Petinggi PDIP Tegaskan Survei Bukan Penentu Sosok Capres 2024

Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) bersama Ketua bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) serta pasangan bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo (kedua kiri) dan Teguh Prakosa (kanan) berpose usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tidak menjadikan survei sebagai satu-satunya pertimbangan dalam memutuskan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden atau Capres 2024 dalam Pemilihan Presiden nanti. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Bapilu PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, menilai sebab hasil elektabilitas dari lembaga survei bukan jaminan bisa meraih kemenangan dalam Pilpres 2024.

Sosok yang akrab dipanggil Bambang Pacul ini mengatakan hasil lembaga survei masih sangat terbuka. Sebab, sampai saat ini belum ada satu partai pun yang memutuskan figur yang akan diusung dalam kontestasi kepemimpinan nasional di tahun 2024.

Dia mengibaratkan hasil survei yang ada saat ini hanya sebagai pertempuran udara. Sifatnya, kata dia, hanya menjadi tolok ukur parpol dalam memenangkan pertempuran secara keseluruhan dalam Pemilu, sedangkan penentunya ada di pertempuran darat.

"Apakah yang tempur itu yang menang hanya udara? Siapa yang memastikan sebuah pertempuran itu menang? Yang memastikan kemenangan sebuah pertempuran adalah pertempuran darat. Ketika para infantri telah meletakkan bendera-bendera di wilayah tempur itu yang kita sebut menang," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 18 Februari 2022.

Menurut dia, dalam memutuskan siapa yang akan diusung, partai politik dan koalisi partai pasti memiliki banyak pertimbangan. Di antaranya pertimbangan terkait dengan pengkaderan dan rekam jejak. Selain itu ada juga pertimbangan kepentingan nasional apakah yang akan diusung sosok yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi bangsa dan negara.

Sampai saat ini, dia menekankan belum ada satu partai politik pun yang memastikan siapa yang akan diusung. Bambang menilai, masih terlalu dini untuk menyebut nama. Sebab partai-partai belum ada yang memanaskan mesin politiknya, meski sudah banyak wacana dan lobi-lobi yang dilakukan. 

Bambang Pacul memastikan akan bekerja optimal ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah menentukan siapa sosok Capres 2024 yang akan diusung. 

"Bambang Pacul tunggu perintah ketua umum. Ketua umum perintahkan yang harus dimenangkan adalah, mohon maaf Mbilung sama Sorowito, itu yang kita bertempur. Nah, kalau hari ini kan hanya udara," ujarnya.

Di sisi lain, dia mengapresiasi hasil survei meski dengan tegas menilai keputusan partai tidak hanya didasarkan hasil survei. “Survei yang menarik bagi saya adalah setelah jelas nama-nama yang didaftarkan di KPU disurvei. Itu baru oke karena subyek surveinya sudah riil. Sudah nyata. Begitu bos,” kata Bambang Wuryanto soal Capres 2024. 

Baca: Pakar: Chemistry Anies Baswedan-Ridwan Kamil Tak Berarti tanpa Dukungan Partai






Erick Thohir Terus Merapat dengan PAN, Zulhas: Setiap Hari Memang Sama Saya Terus

5 jam lalu

Erick Thohir Terus Merapat dengan PAN, Zulhas: Setiap Hari Memang Sama Saya Terus

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengakui kedekatannya dengan Erick Thohir. Tetapi Zulhas belum mau berbicara soal Erick bergabung dengan partainya.


Musra Relawan Jokowi Diikuti Kelompok Pendukung Ganjar Pranowo hingga Arsjad Rasjid

5 jam lalu

Musra Relawan Jokowi Diikuti Kelompok Pendukung Ganjar Pranowo hingga Arsjad Rasjid

Musra relawan Jokowi di Yogyakarta diikuti berbagai kelompok yang mendukung tokohnya masing-masing.


Soal Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, PAN Sebut Belum Ambil Sikap

6 jam lalu

Soal Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, PAN Sebut Belum Ambil Sikap

PAN menyatakan masih akan mempertimbangkan manfaat dan mudharat dari perpanjangan masa jabatan kepala desa.


Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik, Kepingan Terakhir Dinasti Jokowi ?

7 jam lalu

Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik, Kepingan Terakhir Dinasti Jokowi ?

Ketertarikan Kaesang Pangarep untuk ikut terjun ke dunia politik mengagetkan berbagai pihak. Pasalnya, Kaesang sempat menyatakan tak mau.


Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

9 jam lalu

Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan belum ada komunikasi antara pihaknya dengan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.


Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Disebut Bahas Pencalonan Anies Baswedan

11 jam lalu

Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Disebut Bahas Pencalonan Anies Baswedan

Pengamat politik Hendri Satrio meyakini pertemuan antara Jokowi dengan Surya Paloh pada Kamis kemarin membahas soal pencalonan Anies Baswedan


Tumpukan Utang Negara Dikritik AHY, Ketua Banggar DPR Bela Pemerintah: Info yang Disajikan Tak Utuh

1 hari lalu

Tumpukan Utang Negara Dikritik AHY, Ketua Banggar DPR Bela Pemerintah: Info yang Disajikan Tak Utuh

Ketua Banggar DPR Said Abdullah merespons kritik yang disampaikan Keyua Umum Partai Demokrat AHY soal rasio utang negara.


Hasto Sebut PDIP Terbuka bagi Kaesang untuk Terjun ke Politik

1 hari lalu

Hasto Sebut PDIP Terbuka bagi Kaesang untuk Terjun ke Politik

Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP terbuka untuk putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang ingin terjun ke politik


Pertemuan Jokowi - Surya Paloh, Pengamat Sebut Momentum Rekonsiliasi Politik

1 hari lalu

Pertemuan Jokowi - Surya Paloh, Pengamat Sebut Momentum Rekonsiliasi Politik

Adi Prayitno, menyebut pertemuan empat mata antara Surya Paloh dengan Jokowi merupakan pertanda hubungan keduanya baik-baik saja


Demokrat Akan Deklarasi Anies Capres Secara Terbuka Setelah Terpenuhi PT 20 Persen

1 hari lalu

Demokrat Akan Deklarasi Anies Capres Secara Terbuka Setelah Terpenuhi PT 20 Persen

Teuku Riefky Harsya mengungkap alasan partainya belum deklarasi terbuka mendukung Anies Baswedan Capres seperti NasDem