Hasil Tes PCR Molor, Pemkot Surabaya Diminta Libatkan RS Swasta

Reporter

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 Mei 2021. Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada seluruh penghuni di rusun yang dikelola Pemkot Surabaya untuk mendeteksi penyebaran COVID-19, setelah adanya 12 penghuni Rusun Penjaringan Sari terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta untuk mempercepat uji sampel usap reaksi berantai polimerase atau tes PCR. Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyatakan permintaan tersebut untuk mengatasi lonjakan jumlah tes PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Surabaya.

"Jika sebelumnya hasil tes usap PCR sudah keluar dalam waktu sehari bahkan tidak sampai sehari, saat ini pasien yang terkonfirmasi positif antigen lalu tes usap PCR harus menunggu hasilnya 4-5 hari," ujar Khusnul, Sabtu, 19 Februari 2022.

Menurut dia, seharusnya kasus seperti ini sudah bisa diantisipasi Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Kesehatan Surabaya. Sebab, kata Khusnul, munculnya varian Omicron akan mengakibatkan adanya gelombang tiga pandemi.

"Semua ahli sudah memprediksi, bahkan bulannya pun sudah dapat diprediksi yakni pada Februari 2022. Seharusnya Dinas Kesehatan bisa mengantisipasi masalah ini," ujar Khusnul.

Agar masalah ini bisa cepat diatasi, ia mengusulkan kepada Pemkot Surabaya agar segera melakukan kerja sama dengan rumah sakit swasta atau instansi lain. Tujuannya untuk mempercepat hasil tes PCR. Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Kota Surabaya juga bisa menjalin kerja sama dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Karena ini menggandeng pihak lain, untuk biayanya bisa dibebankan kepada APBD Surabaya. Saya kira itu tidak masalah. Yang penting layanan hasil tes usap PCR cepat keluar. Ini demi kemaslahatan seluruh warga Surabaya," ujarnya.

Selain melakukan kerja sama dengan pihak lain, Khusnul juga mengusulkan kepada Pemkot Surabaya agar menambah petugas di Labkesda. "Karena ini kejadian luar biasa, maka juga harus dilakukan penanganan luar biasa pula. Tidak bisa dilakukan secara normatif dan biasa," tuturnya.

Khusnul juga mengingatkan kepada seluruh warga Surabaya, yang sudah dinyatakan positif setelah tes antigen, namun belum keluar hasil tes PCR, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jangan sampai karena tidak bergejala, tapi hasil tes antigennya positif, dia seenaknya keluyuran keluar rumah.

"Kami terus mengingatkan kepada warga. Jangan pernah abaikan prokes. Sekarang sedang ada tren kenaikan kasus positif Covid-19. Jika aktivitas di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak," kata politikus PDI Perjuangan soal hasil tes PCR di Surabaya. 

Baca: Buka Swab 24 Jam, RSA UGM Tambah Layanan PCR Hasil 4-6 Jam






Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

1 hari lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Pengamat: Megawati Seakan Dikepung untuk Umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP

1 hari lalu

Pengamat: Megawati Seakan Dikepung untuk Umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP

Pengamat politik Hendri Satrio melihat seolah-olah Megawati Soekarnoputri dikepung dari berbagai sisi agar mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres.


Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

2 hari lalu

Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

Otoritas di Cina mengklaim infeksi virus corona sudah lewati puncaknya. Namun ahli memperingatkan terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.


Gibran Rakabuming Ungkap Kaesang Minat Terjun ke Politik, saat Dia Didukung Ikut Pilgub DKI Jakarta

4 hari lalu

Gibran Rakabuming Ungkap Kaesang Minat Terjun ke Politik, saat Dia Didukung Ikut Pilgub DKI Jakarta

Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan keinginan sang adik, Kaesang Pangarep, untuk terjun ke dunia politik


76 Tahun Megawati: Jangan Dipikir di Istana Hidupnya Enak

4 hari lalu

76 Tahun Megawati: Jangan Dipikir di Istana Hidupnya Enak

Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-76 pada 23 Januari 2023. Sejak kecil sudah dapat pengawal pribadi, hingga menjadi presiden wanita pertama RI.


Megawati Ulang Tahun ke-76 Tahun, DPC PDIP Solo Beri Hadiah Istimewa Ini

4 hari lalu

Megawati Ulang Tahun ke-76 Tahun, DPC PDIP Solo Beri Hadiah Istimewa Ini

FX Hadi Rudyatmo mengatkaan kader PDIP di Solo memberi kado istimewa untuk Ketua umum partainya Megawati Soekarnoputri di ulang tahunnya hari ini.


Momentum Ultah Megawati ke-76, PDIP Surabaya Buka Dapur Umum untuk Lansia dan Ibu Hamil

4 hari lalu

Momentum Ultah Megawati ke-76, PDIP Surabaya Buka Dapur Umum untuk Lansia dan Ibu Hamil

PDI Perjuangan Kota Surabaya menyambut ulang tahun Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ke-76 dengan membuka dapur umum di 32 titik.


Buka Pintu bagi Wisatawan dari Cina, Jokowi: Imunitas Kita Sudah di Angka 98,5

8 hari lalu

Buka Pintu bagi Wisatawan dari Cina, Jokowi: Imunitas Kita Sudah di Angka 98,5

Presiden Jokowi menyebut Indonesia telah membuka pintu bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung, termasuk Tiongkok yang tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19.


50 Tahun PDI Perjuangan, Selain Megawati Ini Tokoh-tokoh Pendiri PDIP: Kwik Kian Gie hingga Eros Djarot

15 hari lalu

50 Tahun PDI Perjuangan, Selain Megawati Ini Tokoh-tokoh Pendiri PDIP: Kwik Kian Gie hingga Eros Djarot

PDI Perjuangan identik dengan Megawati. Tapi, selain putri Soekarno itu, beberapa tokoh lain terlibat dalam pendirian PDIP, meski kemudian menjauh.


WHO Sarankan Penumpang Pesawat Pakai Masker, Kasus Covid-19 di AS Naik

16 hari lalu

WHO Sarankan Penumpang Pesawat Pakai Masker, Kasus Covid-19 di AS Naik

WHO menyarankan penumpang pesawat kenakan masker karena kasus Covid-19 di AS naik.