Sidang Ujaran Kebencian: Ferdinand Hutahaean Didakwa 4 Pasal

Reporter

Ferdinand Hutahaean. Instagram

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mendakwa Ferdinand Hutahaean dengan 4 pasal. Pasal pertama adalah penyebaran berita bohong yang dapat membuat keonaran di masyarakat.

Jaksa juga mendakwa Ferdinand sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan. "Menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," kata jaksa penuntut umum Baringin Sianturi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 15 Februari 2022.

Selanjutnya, dakwaan ketiga ialah Ferdinand dianggap menodai agama lewat cuitannya tentang Allahmu Lemah. Terakhir, Ferdinand didakwa menyatakan kebencian di muka umum yang ditujukan kepada kelompok di Indonesia.

"Dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia," kata jaksa.

Ferdinand didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Pasal 156 atau Pasal 156a huruf a KUHP.

Jaksa menyatakan Ferdinand menyampaikan ujaran kebencian itu melalui akun Twitternya @FerdinadHaean3. Ada delapan cuitan yang dianggap jaksa melanggar aturan. Puncaknya adalah cuitan tentang Allahmu lemah.

"Terdakwa (Ferdinand Hutahaean) menyatakan 'kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, dia lah pembelaku selalu dan Allah-ku tak perlu di bela'."

Baca: Membedah Lagi Pasal-pasal Ujaran Kebencian di UU ITE






Belum Berdamai dengan Penggemar Lesti Kejora, Dewi Perssik: Kuncinya Mami Saya

1 hari lalu

Belum Berdamai dengan Penggemar Lesti Kejora, Dewi Perssik: Kuncinya Mami Saya

Selebritas Dewi Perssik memenuhi undangan Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses mediasi dengan tersangka kasus dugaan pelanggaran UU ITE.


Pemerintah Umumkan Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus dari UU ITE

3 hari lalu

Pemerintah Umumkan Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus dari UU ITE

Pemerintah mengumumkan pasal pencemaran nama baik dan penghinaan di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) akan dihapus lewat RKUHP.


2 Polisi Teriak Penghinaan SARA ke Pelapor Kehilangan, Kapolsek Palmerah: Diperiksa Provos

6 hari lalu

2 Polisi Teriak Penghinaan SARA ke Pelapor Kehilangan, Kapolsek Palmerah: Diperiksa Provos

Dodi Abdurohim mengemukakan, dua personel sedang menjalani pemeriksaan oleh Provos Polres Metro Jakarta Barat karena diduga melakukan penghinaan.


Dewi Perssik Kembali Polisikan Haters di Polres Metro Depok

12 hari lalu

Dewi Perssik Kembali Polisikan Haters di Polres Metro Depok

Alasan Dewi Perssik melaporkan haters atau orang-orang yang membencinya tersebut karena kontrak kerjanya terganggu akibat kegaduhan di medsos.


Divonis 10 Tahun Penjara, Indra Kenz Ajukan Banding

17 hari lalu

Divonis 10 Tahun Penjara, Indra Kenz Ajukan Banding

Indra Kenz dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dan menyebarkan berita bohong


Di Bawah Kendali Elon Musk, Begini Twitter Cegah Para Pengiklan Lari

20 hari lalu

Di Bawah Kendali Elon Musk, Begini Twitter Cegah Para Pengiklan Lari

Ditanyakan oleh kalangan pengiklan, apakah aturan yang sama berlaku untuk Elon Musk dan semua orang di Twitter?


Namanya Dicatut Pi Network, Wamendag Bakal Ambil Langkah Hukum

21 hari lalu

Namanya Dicatut Pi Network, Wamendag Bakal Ambil Langkah Hukum

Aset kripto Pi Network belum terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).


Namanya Dicatut untuk Promosikan Kripto Ilegal Pi Network, Wamendag: Info Tidak Benar

21 hari lalu

Namanya Dicatut untuk Promosikan Kripto Ilegal Pi Network, Wamendag: Info Tidak Benar

Wamendag menanggapi beredarnya rekaman video yang mengatasnamakan dirinya mempromosikan perusahaan penyelenggara aset kripto Pi Network.


Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

22 hari lalu

Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

Faizal Assegaf juga dilaporkan ke Polda DIY soal cuitannya yang menyinggung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.


Viral Dugaan Intimidasi di Asrama Mahasiswa, Rektor Unand: Evaluasi Akan Dilakukan Segera

30 hari lalu

Viral Dugaan Intimidasi di Asrama Mahasiswa, Rektor Unand: Evaluasi Akan Dilakukan Segera

Kasus mahasiswa Unand yang celananya dipotong viral. Rektor Unand Yuliandri menegaskan akan melakukan evaluasi soal pembinaan di asrama.