Analis Jelaskan Urgensi Prabowo Beli 42 Pesawat Jet Rafale

Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto, saat ditemui di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Senin, 7 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Analis militer dari Lab 45, Andi Widjajanto, menilai pembelian 42 pesawat jet tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan sebagai kebutuhan yang mendesak. Ada beberapa alasan dibaliknya, salah satunya karena saat ini Indonesia memang sedang kekurangan skuadron pesawat tempur.

Sejak 2006, Andi menjelaskan, Menteri Pertahanan saat itu Juwono Sudarsono sudah menetapkan kebutuhan pesawat tempur 10 sampai 12 skuadron atau sekitar 100 sampai 120 unit. Namun hari ini baru tersedia 45 unit, yaitu F16 dan Sukhoi.

"Jadi masih 2,5 skuadron, masih kosong 10. Itu bukan karena ancaman, itu bener-bener kayak kita punya rumah dengan kewajiban membangun pagar," kata Andi saat dihubungi, Selasa, 15 Februari 2022.

Menurut Andi, ini hanya kebutuhan untuk gelar pertahanan menjaga teritori Indonesia. Lalu dari 45 unit yang ada laporan yang ada menunjukkan hanya 45 persen saja yang operasional tempur. Sehingga kalau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa merealisasikan pengadaan 6 pesawat tempur Rafale (tahap pertama) dan membuat 45 unit yang ada operasional tempur, maka Indonesia bisa punya 6 skuadron. "Itu juga masih kurang 4 sampai 6 skuadron, dari perencanaan pada 2006," kata dia.

Sebelumnya, kesepakatan pembelian 42 pesawat tempur Rafale resmi diteken Kementerian Pertahanan dengan Dassault Aviation dari Prancis pada 10 Februari. Tahap awal ada enam pesawat, dan sisanya 36 lagi akan datang bertahap.

Andi juga menjelaskan kekurangan skuadron pesawat tempur yang ada selama ini juga sudah menyebabkan adanya kekosongan di beberapa titik. Sebab, skuadron tempur saat ini hanya ada di dua titik, yaitu Makassar dan Magetan. Padahal, TNI Angkatan Udara juga harus menempatkan skuadron tempur di Pekanbaru, Pontianak, hingga Biak. "Belum lagi kalau ada pengembangan ibu kota baru," kata dia.

Ia membenarkan kalau pengadaan pesawat jet tempur Rafale merupakan hal baru bagi Indonesia sehingga akan ada konsekuensi seperti pelatihan, sumber daya manusia, hingga pangkalan. Namun, Andi menyebut pemilihan Rafale punya alasan khusus.

Sesuai amanat UU Industri Pertahanan, kata dia, harus ada transfer teknologi setiap pembelian pesawat tempur. Indonesia saat ini punya pesawat tempur F16 dan Sukhoi. Masalahnya, produsen kedua pesawat tidak menyediakan kesempatan transfer teknologi ketika Indonesia ingin memberi produk terbaru yaitu F16 Blok 72 Viper maupun Sukhoi-35.

"Jadi itu beli saja,tidak akan ada transfer teknologi. Sukhoi juga paling dapat imbal dagang, barter," kata dia.

Andi menyebut Menhan Prabowo Subianto sudah mencoba melakukan pengadaan pesawat Eurofighter Thypoon, tapi tidak ada produk baru. Ada pula pesawat tempur Gripen dari Swedia, tapi hanya ada tipe light fighter dan tak cocok dengan Indonesia.






Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

14 jam lalu

Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

Puncak perayaan HUT ke-15 Partai Gerindra di Kota Depok diselenggarakan di Sawangan pada Sabtu pekan depan


YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

14 jam lalu

YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut kebijakan larangan penjualan rokok ketengan akan mengikis dua hal.


Top 3 Metro: Kontra-Memori Kasasi Jokowi di Gugatan Polusi Jakarta & Demokrat DKI Kukuh Anies Baswedan Berwapres AHY

20 jam lalu

Top 3 Metro: Kontra-Memori Kasasi Jokowi di Gugatan Polusi Jakarta & Demokrat DKI Kukuh Anies Baswedan Berwapres AHY

Top 3 Metro: Kontra-Memori Kasasi Jokowi dari Gugatan Atas Polusi Udara Jakarta & Demokrat DKI Berkukuh AHY Cawapres Anies Baswedan.


Rencana Mobil Esemka Dipamerkan di IIMS 2023, Pernah Jadi Mobil Dinas Jokowi

20 jam lalu

Rencana Mobil Esemka Dipamerkan di IIMS 2023, Pernah Jadi Mobil Dinas Jokowi

Mobil Esemka akan turut di pameran otomotif Indonesia International Motor Show atau IIMS 2023. Begini kilas balik mobil yang digagas Jokowi.


Gugatan Warga Atas Polusi Udara Jakarta, Tim Advokasi Serahkan Kontra Memori Kasasi Jokowi

1 hari lalu

Gugatan Warga Atas Polusi Udara Jakarta, Tim Advokasi Serahkan Kontra Memori Kasasi Jokowi

Tim advokasi menilai kasasi Presiden Jokowi menunjukkan arogansi pemerintah yang engan memenuhi udara bersih bagi warganya.


Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, hingga Jokowi Bersaing dalam Musra

1 hari lalu

Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, hingga Jokowi Bersaing dalam Musra

Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto bersaing ketat dalam 16 Musra yang telah digelar. Keduanya disebut sama-sama menang di 4 provinsi.


PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

1 hari lalu

PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

PSI mengapresiasi postur APBN 2023 karena dinilai mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia


Yakin Kereta Cepat Segera Beroperasi, Stafsus Erick Thohir: Sudah Ada Komitmen Jokowi dan Xi Jinping

1 hari lalu

Yakin Kereta Cepat Segera Beroperasi, Stafsus Erick Thohir: Sudah Ada Komitmen Jokowi dan Xi Jinping

Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga, mengatakan masalah pembengkakan biaya atau cost overrun tidak akan mengganggu target operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).


Jokowi Sebut Penghapusan Gubernur Perlu Kajian, Cak Imin: PKB Segera Bawa Kajian ke Baleg DPR

1 hari lalu

Jokowi Sebut Penghapusan Gubernur Perlu Kajian, Cak Imin: PKB Segera Bawa Kajian ke Baleg DPR

Jokowi merespon usulan Muhaimin Iskandar soal penghapusan jabtan gubernur


Jokowi Tak Undang Rapat Syahrul Yasin Limpo Jadi Sorotan, Berikut Profil Mentan Kader NasDem Ini

1 hari lalu

Jokowi Tak Undang Rapat Syahrul Yasin Limpo Jadi Sorotan, Berikut Profil Mentan Kader NasDem Ini

Sebelum menjabat sebagai Mentan, Syahrul Yasin Limpo yang juga kader NasDem ini beberapa kali menjabat sejumlah posisi strategis, apa saja?