Survei Indikator Politik: 66,8 Persen Responden Khawatir Terpapar Omicron

Ilustrasi Omicron

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih takut tertular varian Omicron. Mereka sebagian besar adalah perempuan dengan pekerjaan mayoritas petani, peternak atau nelayan.

Kesimpulan ini diperoleh dari hasil survei online Indikator Politik Indonesia yang digelar pada 15 Januari 2022 hingga 17 Februari 2022. Survei tersebut dilakukan melalui empat tahapan utama, yakni rekrutmen sampel secara acak, pemberian kode akses uni, screening dan terakhir web interviewing.

Adapun target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau sudah menikah dan memiliki akses internet lewat telapon pintar atau smartphone. Besarannya sekitar 69 persen dari total populasi nasional

Dari total populasi itu, dipilih secara acak 626 responden yang mengisi kuesioner secara online atau computer assisted web interviewing. Margin of error sekitar 4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti senior IPI, Rizka Halida saat membacakan hasil survei tersebut mengatakan, 25,8 persen responden mengatakan sangat khawatir tertular Omicron. 41 persen cukup khawatir, biasa saja 28,5 persen biasa saja dan tidak khawatir 2,2 persen.

"Artinya ada sekitar 66,8 persen yang khawatir dari mereka yang tahu atau setara dengan 57,6 persen dari total populasi warga yang cenderung khawatir tertular Omicron ini," ungkapnya secara daring, Ahad, 20 Februari 2022.

Berdasarkan gendernya, dia melanjutkan, hasil survei menunjukkan yang cukup atau sangat khawatir tertular varian baru Covid-19 itu berasal dari kalangan perempuan, dengan angka mencapai 72 persen. Usianya pun berkisar diantara 55 tahun ke atas dengan angka 76,4 persen.

Dari sisi etnis, mayoritas yang merasa takut tertular adalah Minang sebesar 88,2 persen, diikuti etnis Melayu 83,7 persen, Sunda 72 persen dan Jawa 67 persen. Sementara itu dari agamanya, mayoritas adalah protestan atau katolik sebesar 77,9 persen sedangkan Islam sebesar 66,4 persen.

Dari tingkat pendidikannya, mayoritas yang merasa cukup atau sangat takut terpapar Omicron berasal dari lulusan SD ke bawah dan SLTP dengan persentase sama-sama 76,8 persen. Pekerjaannya pun mayoritas adalah petani, peternak atau nelayan sebesar 76,6 persen.

Seiring dengan data tersebut, Riza melanjutkan, mayoritas masyarakat saat disurvei juga setuju untuk diberikan vaksin booster dengan jumlah sebanyak 50,7 persen sedangkan yang mengatakan sangat setuju sebanyak 10,8 persen.

"Ada juga yang tidak setuju 6,4 persen atau sangat tidak setuju 25,8 persen. Jadi cukup banyak juga yang tidak setuju tapi mayoritas setuju dengan program vaksin booster ketiga ini," papar dia.

Baca: Kemenkes Jamin Kapasitas RS Aman Meski Kasus Omicron Lampaui Delta






Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

8 jam lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

8 jam lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

11 jam lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

14 jam lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

22 jam lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

22 jam lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

1 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

1 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

2 hari lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

2 hari lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.