Komnas HAM Masih Gali Fakta Penembakan Pendemo di Parigi Moutong

Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komnas HAM perwakilan Sulawesi Tengah Dedy Askari mengatakan telah bertemu berbagai pihak untuk mengungkap siapa pelaku penembak Rifaldi, yang tewas tertembak saat unjuk rasa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dedy mengatakan Polres Parigi Moutong membantah peluru yang tembus dari belakang ke dada Rifaldi adalah milik anggotanya. Sementara itu, dari pihak keluarga malah kini tidak mau lagi berspekulasi.

Padahal, kata dia, pihak keluarga meyakini almarhum meninggal karena terkena peluru tajam dari aparat yang mengenai bagian belakang sebelah kiri tembus di bagian dada. Terlihat dari kondisi luka saat ditangani Pihak Puskesmas Desa Katulistiwa.

Namun demikian, Dedy menekankan, penanganan yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri saat ini telah sangat jelas. Yaitu mengamankan sejumlah pucuk senjata anggota kepolisian untuk diperiksa Tim Labfor Mabes Polri.

"Pihak keluarga dan kolega tidak mau berspekulasi. Tapi jika merujuk pada penjelasan Divpropam, senjata anggota yang diduga kuat melakukan penembakan telah disita Propam," kata dia saat dihubungi, Selasa, 15 Februari 2022.

Dedy juga sudah mengetahui orang yang membawa korban ke Puskesmas Desa Katulistiwa. Ia mengatakan, keberadaan mereka menjadi penting karena dapat mengungkapkan kejadian sebenarnya yang tengah dialami korban saat tertembak di tempat unjuk rasa. "Sudah, kami sudah ketahui, masih kerabat dekat almarhum. Keberadaan mereka tetap menjadi penting, sementara kami amankan dulu," kata Dedy.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan, 17 personil Polres Parigi Moutong telah diperiksa oleh penyidik Propam Polda Sulteng di Polres Parigi Moutong.

Selain 17 personil Polres tersebut, Propam, kata dia, juga telah menyita 15 pucuk senjata api. Ia mengatakan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri juga sedang olah TKP di lokasi kejadian kemarin, kemudian dilanjutkan dengan uji balistik.

“Nanti perkembangan hasil uji balistik, bila ada yang cocok dengan 15 senjata itu maka akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan siapa pelakunya," tutur dikutip dari keterangan tertulis.






Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

12 jam lalu

Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

Tiga guru di sekolah di Amerika Serikat telah mengeluhkan keberadaan senjata api yang dibawa siswa berusia enam tahun itu


Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

19 jam lalu

Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa mobil yang menabrak mahasiswa itu bukan karena konvoi polisi.


Polda Metro Telusuri Aset Wowon Serial Killer Cs, Akan Ada Catatan Buku Rekening

1 hari lalu

Polda Metro Telusuri Aset Wowon Serial Killer Cs, Akan Ada Catatan Buku Rekening

Polda Metro Jaya melakukan penelusuran aset (asset tracing) terhadap para pelaku terduga pembunuh berantai Wowon Serial Killer cs.


Makam Korban Wowon Serial Killer Dibongkar, Kain Kafan Masih Utuh Meski Sudah 7 Tahun

1 hari lalu

Makam Korban Wowon Serial Killer Dibongkar, Kain Kafan Masih Utuh Meski Sudah 7 Tahun

Halimah merupakan salah satu korban pembunuhan berantai dengan tersangka Wowon Erawan alias Aki yang juga dikenal sebagai Wowon Serial Killer.


Polisi Ungkap Dugaan Motif Penembakan di California

1 hari lalu

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penembakan di California

Pihak berwenang menduga motif penembakan di California karena ketidakpuasan terkait pekerjaan.


Bos KSP Indosurya Divonis Bebas, Kejagung: Perkara Bukan Pidana tapi Perdata

1 hari lalu

Bos KSP Indosurya Divonis Bebas, Kejagung: Perkara Bukan Pidana tapi Perdata

Selain Henry, terdakwa Kasus KSP Indosurya lainnya juga didakwa bebas.


Sandiwara Tokoh Fiktif Aki Banyu dalam Kasus Wowon Serial Killer

2 hari lalu

Sandiwara Tokoh Fiktif Aki Banyu dalam Kasus Wowon Serial Killer

Polisi mengungap figur fiktif bernama Aki Banyu dalam Wowon Serial Killer. Aki Banyu adalah Wowon, perannya memerintahkan melakukan pembunuhan dan memerintahkan korban penipuan melompat ke laut jika ingin sukses.


3 Orang Jadi Korban Penembakan Acak di Yakima AS, Polisi Indentifikasi Terduga Pelaku

2 hari lalu

3 Orang Jadi Korban Penembakan Acak di Yakima AS, Polisi Indentifikasi Terduga Pelaku

Tiga orang jadi korban penembakan acak di Yakima, Washington, Amerika Serikat.


Dua Penembakan Massal Terjadi Lagi di California, 7 Orang Tewas

2 hari lalu

Dua Penembakan Massal Terjadi Lagi di California, 7 Orang Tewas

Amerika kembali diguncang penembakan massal yang terjadi di California. Sebelumnya 11 orang tewas dalam penembakan di festival Imlek.


Korban Tewas Penembakan di California Bertambah Jadi 11

2 hari lalu

Korban Tewas Penembakan di California Bertambah Jadi 11

Salah satu korban penembakan di California, yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, akhirnya meninggal karena luka-luka.