Perang Rusia Ukraina, TNI AU Pastikan Suku Cadang Sukhoi Milik Indonesia Aman

Reporter

Editor

Febriyan

Dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU kembali mendarat usai sesi latihan untuk persiapan atraksi HUT ke-70 TNI AU, di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Bulan Dirgantara Indonesia ini digelar dalam upaya pembinaan dan pengembangan potensi kedirgantaraan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Fadjar Prasetyo memastikan suku cadang peralatan keamanan dan pertahanan udara Indonesia, seperti jet tempur Sukhoi, tak terganggu akibat perang Rusia Ukraina. Dia menyatakan mereka telah memiliki suku cadang sebelum perang meletus.

Fadjar menyatakan beberapa peralatan tempur yang dimiliki Indonesia dari Rusia dibeli dalam skema kerja sama jangka panjang. Hal itu membuat TNI AU sudah memiliki beberapa suku cadang.

"Kita dalam hal perawatan pesawat kita lakukan tidak jangka pendek, jadi beberapa suku cadang sudah kita beli dari beberapa waktu lalu," kata dia saat ditemui di Mabes TNI AU, Jakarta, Jumat, 4 Maret 2022.

Meski begitu, dia mengakui konflik yang terjadi diantara kedua negara tersebut akan memengaruhi sektor peralatan persenjataan di Indonesia. Sebab, memang Indonesia juga membeli peralatan dari Rusia.

"Tentunya sedikit banyak akan memengaruhi tidak saja peralatan dari sana. Saya rasa seluruh dunia sedang mencermati, sedikit banyak pasti ada perubahan-perubahan," ujar Kasau.

Saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak peralatan keamanan dari Rusia. Setidaknya ada 16 jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang dioperasikan oleh TNI AU. Selain itu, TNI Angkatan Darat juga mengoperasikan helikopter Mi-35P dan Mi-17V.

Indonesia juga sempat tertarik untuk mendatangkan jet tempur Sukhoi Su-35 serta tank BMP-3F dan BT-3F. Namun rencana itu dipastikan batal.

Keputusan Rusia menyerang Ukraina mendapatkan kecaman dari berbagai negara. Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, hingga Uni Eropa berbondong-bondong memberikan paket sanksi ekonomi terhadap Rusia. Selain itu, sejumlah negara juga telah bersiap untuk membantu Ukraina untuk mempertahankan kedaulatannya dari invasi Rusia.

Indonesia sendiri tak ikut menjatuhkan sanksi bagi Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menyebut Indonesia kebijakan satu negara terhadap negara lain dan perkembangan global, akan dilandaskan pada kepentingan nasional.

Pada Kamis Kemarin, 80 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Ukraina mendarat di tanah air. Mereka dievakuasi setelah sempat diboyong dari Ukraina ke Rumania. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan masih ada 14 orang WNI yang berada di wilayah perang Rusia Ukraina.






Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

1 hari lalu

Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

Dari sisi global, Indef melihat tantangan ekonomi Indonesia bermuasal dari krisis karena perang Rusia dan Ukraina yang tak pasti kapan akan berakhir.


40 Tahun Teater Payung Hitam, Sardono W. Kusumo Singgung Perang Rusia-Ukraina

2 hari lalu

40 Tahun Teater Payung Hitam, Sardono W. Kusumo Singgung Perang Rusia-Ukraina

Sardono W. Kusumo tampil di Teater Payung Hitam menyampaikan orasi kebudayaan yang menyinggung soal perang Rusia-Ukraina dan empati.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

3 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.


Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

4 hari lalu

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman menyatakan akan mendukung Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.


Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

4 hari lalu

Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

DPR memberhentikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dengan hormat setelah menyetujui pencalonan Laksamana Yudo Margono.


Yudo Margono Dapat Lampu Hijau jadi Panglima TNI dari DPR

4 hari lalu

Yudo Margono Dapat Lampu Hijau jadi Panglima TNI dari DPR

Komisi I DPR menyetujui Yudo Margono sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Andika Perkasa.


Calon Panglima TNI Yudo Margono: Keamanan Indonesia Cukup Stabil, Tapi Masih Ada Isu Menonjol

4 hari lalu

Calon Panglima TNI Yudo Margono: Keamanan Indonesia Cukup Stabil, Tapi Masih Ada Isu Menonjol

Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menilai kemanan indonesia cukup stabil meskipun ada sejumlah isu yang cukup menonjol.


Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

4 hari lalu

Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono berjanji tak akan ada lagi oknum prajurit arogan jika dirinya terpilih sebagai Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa. Hal ini Yudo sampaikan saat memaparkan visi misi dalam uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di DPR RI.


Laut Cina Selatan Rawan Konflik, Retno Marsudi: Butuh Paradigma Damai

7 hari lalu

Laut Cina Selatan Rawan Konflik, Retno Marsudi: Butuh Paradigma Damai

Retno Marsudi menyoroti ketegangan geopolitik yang meningkat di ranah maritim membuat penegakan Hukum Perjanjian Laut PBB atau UNCLOS jadi lebih menantang.


Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berpeluang menjadi utusan khusus ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.