Menkes Bakal Tertibkan Penjualan Tes Antigen Eceran di e-commerce

Supir angkutan umum saat mendaftar untuk melakulan tes swab antigen gratis di Terminal Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 3 Februari 2022. Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 100 kuota saat menyelenggarakan tes swab antigen gratis bagi para calon penumpang dan supir angkutan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bakal mulai menertibkan penjualan tes antigen Covid-19 yang dijual secara eceran atau per boks di aplikasi e-commerce. Alat tes Covid-19 itu laris manis karena harganya yang terbilang murah dan masyarakat dapat melakukan tes secara mandiri. 

"Untuk tes PCR yang dilakukan di rumah, kami sekarang sedang rapikan. Kami juga tidak mau semua menjual barang-barang ini sehingga kasihan konsumennya," ujar Budi dalam konferensi pers secara daring pada Senin, 21 Februari 2022. 

Meski murah, Menkes Budi mengatakan tidak semua alat antigen yang dijual di toko online abal-abal. Kemenkes bahkan sudah melakukan pengecekan untuk beberapa merek dan hasilnya cukup akurat. 

"Sudah kami tes beberapa dan memang sudah layak. Akan kami umumkan (mereknya) secara terbuka dari Kemenkes," ujar Budi.

Dari pantauan Tempo di beberapa e-commerce, penjualan tes antigen eceran memang diminati masyarakat terlihat dari jumlah penjualan yang mencapai ribuan. Apa lagi, harga satu alat hanya Rp19.000 dan jauh lebih murah dibandingkan tes di klinik yang biayanya mencapai Rp40.000 sampai Rp85.000 per tes. 

Salah satu merek yang paling banyak dibeli masyarakat adalah alat tes antigen bernama LUNGENE. Alat ini dijual dengan harga Rp19.000 per satuan atau Rp455 ribu per boks isi 25 set. Jumlah pembeli alat tes antigen ini pun sudah mencapai 7.700 orang dan hampir seluruhnya memberikan penilaian bintang lima. 

Baca: Menkes Sebut Tunggakan Klaim Covid-19 Rp 25,1 Triliun akan Dibayar 

M JULNIS FIRMANSYAH 






Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

1 hari lalu

Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

Menkes menyatakan pada 2023 pemerintah fokus mengejar prevalensi stunting turun ke angka 17 persen. Berikut langkah yang dilakukan.


Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

2 hari lalu

Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

Pengumuman penutupan situs belanja online itu tercantum di website resmi JD.ID saat diakses pada 30 Januari 2023. Apa penyebab JD.ID ditutup permanen?


Airlangga Hartarto dan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Bertemu, Jalin Kerja Sama Bilateral

2 hari lalu

Airlangga Hartarto dan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Bertemu, Jalin Kerja Sama Bilateral

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Andrew Bowie MP.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

3 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

3 hari lalu

JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

Liu Qiangdong yang juga dikenal sebagai Richard Liu adalah seorang pengusaha Cina dan pendiri JD.ID. Berikut ini bisnis lain dari pendiri JD.ID


Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

4 hari lalu

Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

Menkes Budi Gunadi meminta Pemprov DKI untuk menyuplai vitamin dan makanan kepada siswa kelas 1 SMP sebagai upaya penanganan stunting.


Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

5 hari lalu

Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

Kemenkes membuka pendaftaran Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) untuk pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M.


Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

5 hari lalu

Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

Profil Richard Liu pendiri JD.ID


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

5 hari lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

5 hari lalu

JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Tempo merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan terkait tutupnya JD.ID.