Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

UU Penanggulangan Bencana Deadlock, DPR Beralih Membahas UU Lansia

image-gnews
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa pihaknya berencana menghentikan sementara pembahasan Undang-Undang Penanggulangan Bencana. "Karena pembahasan UU Penanggulangan Bencana selalu deadlock, karena belum menemukan titik temu antara pemerintah dan Komisi VIII DPR. Dan membuat tidak bisa membahas undang-undang lain," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Februari 2022.

Sebagai gantinya Komisi VIII DPR akan membahas Undang-Undang Kesejahteraan Lanjut Usia yang juga tidak kalah pentingnya. "Kami juga ingin fokus pada undang-undang lain yang juga penting," kata politikus Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, Indonesia belum memiliki undang-undang khusus tentang lanjut usia, padahal jumlah penduduk lanjut usia cukup banyak. Masalah itu memerlukan perhatian serius dari negara untuk memperhatikan keberadaan dan kesejahteraan lanjut usia. "Itulah mengapa kami menggagap itu penting, termasuk juga UU Penanganan Yatim Piatu. Nah jadi atas dasar itulah kami ada wacana lebih baik UU Penanggulangan Bencana dihentikan lebih dulu tanpa dihapus dari prolegnas," katanya.

Ace menjelaslan bahwa Komisi VIII dan pemerintah belum memiliki titik temu, khususnya soal kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangam Bencana Daerah. "Karena DPR bersikeras untuk memperkuat BNPB dan ingin mencantumkan keberadaannya di dalam undang-undang," ujarnya.

Namun, ujar Ace, di dalam draf, pemerintah justru tidak mencantumkan BNPB secara eskplisit, melainkan hanya menyebutkan kata 'Badan' saja. Dan tidak diatur secara lebih detail tentang tugas-tugas BNPB maupun BPBD, sehingga inilah yang membuat Komisi VIII dengan pemerintah memiliki pandangan yang berbeda.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perbedaan pandangan tentang lembaga itu, menurut Ace, membuat Komisi VIII harus terus membahasnya. Karena bagi dia, justru yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan BNPB sebagai negara yang berada di wilayah ring of fire.

"Apa lagi kita tahu bahwa potensi kebencaaan seperti kata BMKG yang menyebut di wilayah Jawa bagian barat yaitu Banten, ada potensi megatrust dengan gempa yang dahsyat itu. Sehingga keberadaan BNPB justru harus diperkuat, itu keinginan kami," kata politikus di DPR.

Baca Juga: DPR dan Pemerintah Masih Beda Pandangan soal Kelembagaan BNPB

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Massa Nakes dan Non Nakes Demo di Gedung DPR, Tuntut Diangkat Jadi ASN

4 jam lalu

Forum Komunikasi Honorer Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Non-Nakes (FKHN) menggelar unjuk rasa di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 7 Agustus 2023. Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah menerbitkan peraturan khusus agar tenaga honorer diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). TEMPO/ Febri Angga Palguna
Massa Nakes dan Non Nakes Demo di Gedung DPR, Tuntut Diangkat Jadi ASN

Massa tenaga kesehatan atau nakes dan non nakes menggelar unjuk rasa di Gedung DPR. Mereka menuntut segera diangkat jadi ASN.


Siaga Darurat Bencana Kekeringan Ditetapkan, Kabupaten Kupang NTT: dari 1-30 Agustus

8 jam lalu

Dua bocah membawa jeriken kosong untuk mengisi air saat pembagian air bersih oleh pihak kepolisian di Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, Sabtu, 19 September 2020. Satlantas Polres Kupang Kota membagikan 37 ribu liter air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan sebagai bentuk kepedulian. ANTARA/Kornelis Kaha
Siaga Darurat Bencana Kekeringan Ditetapkan, Kabupaten Kupang NTT: dari 1-30 Agustus

Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan status siaga darurat bencana alam kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.


BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

12 jam lalu

Tim BPBD Kota Bogor saat mengevakuasi becak yang tertimpa pohon besar di Kebon Pedes, Kota Bogor, Sabtu Sore 26 Oktober 2019. Pohon tumbang karena hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang. TEMPO/M.A MURTADHO
BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Hujan lebat hingga sangat lebat pada skala lokal dan berdurasi singkat diprediksi turun pada Senin, 7 Agustus 2023 di sejumlah wilayah di Jawa Barat


Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

15 jam lalu

Pengunjung Car Free Day mengenakan payung saat diguyur hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 12 Februari 2023. Dilansir dari BMKG, perkiraan cuaca Jakarta berpotensi hujan sedang lebat sampai sepekan ke depan, warga dihimbau  mempersiapkan diri termasuk kebugaran tubuh untuk menghadapi cuaca ekstrem. TEMPO/MAGANG/MUHAMMAD FAHRUR ROZI
Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

Prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan hujan ringan akan turun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi malam nanti


Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

15 jam lalu

Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA
Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

Hujan diperkirakan akan terjadi dj aejumlah wilayah Indonesia hari ini.


Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

17 jam lalu

Ilustrasi - Peta gempa yang berpusat di Bali bagian selatan. ANTARA/HO-BMKG
Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

Gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada atas kemungkinan gempa susulan.


Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

18 jam lalu

Ilustrasi gempa bumi
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

BMKG mengonfirmasi adanya gempa dengan magnitudo 4,6 mengguncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat, pada Senin dinihari, 7 Agustus 2023.


Protes Soal RUU PPRT, Jala PRT Bawa Piring Hingga Pasir dan Batu Bata, Ini Maknanya

1 hari lalu

Perwakilan dari Pekerja Rumah Tangga (PRT), Mahasiswa, YLBHI, Perempuan Mahardika, Koalisi Perempuan Indonesia dan sejumlah organisasi lainya saat konferensi pers aksi mogok makan di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Agustus 2023. Dalam keteranganya mereka akan melakukan aksi pada 14 Agustus mendatang di DPR RI untuk menuntut RUU PPRT segera disahkan guna melindungi PRT dari kekerasan hingga perdagangan orang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Protes Soal RUU PPRT, Jala PRT Bawa Piring Hingga Pasir dan Batu Bata, Ini Maknanya

Jala PRT menganalogikan kehidupan PRT dalam berbagai properti yang mereka bawa dalam konferensi pers memprotes RUU PPRT yang tak kunjung disahkan.


RUU PPRT Hampir Dua Dekade Mandek Tak Kunjung Disahkan, Jala PRT: Kalau Anak, Sudah Kuliah

1 hari lalu

Konferensi Pers Dalam Rangka Aksi Mogok Makan Desak Pengesahaan RUU PPRT di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, pada Ahad, 6 Agustus 2023. TEMPO/PUSPA AYU
RUU PPRT Hampir Dua Dekade Mandek Tak Kunjung Disahkan, Jala PRT: Kalau Anak, Sudah Kuliah

Jala PRT akan menggelar aksi mogok makan untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU PPRT yang telah mandek nyaris 20 tahun.


Pemilu 2024, KPU Bali Tegaskan Tak Akan Terima Perbaikan Berkas Lagi

1 hari lalu

Ilustrasi Pemilu. ANTARA
Pemilu 2024, KPU Bali Tegaskan Tak Akan Terima Perbaikan Berkas Lagi

KPU Bali menyatakan perbaikan berkas bagi caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2024 tak bisa lagi dilakukan terhitung sejak hari ini.