan IAIN Ambon yang tak terima pemberitaan dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang mewartakan adanya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus itu.

Yolanda Agne mengatakan, tim redaksi Lintas telah membaca siaran pers itu. "Memang ada isu seperti itu, tapi hingga kini belum ada surat pemanggilan untuk Lintas. Kami sedang menunggu itu," kata Yolanda, Senin, 21 Maret 2022.

Saat ini, kata Yolanda, tim redaksi Lintas sedang berkomunikasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Tim redaksi Lintas meminta pendampingan kuasa hukum. “Selama surat pemanggilan belum masuk, berita (siaran pers) itu masih belum valid,” ujar Yolanda.

Wakil Rektor I IAIN Ambon Ismail Tuanany mengonfirmasi, siaran pers itu memang sengaja diterbitkan untuk memulihkan nama baik kampus. “Ya,” kata Ismail membalas melalui pesan singkat.

LPM Lintas telah diberedel Rektor IAIN Ambon, setelah media itu memberitakan dugaan kasus kekerasan seksual yang mengungkap 32 korban selama kurun tahun 2015 hingga 2021.

Liputan khusus berjudul IAIN Ambon Rawan Pelecehan dalam Edisi II, Januari 2022. Adapun terduga pelaku sebanyak 14 orang. Belasan terduga pelaku perundungan seksual, yaitu 8 dosen, 3 pegawai, 2 mahasiswa, dan 1 alumnus. 

Pembekuan LPM Lintas tertuang dalam Keputusan Rektor IAIN Ambon Nomor 92 Tahun 2022 yang diteken pada 17 Maret 2022. Dalam salinan SK yang diperoleh Tempo, disebutkan pertimbangan pembekuan, karena keberadaan pers kampus itu dianggap sudah tidak sesuai dengan visi dan misi IAIN Ambon.

Setelah pemberedelan, itu pimpinan IAIN Ambon menerbitkan siaran pers pada Minggu, 20 Maret 2022. Melalui siaran pers itu, Ismail Tuanany menjelaskan, jajaran pimpinan IAIN Ambon bersepakat melaporkan Yolanda Agne beserta tim redaksi Lintas ke polisi untuk mengurai kekisruhan.

“Kami laporkan di polisi agar mereka dapat memprosesnya sesuai keahlian, sekaligus untuk menjaga independensi penyelidikannya," menurut keterangan dalam siaran pers itu.

Ismail menjelaskan, semuanya akan dibuktikan oleh kepolisian. Jika proses pemeriksaan kepolisian terhadap tim redaksi Lintas terkait pemberitaan dugaan  tindakan asusila oknum dosen dan pegawai itu benar, maka kampus akan menjatuhkan sanksi. Sebaliknya, apabila tidak benar dugaan itu, maka sanksi akan diberikan kepada tim redaksi Lintas yang sudah mencemarkan nama baik IAIN Ambon.

"Keputusan penting dari pimpinan itu, pertama minta klarifikasi dari pengurus Lintas. Kedua, ajukan ke pihak kepolisian,” kata Ismail. “Kita ingin persoalan ini bisa clear dan selesai."

Menurut Ismail penanganan di kepolisian juga bagian dari pembinaan. "Kepolisian memiliki cara tersendiri untuk membina adik-adik kita ini. Tidak lagi debat kusir," ujarnya.

ANNISA FIRDAUSI

Baca: Rektor IAIN Ambon Bredel Pers Kampus

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu






Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

3 jam lalu

Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kasus kekerasan seksual anak ini telah dilaporkan ke Polres Bogor dan naik ke tahap penyidikan, namun belum ada penahanan terhadap terlapor.


Sejarah Propam Kepolisian RI, Siapa Saja yang Pernah Menjabat Kepala Divisi Propam?

23 jam lalu

Sejarah Propam Kepolisian RI, Siapa Saja yang Pernah Menjabat Kepala Divisi Propam?

Seseorang yang menjabat Kepala Divisi Propam harus berpangkat Inspektur Jenderal atau bintang dua


Setelah Kasus Brigadir Yosua Terungkap

1 hari lalu

Setelah Kasus Brigadir Yosua Terungkap

Pengungkapan kasus kematian Brigadir Yosua menunjukkan secara gamblang bahwa akuntabilitas internal kepolisian masih jauh dari ideal.


LPSK Sebut Putri Candrawathi Trauma Berat dan Butuh Penanganan Psikiater

1 hari lalu

LPSK Sebut Putri Candrawathi Trauma Berat dan Butuh Penanganan Psikiater

Berdasarkan pengamatan psikiater LPSK, Edwin mengatakan kondisi Putri Candrawathi memang membutuhkan pemulihan mental.


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

1 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.


Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

1 hari lalu

Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

Kuasa hukum santri P minta pemeriksaan kasus pencabulan santriwati di Depok dilakukan sesuai undang-undang tentang Pidana Anak.


Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

1 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

Sejak polisi menetapkan empat tersangka kasus pencabulan santriwati, baru satu yang diamankan sedangkan 3 tersangka lain masih bebas.


Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

2 hari lalu

Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

Koalisi Pembela LPM Lintas menilai Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis lakukan maladministrasi sehingga dilaporkan ke Ombudsman. Apa tuntutan lainnya


Syarat Menjadi Istri Anggota Polri, Penuhi 19 Dokumen ini

2 hari lalu

Syarat Menjadi Istri Anggota Polri, Penuhi 19 Dokumen ini

Sebelum menikah, calon istri anggota Polri harus memenuhi beberapa persyaratan berikut.


AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

2 hari lalu

AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

Pimpinan IAIN Ambon menganggap pers mahasiswa LPM Lintas tak pantas menerima penghargaan dari AJI Indonesia, kenapa?