Yaqut Dilaporkan soal Suara Azan dan Gonggongan Anjing, Ini Kata Kemenag

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan sekaligus membuka pameran seni bertajuk Kasih, Toleransi untuk Bangsa pada Rabu malam, 1 Desember 2021. Pameran seni rupa tersebut berlangsung mulai 1-21 Desember 2021 di Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta. Dok. TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al Asyhar, Kementerian Agama, menanggapi rencana pelaporan terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atas tuduhan penistaan agama. Yaqut dianggap mengeluarkan ucapan yang diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Thobib menegaskan bahwa Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. Menurutnya, pemberitaan yang mengatakan Menag membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak tepat.

“Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” ujar Thobib lewat keterangan tertulis, Kamis, 24 Februari 2022.

Terkait dengan Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala dalam kunjungan kerjanya di Pekanbaru, kata dia, Menag menjelaskan bahwa dalam hidup di masyarakat yang plural diperlukan toleransi. Sehingga perlu pedoman bersama agar kehidupan harmoni tetap terawat dengan baik, termasuk tentang pengaturan kebisingan pengeras suara apa pun.

Dalam penjelasan itu, Thobib melanjutkan, Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya, makanya beliau menyebut kata misal. Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara.

“Jadi, Menag mencontohkan, suara yang terlalu keras apalagi muncul secara bersamaan, justru bisa menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar,” tutur Thobib.

Sehingga, dia berujar, perlu ada pedoman penggunaan pengeras suara, juga toleransi agar keharmonisan dalam bermasyarakat dapat terjaga. “Jadi, dengan adanya pedoman penggunaan pengeras suara ini, umat muslim yang mayoritas justru menunjukkan toleransi kepada yang lain. Sehingga, keharmonisan dalam bermasyarakat dapat terjaga,” katanya.

Selain itu, Menag juga disebut Thobib, tidak melarang masjid atau musala menggunakan pengeras suara masjid saat azan. Sebab, itu memang bagian dari syiar agama Islam. Edaran yang Menag terbitkan hanya mengatur antara lain terkait volume suara agar maksimal 100 dB (desibel), juga tentang waktu penggunaan disesuaikan di setiap waktu sebelum azan.

Jadi, yang diatur bagaimana volume speaker tidak boleh kencang-kencang, hanya 100 dB maksimal. Diatur kapan mereka bisa mulai gunakan speaker itu sebelum dan setelah azan. “Jadi tidak ada pelarangan, dan pedoman seperti ini sudah ada sejak 1978, dalam bentuk Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam," ujar dia menambahkan.

Baca: Roy Suryo Laporkan Menag ke Polisi soal Suara dari Masjid dan Gonggongan Anjing






Daftar Madrasah Pemenang Kompetisi Robotik 2022

6 hari lalu

Daftar Madrasah Pemenang Kompetisi Robotik 2022

Kementerian Agama mengumumkan sembilan madrasah keluar sebagai juara pertama dalam Kompetisi Robotik Madrasah yang digelar di UNY.


Inilah 7 Hewan Peliharaan Berumur Panjang

8 hari lalu

Inilah 7 Hewan Peliharaan Berumur Panjang

Berikut adalah hewan peliharaan berumur panjang yang direkomendasikan untuk dipelihara.


Inilah 7 Ras Anjing yang Berumur Panjang

8 hari lalu

Inilah 7 Ras Anjing yang Berumur Panjang

Ketika berbicara tentang ras anjing dengan rentang hidup terpanjang, biasanya ras anjing kecil lah yang bertahan hidup paling lama.


5 Hewan Ini Namanya Berawalan Huruf Y, Apa Saja?

14 hari lalu

5 Hewan Ini Namanya Berawalan Huruf Y, Apa Saja?

Setiap jenis hewan beragam nama


Setara Institute Sebut Kasus Penolakan dan Perusakan Tempat Ibadah Masih Tinggi

14 hari lalu

Setara Institute Sebut Kasus Penolakan dan Perusakan Tempat Ibadah Masih Tinggi

Hari Toleransi Internasional, Setara Institute Berharap Kemenag dan Kemendagri Permudah Syarat Pendirian Rumah Ibadah


Dana Bos Tahap II Cair Hari Ini, Rp 747,041 Miliar Masuk Rekening Madrasah

16 hari lalu

Dana Bos Tahap II Cair Hari Ini, Rp 747,041 Miliar Masuk Rekening Madrasah

Hari ini, sebanyak Rp 747,041 miliar dana BOS tahap II tersebut sudah masuk ke rekening 48.660 madrasah.


Dishub DKI Larang Binatang di CFD, Khusus Pet Lovers di Terowongan Semanggi dan 51 Taman

16 hari lalu

Dishub DKI Larang Binatang di CFD, Khusus Pet Lovers di Terowongan Semanggi dan 51 Taman

Dishub DKI beri daftar ruas jalan dan 51 taman di sekitar jalur CFD yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas hewan peliharaan dan pemiliknya.


Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Coding untuk Guru dan Siswa Madrasah

21 hari lalu

Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Coding untuk Guru dan Siswa Madrasah

Kementerian Agama dan Skilvul menjalin sinergi untuk berikan beasiswa pelatihan koding bagi guru dan siswa Madrasah.


Kisah Buruh Percetakan yang Sekarang Jadi Guru Madrasah Berprestasi Nasional

21 hari lalu

Kisah Buruh Percetakan yang Sekarang Jadi Guru Madrasah Berprestasi Nasional

Candra dulunya adalah tukang fotokopi dan cetak banner di sebuah percetakan. Kini, dia mengenyam pendidikan S3 dan jadi guru madrasah berprestasi.


Kemenag Sleman Benarkan Kaesang dan Erina akan Menikah 10 Desember 2022 di Royal Ambarrukmo

23 hari lalu

Kemenag Sleman Benarkan Kaesang dan Erina akan Menikah 10 Desember 2022 di Royal Ambarrukmo

General Manager Hotel Royal Ambarrukmo mengaku sampai awal November ini pihaknya belum mendapatkan kabar pasti soal pernikahan Kaesang dan Erina.