Kapolri Ingin Densus 88 Tingkatkan Kemampuan dalam Tangani Kasus Terorisme

Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan paparan dalam acara Rilis Akhir Tahun 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 31 Desember 2021. Dalam rilis tersebut Kapolri menyampaikan kinerja Polri sepanjang 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri meningkatkan kemampuannya. Menurutnya detasemen berlambang burung hantu itu harus adaptif dengan perkembangan teknologi, mampu menghadapi tantangan kompleks, sehingga lebih profesional dalam penanganan terorisme di Indonesia.

Dalam Rapat Tingkat Senior Densus 88 di Bali, Rabu 16 Februari 2022, Sigit mengatakan pengembangan struktur organisasi ini telah mendapat persetujuan dari pemerintah. “Salah satunya dengan ditandatanganinya peraturan presiden (Perpres) terkait pengembangan organisasi itu,” ujar Kapolri dalam keterangan tertulis, Rabu.

Selain itu, Sigit juga berharap bahwa jumlah personil yang saat ini 3.701 bisa dikembangkan dua kali lipat. Sehingga Densus memiliki kekuatan yang cukup, termasuk anggaran, sarana dan prasarana juga ditingkatkan, demikian juga dengan kemampuan yang dimiliki para anggotanya.

Menurut dia, pengembangan organisasi Densus 88 sejalan dengan tantangan yang semakin komplek dan meningkat di era globalisasi saat ini. Pengembangan itu juga dilakukan dalam rangka mengoptimalkan peran dari pencegahan dan penegakan hukum terhadap tindakan pidana terorisme di Indonesia.

Dalam pengarahannya, Sigit juga membahas tentang optimalisasi peran pemangku kepentingan dan rekanan yang sinergis dalam rangka penanganan terorisme. Untuk pencegahan dan penindakan terorisme, dia meminta Densus 88 melakukan pemantauan perkembangan terorisme internasional, agar bisa beradaptasi dan mengembangkan kemampuan menghadapi segala bentuk tantangan terorisme dan radikalisme yang ada ke depannya. 

Tantangan lain yang harus segera dijawab, kata jenderal bintang empat itu, adalah beradaptasi dengan pesatnya kemajuan perkembangan teknologi informasi yang seperti dua sisi mata uang. “Memberikan sisi positif, tapi di sisi lain dimanfaatkan oleh para kelompok terorisme dalam menyebarkan faham radikalisme,” katanya.

Sehingga, Sigit melanjutkan, Densus 88 harus bersinergi serta bekerja sama dengan seluruh institusi yang terkait di dalam maupun di luar negeri. Termasuk juga bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk memaksimalkan pencegahan dan penindakan jaringan terorisme. 

“Harus siap menghadapi perubahan. Kuncinya belajar meningkatkan kemampuan, mengembangkan organisasi, menambah kapasitas personel. Saya yakin sejarah membuktikan rekan-rekan mampu walaupun dinamika terjadi," tutur Sigit.

Sigit juga mengapresiasi kinerja Densus 88 yang telah mempengaruhi penurunan indeks risiko target terorisme sebanyak 52,22 persen. Angka itu mendekati target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar 54,36 persen, serta indeks risiko pelaku terorisme yang saat ini berada di angka 30,29 persen dari target RPJMN sebesar 38,14 persen. 

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menyatakan, kerja keras dari Densus 88 telah berdampak pada meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. "Tentunya stabilitas kamtibmas ini menjadi modal dasar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Sigit. 

Selain itu, dia menyebutkan bahwa pada 2020, Densus 99 telah melakukan penegakan hukum terhadap 232 tersangka kasus terorisme. Pada 2021 penindakan terhadap 370 orang dilakukan, termasuk penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Poso, yang hingga saat ini kelompok itu tersisa tiga orang DPO dan masih dilakukan pengejaran.

Baca: Muhammadiyah Bengkulu Menonaktifkan 3 Pengurus yang Jadi Tersangka Terorisme






Kapolri Listyo Sigit Ingin Standar Pengamanan Laga Sepak Bola Seperti di Inggris

9 jam lalu

Kapolri Listyo Sigit Ingin Standar Pengamanan Laga Sepak Bola Seperti di Inggris

Listyo Sigit mengatakan memilih pengajar dari Inggris untuk pelatihan karena standar sepak bola di Inggris telah menjadi role model.


Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

10 jam lalu

Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

Anggota Polri bersama Kementerian/Lembaga di Indonesia mengikuti pelatihan manajemen pengamanan stadion oleh Conventry University Inggris


Usut Ulang Kasus Mahasiswa UI Tersangka, Kapolda Metro akan Panggil Lagi Keluarga Korban

11 jam lalu

Usut Ulang Kasus Mahasiswa UI Tersangka, Kapolda Metro akan Panggil Lagi Keluarga Korban

Polda Metro Jaya berencana memanggil ulang keluarga mahasiswa UI yang tewas ditabrak.


Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka Dulu, Baru Polisi Bentuk Tim Setelah Diperintahkan Kapolri

14 jam lalu

Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka Dulu, Baru Polisi Bentuk Tim Setelah Diperintahkan Kapolri

Polda Metro Jaya baru membentuk tim untuk mengusut ulang kasus mahasiswa UI yang tewas ditabrak mobil pensiunan polisi.


Janji Kapolda Metro Bentuk TPF Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Ditunggu

1 hari lalu

Janji Kapolda Metro Bentuk TPF Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Ditunggu

Tim kuasa hukum keluarga Hasya Attalah Syaputra tunggu realisasi pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut kasus mahasiswa UI yang tewas tertabrak.


Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

1 hari lalu

Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

Uli menyebut persidangan tragedi Kanjuruhan memiliki urgensi untuk dijalankan secara terbuka.


Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

1 hari lalu

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

Politikus Partai NasDem Taufik Basari menganggap polisi tidak berempati lantaran menetapkan mahasiswa UI yang tewas ditabrak jadi tersangka.


Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

2 hari lalu

Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

Taufik Basari menilai Polda Metro Jaya mengabaikan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus secara humanis.


Terkini Metro: Perintah Kapolri Usut Ulang Kasus Kematian Mahasiswa UI, Dirkrimsus Soal Dugaan Korupsi Jakpro

2 hari lalu

Terkini Metro: Perintah Kapolri Usut Ulang Kasus Kematian Mahasiswa UI, Dirkrimsus Soal Dugaan Korupsi Jakpro

Pemberitaan terkini kanal Metro Tempo.co hari ini diwarnai isu perintah Kapolri usut ulang kasus kematian mahasiswa UI hingga dugaan korupsi Jakpro.


Usut Ulang Kematian Mahasiswa UI, Kapolda Metro Beri Tenggat Waktu Tim Pencari Fakta Bekerja

2 hari lalu

Usut Ulang Kematian Mahasiswa UI, Kapolda Metro Beri Tenggat Waktu Tim Pencari Fakta Bekerja

Kapolda Fadil Imran menyatakan, selain pembentukan tim internal dan eksternal pencari fakta mengusut ulang kematian Hasya Atallah Syahputra, ada target lain dalam penuntasan kasus kecelakaan lalu lintas, yang menewaskan mahasiswa UI, itu.