Pelapor Korupsi Dana Desa di Cirebon Jadi Tersangka, Keluarga Galau dan Depresi

Nurhayati pelapor kasus korupsi di Cirebon yang jadi tersangka. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Cirebon – Junaedi galau. Adiknya, Nurhayati, memang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. “Tapi sekarang masih melanjutkan isoman,” tutur Junaedi, Senin, 21 Februari 2022. Dua anak Nurhayati yang duduk di kelas 3 SD dan TK, dititipkan pada Junaedi. Sedangkan suami Nurhayati masih melaut untuk mencari nafkah buat keluarganya. Kasus Nurhayati menyedot perhatian karena sebagai pelapor kasus korupsi dana desa, ia ditetapkan sebagai tersangka.

Junaedi mengaku semua keluarganya galau bahkan depresi setelah status Nurhayati sebagai tersangka. Junaedi berupaya melindungi anak-anak Nurhayati. Mereka hanya tahu ibunya sering muncul di televisi. Namun, ujar Junaedi, anak-anak Nurhayati juga mendapatkan perundungan dari teman-temannya yang menyebutkan ibunya korupsi. “Untung sekarang masih sekolah online,” tutur Junaedi.

Nurhayati merupakan Kepala Urusan Keuanga Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Pada akhir 2019 Nurhayati melaporkan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh kuwu (kepala desa) bernama Supriyadi atas pengelolaan dana desa. Namun setelah proses pemeriksaan, Nurhayati justru ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai terlibat dugaan kasus korupsi yang dilakukan Supriyadi.

Nurhayati pun mengungkapkan kekecewaannya melalui video berdurai 2 menit 51 detik. Video tersebut viral di masyarakat. Dalam video itu ia mengungkapkan kekecewaanya pada polisi.

“Dengan video ini saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap aparat penegak hukum dimana dalam mempersangkakan saya pribadi yang tidak mengerti akan hukum itu merasa janggal. Karena saya sendiri sebagai pelapor percaya, saya yang memberikan keterangan, saya yang memberikan informasi kepada penyidik selama hampir proses dua tahun penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan oleh kuwu Supriyadi di Desa Citemu, di ujung akhir tahun 2021 saya ditetapkan sebagai tersangka atas dasar karena petunjuk dari kajari," tuturnya.

Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Fahri Siregar mengatakan Nurhayati ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai turut terlibat dalam dugaan korupsi penggunaan dana desa yang dilakukan oleh Supriyadi. Sehingga Nurhayati dianggap telah melanggar pasal 66 Permendagri No 20 tahun 2018 yang mengatur tentang pengelolaan keuangan desa.  

Namun Fahri juga mengakui bahwa belum ditemukan bukti Nurhayati ikut menikmati uang hasil korupsi itu. “Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga tahun yaitu dari 2018, 2019 dan 2020," tutur Fahri yang juga menyebut bahwa dana desa yang dikorupsi diduga sekitar Rp 800 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon Hutamrin menjelaskan kasus tersebut berasal dari penyidik Polres Cirebon Kota yang mengirimkan perkara atas nama Supriyadi sebagai kepala desa. “Perkara Supriyadi diteliti dan memberikan petunjuk P18 dan P19, dimana diduga ada tindak pidana korupsi dana desa,” tutur Hutamrin.

Selanjutnya, penyidik dan jaksa peneliti melakukan ekspos kasus tersebut bersama-sama dan disimpulkan agar penyidik melakukan pendalaman atas kesaksian dari Nurhayati. Pendalaman kasus dilakukan hingga akhirnya ditemukan dua alat bukti untuk menentukan Nurhayati sebagai tersangka. Dia dinilai melakukan kerjasama dengan Supriyadi mengkorupsi dana desa. 

Hutamrin berujar penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana desa itu merupakan kewenangan penyidik. Sedangkan jaksa penuntut umum merupakan kepanjangan tangan dari penyidik untuk membuktikan di pengadilan. “Kita tidak bisa melakukan intervensi. Ada kewenangan masing-masing,” kata dia.

Baca Juga: Cerita Nurhayati, Pelapor Kasus Dana Desa yang Dijadikan Tersangka






Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

6 jam lalu

Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

Polda Metro Jaya membeberkan hasil rekonstruksi kasus tabrakan mahasiswa UI. Hasilnya ditemukan bukti baru dan adanya kesalahan prosedur.


Polda Metro Minta Maaf Telah Salah Prosedur di Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

7 jam lalu

Polda Metro Minta Maaf Telah Salah Prosedur di Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

Polda Metro mengakui ada ketidaksesuaian prosedur dalam pengusutan kasus kecelakaan mahasiswa UI, Hasya Athallah. Mencabut status tersangka.


Jokowi Bakal Teken PP Dana SDM Desa, Ekonom Ingatkan Bahaya Budget Siluman

19 jam lalu

Jokowi Bakal Teken PP Dana SDM Desa, Ekonom Ingatkan Bahaya Budget Siluman

Bhima Yudhistira, merespons rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang akan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) soal anggaran khusus untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa.


Pengakuan Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI: Kondisi Hasya Kritis, Masih Bernyawa Pasca Insiden

1 hari lalu

Pengakuan Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI: Kondisi Hasya Kritis, Masih Bernyawa Pasca Insiden

Kondisi mahasiswa UI, Hasya, disebut masih bernyawa pasca insiden tabrakan di kawasan Jakarta Selatan pada Oktober 2022.


Budiman Sudjatmiko Usul Dana SDM Desa Kisaran Rp 200-500 Juta per Tahun di Luar Dana Desa

1 hari lalu

Budiman Sudjatmiko Usul Dana SDM Desa Kisaran Rp 200-500 Juta per Tahun di Luar Dana Desa

Budiman Sudjatmiko membeberkan lebih jauh soal nominal dana sumber daya manusia desa atau Dana SDM Desa yang diusulkannya kepada Presiden Jokowi.


Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

1 hari lalu

Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

Berita terpopuler sepanjang kemarin dimulai dari Rhenald Kasali yang mengingatkan pemerintah agar tak jumawa dalam menghadapi ancaman resesi.


Jokowi Akan Terbitkan PP untuk Dana SDM Desa, Budiman Sudjatmiko Beberkan Isinya

1 hari lalu

Jokowi Akan Terbitkan PP untuk Dana SDM Desa, Budiman Sudjatmiko Beberkan Isinya

Budiman Sudjatmiko menyatakan telah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar menambah anggaran khusus untuk pengembangan SDM desa.


Angelina Sondakh Benci Novel Baswedan dan Bambang Widjojanto, Tapi Itu Dulu...

3 hari lalu

Angelina Sondakh Benci Novel Baswedan dan Bambang Widjojanto, Tapi Itu Dulu...

Kasus korupsi Angelina Sondakh 10 tahun lalu menorehkan bekas, saat itu Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan ada di KPK. Kini, ketiganya bertemu.


Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

3 hari lalu

Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

Mahasiswa UI yang terlibat kecelakaan dengan Purnawirawan Polri menyita perhatian. Menurut hukum yang berlaku, bagaimana prosedur penetapan tersangka?


KPK Ungkap Sulitnya Lakukan Pencegahan Korupsi di Pelabuhan

3 hari lalu

KPK Ungkap Sulitnya Lakukan Pencegahan Korupsi di Pelabuhan

KPK menemukan ada 16 entitas yang hidup di pelabuhan. Dampaknya adalah lambannya proses administrasi barang di pelabuhan.