KH Ahmad Dahlan Tegaskan Sejak Awal, Muhammadiyah Bukan Organisasi Politik

Reporter

KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. wikipedia.org

TEMPO.CO, JakartaKH Ahmad Dahlan merupakan seorang pahlawan nasional yang juga pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Dahlan mengembuskan napas terakhirnya pada 23 Februari 1923, di umur 54 tahun.

KH Ahmad Dahlan merupakan putera keempat dari tujuh bersaudara. Ayah Dahlan bernama K.H. Abu Bakar, seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta pada saat itu. Sedang ibu Dahlan merupakan puteri dari penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di masa tersebut.

Di usia 15 tahun, Dahlan sudah berangkat haji dan bermukim di Mekah selama lima tahun. Pada tahun-tahun itu ia mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah.

Sekembalinya dari Mekah pada 1888, Dahlan yang sebelumnya memiliki nama lahir Muhammad Darwis memutuskan mengganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Di tahun 1903, Dahlan bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari.

Pengalaman organisasi KH Ahmad Dahlan

Pada 1912, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri pada 18 November 1912. Dan sejak awal, Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik, tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, di samping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapat sambutan besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepada Dahlan untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang, hampir di seluruh Indonesia.

Dan, pada 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 2 September 1921.

Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah dalam proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin Muhammadiyah. Selama hidupnya, aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dikenal sebagai AIgemeene Vergadering (persidangan umum).

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Inilah Salah Satu yang Mendasari KH Ahmad Dahlan Mendirikan Muhammadiyah

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

2 jam lalu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

Berbagai makanan dan minuman tradisional hingga kekinian tumplek di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.


Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

4 jam lalu

Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

Kasus harian yang muncul tak pernah melebihi tiga kasus dari seluruh temuan lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta.


Buka Pekan Budaya Tionghoa, Sultan HB X Ajak Maknai Unsur Positif Tahun Kelinci Air

12 jam lalu

Buka Pekan Budaya Tionghoa, Sultan HB X Ajak Maknai Unsur Positif Tahun Kelinci Air

Masyarakat yang mendatangi pembukaan Pekan Budaya Tionghoa itu dihibur dengan berbagai atraksi kesenian dan ratusan kuliner menggoda.


Temui Jokowi di Istana, Pemuda Muhammadiyah Nyatakan Dukung IKN

20 jam lalu

Temui Jokowi di Istana, Pemuda Muhammadiyah Nyatakan Dukung IKN

Setelah bertemu Presiden Jokowi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyatakan dukungannya atas pembangunan IKN.


Yogyakarta Siapkan Sederet Event Sport Tourism Sepanjang Februari-Maret

1 hari lalu

Yogyakarta Siapkan Sederet Event Sport Tourism Sepanjang Februari-Maret

Sport tourism merupakan salah satu pendongkrak perekonomian serta meningkatkan jumlah jumlah wisatawan di Yogyakarta.


Yogyakarta Sedang Padat Wisatawan, Konvoi Motor Knalpot Brong Langsung Ditindak Polisi

1 hari lalu

Yogyakarta Sedang Padat Wisatawan, Konvoi Motor Knalpot Brong Langsung Ditindak Polisi

Penindakan motor knalpot brong paling banyak dilakukan antara lain di Jalan Yos Sudarso atau sisi Timur Stadion Kridosono Yogyakarta.


Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

1 hari lalu

Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

Ketua PCNU Kota Depok itu meminta agar seluruh kader bergembira karena menjadi saksi sejarah perayaan satu abad NU.


Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

2 hari lalu

Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Depok menggelar apel akbar dalam rangka memperingati satu abad NU


Hari Ini Konser Sheila on 7 Tunggu Aku di Jakarta, Band Asal Yogyakarta Dulu Bernama Sheilagank

2 hari lalu

Hari Ini Konser Sheila on 7 Tunggu Aku di Jakarta, Band Asal Yogyakarta Dulu Bernama Sheilagank

Tiket konser Sheila On 7 terjual habis dalam 30 menit. Band asal Yogyakarta ini hit pada era akhir 1990-an. Dulu bernama Sheilagank.


ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta, Dua Negara Absen, Polisi Persiapkan Pengamanan Jumbo

2 hari lalu

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta, Dua Negara Absen, Polisi Persiapkan Pengamanan Jumbo

Salah satu agenda ASEAN Tourism Forum bakal mengajak keliling para delagasi berbagai negara ke berbagai destinasi di lima kabupaten/kota di DIY.