Anggota DPR Minta Jaksa Ajukan Banding Divonis Herry Wirawan

Ustad Herry Wirawan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, 15 Februari 2022. Terbukti melakukan pencabulan terhadap belasan santri perempuan di bawah umur, Heri Wiryawan di vonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim, sementara jaksa menuntut hukuman mati. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menanggapi vonis terhadap terpidana kasus pemerkosaan Herry Wirawan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memutuskan Herry dihukum penjara seumur hidup dan biaya restitusi atau ganti terhadap para korban pemerkosaan.

“Sebenarnya saya terus terang saja, vonis yang diberikan kepada HW itu tidak membuat kita puas,” ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Februari 2022.

Ace menilai apa yang dilakukan Herry merupakan kejahatan berlapis, mulai dari tindakan kekerasan seksual hingga eksploitasi anak-anak yang berdampak traumatik terhadap korban. Sehingga, seharusnya vonis itu berlandaskan pada Undang-Undang Perlindungan Anak, salah satunya terkait dengan penjara seumur hidup dan kebiri kimia.

Politikus Partai Golkar itu mengaku mendukung jika jaksa melakukan upaya banding. “Jika belum ada putusan yang sifatnya inkrah maka kita dorong supaya jaksa melakukan banding,” katanya lagi.

Menurut dia, ada yang lebih penting dipikirkan sebenarnya, yaitu bagaimana hukuman memperhatikan aspek korban, bukan hanya aspek hukumnya yang menjadi perhatian publik. Namun, kata dia, juga hak rehabilitasi korban, bagaimana nasibnya yang masih di bawah umur, ditambah dengan anak hasil kekerasan seksual itu.

Hal tersebut, Ace berujar, harus juga menjadi perhatian hakim. Oleh karena itu, ia menyatakan menjadi penting dalam aspek penegakan hukum, khususnya kekerasan seksual terhadap anak.

Komisi VIII DPR, ujar Ace, akan mencoba membahas bersama Kementerian Agama karena kasus Herry Wirawan berkedok agama dan menjual nama pesantren. “Korban ini harus diberikan perhatian, terutama kelanjutan pendidikannya, kemudian aspek trauma healing-nya juga harus ditekankan,” tutur dia.

Sementara, ungkap Ace, HW harus dihukum seberat-beratnya. Ia berharap agar jaksa segera melakukan banding dan disampaikan pula aspek selain vonis hukumnya, seperti aspek perlindungan dan rehabilitasi terhadap korban.

Sebelumnya, hakim memvonis Herry Wirawan penjara seumur hidup pada Selasa, 15 Februari. Majelis hakim berpendapat tidak ada unsur yang dapat meringankan hukuman Herry Wirawan.

Ia dinyatakan oleh hakim bersalah sesuai Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama. 

Adapun sebelumnya Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Namun dengan berbagai pertimbangan hakim, Herry divonis hukuman penjara seumur hidup. Hakim menilai dengan hukuman itu, Herry dan para korban tidak akan bertemu kembali dan mencegah timbulnya trauma dari para korban.

Baca: Restitusi Herry Wirawan Ditanggung Pemerintah, Ini Kata Jaringan Aktivis






Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun di Karawang, Apa Hukuman Untuk Pelaku?

2 hari lalu

Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun di Karawang, Apa Hukuman Untuk Pelaku?

Tanah air dihebohkan dengan kasus ayah perkosa anak perempuannya selama 7 tahun. Ini hukuman untuk pelaku?


Mason Greenwood Dibebaskan dari Dakwaan di Kasus Pemerkosaan, Bagaimana Nasibnya di Manchester United?

2 hari lalu

Mason Greenwood Dibebaskan dari Dakwaan di Kasus Pemerkosaan, Bagaimana Nasibnya di Manchester United?

Manchester United sebelumnya memutuskan bahwa Mason Greenwood tidak akan beraktivitas di klub sampai pemberitahuan selanjutnya akibat kasusnya itu.


Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

3 hari lalu

Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

Teddy Minahasa sempat meminta Doddy Prawiranegara untuk mengantar sabu seberat lima kilogram menggunakan pesawat ke Jakarta, namun hal itu ditolak.


Hotman Paris Bela Teddy Minahasa, Pertanyakan Mengapa Banyak Pejabat Tinggi Tak Jadi Saksi

3 hari lalu

Hotman Paris Bela Teddy Minahasa, Pertanyakan Mengapa Banyak Pejabat Tinggi Tak Jadi Saksi

Hotman Paris Hutapea menyatakan, dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Teddy Minahasa prematur.


Sidang Perdana Teddy Minahasa Dijaga Ketat, Dia Didampingi Hotman Paris Hutapea

3 hari lalu

Sidang Perdana Teddy Minahasa Dijaga Ketat, Dia Didampingi Hotman Paris Hutapea

Polres Metro Jakarta Barat menjaga ketat sidang perdana kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa.


Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

3 hari lalu

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

Jaksa menuturkan kuasa hukum Putri Candrawathi seharusnya mempersiapkan bukti-bukti valid tentang pelecehan dan pemerkosaan di awal persidangan.


Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

4 hari lalu

Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Pengadilan Negeri Depok juga mewajibkan Ustaz Ramadhan membayar uang restitusi Rp 30 juta kepada korban. Masih ada tiga tersangka lain.


Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

4 hari lalu

Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

Isu kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi fokus Universitas Airlangga (Unair). Simak cara kampus cegah kekerasan seksual.


Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

5 hari lalu

Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

Orang tua berperan besar dalam memberikan edukasi terkait pendidikan seksual pada anak sejak usia dini. Ini tujuannya.


Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

6 hari lalu

Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pria, inisial SAM (23) karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya.