Bikin Gaduh, Begini Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Reporter

Editor

Nurhadi

Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, JakartaKeputusan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor SE 05 Tahun 2022 tentang aturan pengeras suara masjid dan musala menuai kritik dari berbagai pihak. Kegaduhan berlanjut ketika pernyataan Yaqut yang dianggap membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. 

Berkaitan dengan penerbitan SE yang terbit pada 18 Februari 2022, Menag yang juga akrab disapa Gus Yaqut itu menjelaskan bahwa penggunaan pengeras suara masjid adalah kebutuhan bagi umat Islam. Saat yang sama, realitas masyarakat Indonesia terdiri dari beragam agama dan keyakinan. Sehingga, menurut dia, perlu adanya upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni antar sesama.

“Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antar warga masyarakat. Pun sebagai pedoman dalam penggunaan pengeras suara di masjid dan musala bagi pengelola (takmir) masjid dan musala dan pihak terkait lainnya,” terang Yaqut dikutip Tempo dari kemenag.go.id pada Jumat, 25 Februari 2022. 

Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid 

Dalam ketentuan umum SE Nomor SE 05 Tahun 2022, dijelaskan bahwa pengeras suara terdiri atas pengeras suara dalam dan luar. Pengeras suara dalam merupakan perangkat pengeras suara yang difungsikan ke dalam ruangan masjid atau musala. Sedangkan pengeras suara luar diarahkan ke luar ruangan. Sehingga dalam tata cara pemasangan dan penggunaannya juga perlu dibedakan. 

Pun disebutkan, besar volume pengeras suara masjid mesti diatur sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, Menag mematok volume paling maksimal adalah sebesar 100 db. Selain itu, untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, dalam SE tersebut menyarankan agar dilakukan pengaturan akustik yang baik. 

“Untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik dan dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat atau tarhim,” bunyi ketentuannya pada poin 2 b dan d. 

Tata Cara Penggunaan Pengeras Suara Masjid Waktu Salat 

a. Subuh 

  1. sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau shalawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) menit; dan
  2. pelaksanaan salat Subuh, dzikir, doa, dan kuliah Subuh menggunakan pengeras suara dalam.

b. Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya

  1. sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau shalawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) menit; dan 
  2. sesudah azan dikumandangkan, yang digunakan pengeras suara dalam.

c. Jumat 

  1. sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau shalawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) menit; dan
  2. penyampaian pengumuman mengenai petugas Jum’at, hasil infak sedekah, pelaksanaan Khutbah Jum’at, salat, zikir, dan doa, menggunakan pengeras suara dalam.

HARIS SETYAWAN

Baca juga: Gaduh SE Menag Soal Aturan Baru Pengeras Suara di Masjid






Menag Yaqut Klarifikasi Vaksin Meningitis: Pernyataan Menteri Haji Saudi Beda dengan Aturan

31 hari lalu

Menag Yaqut Klarifikasi Vaksin Meningitis: Pernyataan Menteri Haji Saudi Beda dengan Aturan

Kabar soal kewajiban vaksin meningitis bagi jamaah haji masih simpang siur. Menag Yaqut Cholil akan mengkonfirmasi hal itu ke Arab Saudi.


Yaqut Minta Ribuan Kader Banser DKI Jaga NKRI dan Ulama

33 hari lalu

Yaqut Minta Ribuan Kader Banser DKI Jaga NKRI dan Ulama

"Tidak semua orang bisa menjadi Banser," kata Yaqut Cholil Qoumas


Menag Yaqut Serahkan Bantuan Rp1 Miliar ke Gereja Katedral Jakarta

40 hari lalu

Menag Yaqut Serahkan Bantuan Rp1 Miliar ke Gereja Katedral Jakarta

Bantuan Rp1 miliar dari Kementerian Agama ini rencananya dipakai untuk pengembangan tata suara dan visual Gereja Katedral


Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

56 hari lalu

Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

Menag Yaqut mengatakan bangunan MTsN 19 Jakarta terletak lebih rendah dari badan jalan. DIa menyebut butuh arsitek khusus untuk memperbaiki bangunan.


Tete Mandosir, Pencipta Lagu Apuse Meninggal, Gus Yaqut: Karyamu Abadi

14 September 2022

Tete Mandosir, Pencipta Lagu Apuse Meninggal, Gus Yaqut: Karyamu Abadi

Gus Yaqut menyebut Tete Mandosir lebih kenal publik dengan nama no name atau NN sebagai pencipta lagu Apuse dari Papua.


Menag Yaqut Melihat Pola Pengasuhan di Pesantren Masih Kurang

8 September 2022

Menag Yaqut Melihat Pola Pengasuhan di Pesantren Masih Kurang

Yaqut mengatakan pola pengasuhan di sekolah berbasis asrama masih menimbulkan berbagai kasus kekerasan hingga pelecehan seksual.


Menag Sebut Kemungkinan Saudi Bolehkan Jemaah Haji Lansia Tahun Depan

15 Agustus 2022

Menag Sebut Kemungkinan Saudi Bolehkan Jemaah Haji Lansia Tahun Depan

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya tidak membolehkan jemaah haji di atas usia 65 tahun ikut melaksanakan ibadah haji.


Menag Sebut 89 Jemaah Indonesia Wafat dalam Ibadah Haji Tahun Ini

15 Agustus 2022

Menag Sebut 89 Jemaah Indonesia Wafat dalam Ibadah Haji Tahun Ini

Yaqut menyebut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak lepas dari berbagai kekurangan. Masalah keterlambatan katering masih ditemukan.


Menag Yaqut Imbau Jamaah Haji Tetap Jaga Kesehatan

16 Juli 2022

Menag Yaqut Imbau Jamaah Haji Tetap Jaga Kesehatan

Menag Yaqut mengingatkan jamaah haji bahwa masih ada rangkaian ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik seperti tawaf ifadah


Sekjen Liga Muslim Dunia Nilai PBNU Mitra yang Besar dan Penting

14 Juli 2022

Sekjen Liga Muslim Dunia Nilai PBNU Mitra yang Besar dan Penting

Pertemuan itu menyepakati beberapa rencana program kerja sama antar Liga Muslim Dunia dengan PBNU.