DPR Cecar Calon Anggota KPU Soal Petugas KPPS yang Meninggal di Pemilu 2019

Petugas KPPS melayani mahasiswa dari luar daerah DI Yogyakarta yang akan menggunakan hak suaranya saat Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) Pilpres 2019 di TPS 43 Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 27 April 2019. Sebanyak 17 TPS di Sleman melaksanakan PSL guna mengakomodasi warga yang belum menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi II DPR kembali menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027. Ujian ini memasuki tahap kedua.

Pada Selasa, 15 Februari 2022, calon yang diuji diantaranya dua calon anggota Bawaslu. Mereka adalah Aditya Perdana yang merupakan Direktur Pusat Kajian Politik FISIP Universitas Indonesia dan Andi Tenri Sompa, dosen Universitas Lambung Mangkurat.

Sementara itu, calon anggota KPU yang diuji ialah Mochammad Afifuddin yang kini menjabat sebagai anggota Bawaslu RI, Muchamad Ali Safa’at Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Parsadaan Harahap Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu. Lalu Viryan anggota KPU RI, Yessy Yatty Momongan anggota KPU Sulawesi Utara dan Yulianto Sudrajat Ketua KPU Jawa Tengah.

Uji kelayakan dan kepatutan diawali dengan pemaparan masing-masing calon. Yang mendapat giliran pertama pemaparan adalah Mochammad Afifuddin. Dia berbicara mengenai visi-misinya untuk mendorong inovasi yang sangat kuat di KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2024 dan menekankan pentingnya kolaborasi.

Usai pemaparan, anggota DPR mulai mencecar sejumlah pertanyaan. Pertanyaan menyangkut persoalan strategi para calon menghadapi Pemilu 2024 supaya lebih efektif, efisien dan mudah diakses seluruh masyarakat.

Anggota Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanyakan tentang mengapa selama ini formulir yang digunakan KPU sangat banyak saat pelaksanaan Pemilu. Tumpukan dokumen tersebut katanya menjadi salah satu penyebab petugas KPU di level bawah atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) banyak yang meninggal pada Pemilu 2019.

"Formulirnya terlalu banyak. Salah satu penyebab beberapa penyelenggara di tingkat bawah periode lalu meninggal karena formulirnya terlalu banyak, isi formulirnya sampai capek sendiri," kata dia.

Pertanyaan tentang proses birokrasi yang sangat panjang di KPU ini turut disampaikan juga oleh para anggota komisi II lainnya. Mereka adalah Teti Rohatiningsih dari Fraksi Golkar, Mohammad Toha dari Fraksi PKB, Guspardi Gaus dari Fraksi PAN hingga Irwan Ardi Hasman dari Fraksi Gerindra.

Namun, Irwan menambahkan, ke depan anggota KPU harus merapikan data daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, dia menyatakan beberapa tahun terakhir ini banyak warga negara asing (WNA) yang masuk ke dalam data DPT sehingga dikhawatirkan ikut-ikutan mencoblos hingga Pemilu 2024.

"DPT itu banyak terjadi WNA yang masuk dalam DPT. Apalagi sekarang sangat banyak TKA (tenaga kerja asing) yang masuk ke Indonesia. Ini mengantisipasinya bagaimana untuk bagaimana bapak bisa menjaga tidak terjadi penggelembungan suara," ujar Irwan dalam fit and proper test calon anggota KPU dan Bawaslu.

Baca: Anggaran Fantastis Pemilu 2024, Ketua KPU Bilang Buat Bangun Infrastruktur






Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

2 jam lalu

Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

Peluang Ridwan Kamil untuk maju calon presiden atau calon wakil presiden dinilai tertutup setelah resmi bergabung ke Golkar. Apa alasannya?


AHY Berharap Penetapan Pendamping Anies Baswedan Bukan Kawin Paksa

1 hari lalu

AHY Berharap Penetapan Pendamping Anies Baswedan Bukan Kawin Paksa

AHY menilai bakal Capres Anies Baswedan akan independen tanpa intervensi dari pihak manapun dalam menentukan cawapresnya di Pemilu 2024


Ketua Partai Ummat Lumajang Optimistis Raup Pemilih Lintas Agama

1 hari lalu

Ketua Partai Ummat Lumajang Optimistis Raup Pemilih Lintas Agama

Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten Lumajang, Suharyo AP merasa bisa bergerak di semua lini sosial kemasyarakatan ketika bersilaturahmi.


Gabung ke Perindo, Michael Sianipar: Menjanjikan Bagi Politisi Muda yang Tak Punya Backing

2 hari lalu

Gabung ke Perindo, Michael Sianipar: Menjanjikan Bagi Politisi Muda yang Tak Punya Backing

Kenapa eks politikus PSI, Michael Victor Sianipar, bergabung dengan Partai Perindo?


KPU Tangsel Lantik 162 PPS untuk Pemilu 2024, Tugas Pertama Verifikasi Faktual Bakal Calon DPD RI

2 hari lalu

KPU Tangsel Lantik 162 PPS untuk Pemilu 2024, Tugas Pertama Verifikasi Faktual Bakal Calon DPD RI

KPU bersama PPS akan mengawal verifikasi faktual calon perseorangan DPD RI dari Kota Tangerang Selatan.


Eks Ketua PSI DKI Michael Victor Sianipar Resmi Gabung ke Perindo

2 hari lalu

Eks Ketua PSI DKI Michael Victor Sianipar Resmi Gabung ke Perindo

Michael Victor Sianipar sebelumnya merupakan Ketua DPW PSI DKI Jakarta dan mantan staf khusus Ahok


Gerindra Sebut Koalisi dengan PKB Paling Solid Hadapi Pemilu 2024

2 hari lalu

Gerindra Sebut Koalisi dengan PKB Paling Solid Hadapi Pemilu 2024

Budi mengatakan, peresmian sekber ini sekaligus tanda dimulainya babak baru dalam perjuangan bersama antara Gerindra dengan PKB.


Lantik 189 PPS, KPU Depok Minta Kedepankan Profesionalitas dan Integritas

2 hari lalu

Lantik 189 PPS, KPU Depok Minta Kedepankan Profesionalitas dan Integritas

Usai dilantik PPS Kota Depok diminta segera tancap gas bekerja sesuai tahapan, berkoordinasi dengan stakeholder di kelurahan setempat.


Gerindra dan PKB Resmikan Sekber, KIB: Belum Terlalu Penting Bagi Kami

2 hari lalu

Gerindra dan PKB Resmikan Sekber, KIB: Belum Terlalu Penting Bagi Kami

KIB menyatakan mereka memiliki langkah yang berbeda dengan KIR yang dibentuk Gerindra dan PKB.


Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

2 hari lalu

Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

Lembaga survei Algoritma menyebut hanya 8 persen masyarakat yang menyatakan akan memilih partai baru pada Pemilu 2024.