FSGI Usul Aturan Penyelenggaraan Pendidikan Darurat Masuk di Revisi UU Sisdiknas

Editor

Amirullah

Siswa saat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Ciracas 11 Pagi, Jakarta, Selasa 8 Februari 2022. Saat ini, DKI masih menerapkan PTM di sekolah 50 persen dari kapasitas sesuai aturan pemerintah pusat. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengusulkan pemasukan aturan tentang Penyelenggaraan Pendidikan Nasional di Situasi Darurat dalam revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Menurut Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo, di dalam draf pihaknya belum menemukan terkait dengan aturan itu.

Heru mengatakan bahwa situasi darurat yang dimaksud bisa saja karena bencana alam, misalnya gempa bumi, gunung meletus, asap kebakaran hutan, banjir bandang, tsunami, dan lainnya yang mengakibatkan peserta didik tidak bisa bersekolah tatap muka. Termasuk pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun.

Bencana gempa bumi yang pernah melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat; dan Palu, Sulawesi Tengah, misalnya. Bencana itu meruntuhkan gedung sekolah, dan memperbaikinya butuh waktu lama, bisa berbulan-bulan lamanya. “Nah, di sinilah pemerintah Indonesia seharusnya sudah siap menggunakan penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat”, ujar Heru dalam keterangan tertulis pada Ahad, 20 Februari 2022.

Menurut Heru, ketiadaan ketentuan tentang penyelenggaraan pendidikan di masa darurat berdampak pada kegagapan semua pihak saat ada bencana di Indonesia. “Sehingga setiap ada bencana di suatu daerah, sulit bagi sekolah dan Dinas Pendidikan menanggulangi dampak terhadap sektor pendidikan,” kata Heru.

Ada beberapa ketentuan substansi yang perlu ada dalam perubahan UU Sisdiknas tentang penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat. Salah satunya adalah dalam hal standar isi, di mana pemerintah wajib menyiapkan dua jenis kurikulum nasional, yaitu kurikulum dalam kondisi normal dan kurikulum dalam kondisi darurat. 

Selain itu, dalam hal tenaga pendidik, pemerintah wajib menyiapkan pendidik untuk mampu melakukan proses pembelajaran dalam situasi normal maupun darurat. Dalam hal standar penilaian, pemerintah harus menyiapkan standar penilaian untuk situasi normal maupun darurat, sehingga pendidik dan peserta didik tidak dibebani target pencapaian di saat kondisi darurat.

“Karena tidak mungkin melaksanakan pembelajaran secara normal di wilayah yang sedang mengalami bencana alam/non alam,” tutur Mansur, Wakil Sekjen FSGI yang juga guru di Lombok yang pernah merasakan pendidikan darurat pasca gempa pada tahun 2018 lalu. 






Kasus Siswi SMK Tewas Jatuh dari Lantai 4 Gedung Sekolah, FSGI Minta Sekolah Terbuka

4 hari lalu

Kasus Siswi SMK Tewas Jatuh dari Lantai 4 Gedung Sekolah, FSGI Minta Sekolah Terbuka

FSGI mendorong Badan Akreditasi Nasional (BAN) DKI Jakarta mengevaluasi akreditasi sekolah usai kasus siswi SMK tewas terjatuh.


Begini Kemendikbudristek Apresiasi Christine Hakim yang Ikut Bintangi The Last of Us

7 hari lalu

Begini Kemendikbudristek Apresiasi Christine Hakim yang Ikut Bintangi The Last of Us

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan apresiasi kepada aktris Christine Hakim.


Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

14 hari lalu

Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar mengatakan lembaganya mencatat aduan kekerasan seksual di dunia pendidikan masih banyak terjadi.


FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

14 hari lalu

FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

Seorang guru di Gorontalo diduga mengalami kekerasan oleh wali murid yang tak terima anaknya terkena razia cukur rambut di sekolah.


Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

15 hari lalu

Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

Telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Binus University dengan Seoul Institute of the Arts yang menjadi bukti kemitraan kedua negara


Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

15 hari lalu

Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

Eksistensi filsafat sebagai The Mother of Sciences telah melahirkan berbagai aliran, termasuk dalam hal filsafat pendidikan.


Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

17 hari lalu

Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

Berikut alasan kenapa sekolah itu penting dari segi ilmu dan pembentukan karakter termasuk kecerdasan intelektual (IQ) serta emosional (EQ)


Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

17 hari lalu

Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

Ida mengatakan dari 2,8 juta pengangguran yang mengalami hopeless of job itu, sekitar 76,90 persen merupakan pengangguran berpendidikan rendah.


Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

19 hari lalu

Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

Bu Kasur memproduksi film anak-anak Amrin Membolos pada 1996


Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan Anak-Anak

19 hari lalu

Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan Anak-Anak

Ada ratusan lagu yang dibuat Bu Kasur dan suaminya