Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Atta Halilintar Serahkan Tas Dior Pemberian Doni Salmanan ke Polisi

Reporter

Editor

Febriyan

image-gnews
Youtuber Atta Halilintar menghadiri panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) mengenai kasus ivestasi bodong Quotex, Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Kamis, 17 Maret 2022. Pemeriksaan Atta terkait tindak pidana  pencucian uang yang di jeratkan Doni Salmanan, Atta mengaku pernah di kasih hadiah tas mewah oleh Doni dan siap mengembalikan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Youtuber Atta Halilintar menghadiri panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) mengenai kasus ivestasi bodong Quotex, Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Kamis, 17 Maret 2022. Pemeriksaan Atta terkait tindak pidana pencucian uang yang di jeratkan Doni Salmanan, Atta mengaku pernah di kasih hadiah tas mewah oleh Doni dan siap mengembalikan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Youtuber Atta Halilintar menyatakan telah menyerahkan tas mewah merek Dior yang diberikan Doni Salmanan, tersangka kasus Quotex, kepada polisi. Penyerahan itu dia lakukan saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 17 Maret 2022.

Atta keluar dari Bareskrim Polri sekitar pukul 16.31 WIB. Pemeriksaannya terbilang singkat karena dia tiba di Bareskrim sekitar pukul 13.23 WIB. Dia menyatakan tas tersebut merupakan kado yang diberikan Doni saat dirinya berulang tahun.

"Kado ultahnya sudah dibalikin tasnya," ungkap Atta.

Suami dari Aurel Hermansyah itu menyatakan tidak ingat berapa banyak pertanyaan yang diajukan polisi kepadanya. Seingat dia, polisi mengajukan sekitar 10 pertanyaan.

Atta juga mengaku tak begitu kenal dengan Doni Salmanan. Dia menyatakan baru mengenal Doni setelah mengundangnya untuk tampil di siaran siniar miliknya.

"Kenalnya di podcast kan waktu itu karena bagi-bagi uang kan kita salut ya. Ya kita akan lebih berhati hati lagi," kata dia.

Selain Atta Halilintar, Bareskrim Polri hari ini juga memanggil sejumlah tokoh publik lainnya yang diduga menerima uang atau barang dari Doni Salmanan. Diantaranya Reza Arap dan Arief Muhammad yang telah lebih dahulu tiba di Bareskrim pagi tadi.

Pemanggilan mereka dilayangkan Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim). Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Komisaris Besar Reinhard Hutagaol mengatakan para pesohor tersebut meminta pemeriksaan dilakukan sehari lebih cepat dari jadwal yang telah mereka ajukan sebelumnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Pemeriksaan sekitar penerimaan uang dari DS," kata Reinhard.

Doni Salmanan yang mendapatkan julukan Crazy Rich Bandung menjadi tersangka setelah sejumlah korban aplikasi Quotex mengadukannya ke polisi. Doni adalah afiliator aplikasi tersebut.

Polisi menilai aplikasi tersebut sebagai bentuk penipuan berkedok perdagangan saham, valuta asing maupun mata uang kripto. Sebagai afiliator, Doni bertugas mengajak orang agar mau bermain di sana.

Dari hasil kerugian para korbannya, Doni disebut mendapatkan keuntungan hingga 80 persen. Polisi menyatakan Doni sebenarnya tak pernah ikut bermain di aplikasi itu dan hanya mengunggah video seakan-akan dia mendapatkan kekayaan dari sana.

Polisi telah menyita sejumlah aset Doni Salmanan mulai dari rumah, tanah, kendaraan bermotor hingga produk pakaian bermerk. Nilainya, menurut taksiran polisi, mencapai Rp 64 miliar. Para tokoh publik yang mendapatkan panggilan polisi disebut sempat menerima aliran dana atau pun barang dari afiliator Quotex itu.

Baca: Atta Halilintar Penuhi Panggilan Polisi di Kasus Doni Salmanan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Bareskrim Polri Bongkar Kasus TPPU Hasil Jual Beli Rampasan Narkotika

4 jam lalu

Ilustrasi Money Laundring/Pencucian Uang. Shutterstock
Bareskrim Polri Bongkar Kasus TPPU Hasil Jual Beli Rampasan Narkotika

Jaringan ini beroperasi di Perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia. Mereka melakukan TPPU hasil dari peredaran narkoba rampasan.


Anak Perwira Polisi di Bogor Diduga Tipu Puluhan Orang, Kerugian Ditaksir Rp7 Miliar

2 hari lalu

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menunjukkan barang bukti pencurian pikap dalam konferensi pers, Jumat, 22 Maret 2024. Foto: ANTARA/Shabrina Zakaria
Anak Perwira Polisi di Bogor Diduga Tipu Puluhan Orang, Kerugian Ditaksir Rp7 Miliar

Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso membenarkan kantornya menerima laporan dugaan penipuan yang dilakukan anak perwira polisi


Pesan Korban Sindikat Online Scam: Jangan Tergiur Pekerjaan Mudah Bayaran Tinggi

2 hari lalu

Konferensi pers kasus penipuan daring internasional dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskim mengungkap adanya jaringan online scam internasional yang dioperasikan dari Dubai. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Pesan Korban Sindikat Online Scam: Jangan Tergiur Pekerjaan Mudah Bayaran Tinggi

Tria Mulyantina, salah satu korban dalam kasus online scam berpesan masyarakat tidak tergiur dengan pekerjaan mudah dengan bayaran tinggi.


Polisi Tangkap Satu Lagi Tersangka Jaringan Online Scam Internasional yang Beroperasi di Dubai

3 hari lalu

Konferensi pers kasus penipuan daring internasional dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskim mengungkap adanya jaringan online scam internasional yang dioperasikan dari Dubai. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Tangkap Satu Lagi Tersangka Jaringan Online Scam Internasional yang Beroperasi di Dubai

Total kerugian yang diakibatkan operasi online scam dari jaringan internasional tersebut mencapai Rp 1,5 triliun.


Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

3 hari lalu

Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 20 Maret 2024. Foto: ANTARA/Fathnur Rohman
Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

Kejaksaan Agung menyebut berkas perkara tindak pidana pencucian uang Panji Gumilang masih belum lengkap. Apa sebabnya?


Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

4 hari lalu

Polisi memeriksa barang bukti usai Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Fidusia dan atau Penipuan dan atau Penggelapan dana atau Penadahan Kendaraan Bermotor Jaringan Internasional di Slog Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 18 Juli 2024. Sepeda motor sebanyak 675 unit dan dokumen pendukung adanya transaksi pengiriman sebanyak sekitar 20 ribu sepeda motor dalam rentang waktu Februari 2021 hingga Januari 2024. Dampak kerugian ekonomi dalam kasus ini sekitar Rp.876 miliar. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

Total ada 675 motor Honda senilai Rp 826 miliar yang disita polisi. Negara tujuan ekspornya Vietnam, Rusia, Hong Kong, Taiwan dan Nigeria.


Anak Syahrul Yasin Limpo Minta Maaf Atas Kelakuan Ayahandanya yang Terbukti Korupsi

6 hari lalu

Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem juga putri Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul, dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan lima orang saksi, Indira Chunda Thita Syahrul, GM Radio Prambors, Dhirgaraya S. Santo dan anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, Pemilik PT. Maktour Indonesia, Fuad Hasan Masyhur dan Pemilik Suite Travel, Harly Lafian. TEMPO/Imam Sukamto
Anak Syahrul Yasin Limpo Minta Maaf Atas Kelakuan Ayahandanya yang Terbukti Korupsi

KPK memanggil anak dan cucu Syahrul Yasin Limpo alias SYL untuk diperiksa sebagai saksi perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Internasional Online Scam di Dubai

6 hari lalu

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji memberikan keterangan saat konferensi pers kasus manipulasi data email, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Dalam kasus tersebut polisi menangkap 5 tersangka 2 diantaranya warga Nigeria yang terlibat membuat email dan rekening palsu sejumlah perusahaan ternama dengan mengganti posisi huruf alfabet sehingga menyerupai aslinya dan merugikan korban sebesar 32 miliar. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Internasional Online Scam di Dubai

Jaringan ini merekrut orang Indonesia untuk bekerja di Dubai dengan janji sebagai operator komputer. Ternyata dipekerjakan sebagai online scam.


KPK Periksa Anak dan Cucu Syahrul Yasin Limpo Hari Ini di Perkara TPPU

6 hari lalu

Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem juga putri Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul, dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2024. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Periksa Anak dan Cucu Syahrul Yasin Limpo Hari Ini di Perkara TPPU

KPK telah menyatakan akan berupaya menyelesaikan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) Syahrul Yasin Limpo secepatnya.


WhatsApp Gandeng Tanla untuk Mendeteksi dan Mencegah Penipuan

6 hari lalu

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
WhatsApp Gandeng Tanla untuk Mendeteksi dan Mencegah Penipuan

Kerja sama itu untuk meningkatkan upaya mengendalikan penipuan melalui platform WhatsApp.