Anies Baswedan: TransJakarta Jadi 'Tulang Punggung' Integrasi Transportasi Umum di Jakarta

Kehadiran TransJakarta digadang-gadang dapat dengan efektif menggerakkan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

INFO NASIONAL - Kemacetan sudah menjadi persoalan rutin yang kerap menimpa Jakarta. Namun, kehadiran TransJakarta digadang-gadang dapat dengan efektif menggerakkan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. 

Disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (10/1), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pihak-pihak terkait kini tengah membangun integrasi antar moda transportasi agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau transportasi umum di seluruh wilayah Jakarta. Dalam hal ini, TransJakarta menjadi ‘tulang punggung’ dalam membangun integrasi dengan mikro bus, bus berukuran sedang, dan kendaraan umum lainnya. Anies mengungkapkan, jika transportasi umum tersebut sudah terintegrasi, maka warga Jakarta akan bisa menggunakan kendaraan umum secara jauh lebih nyaman. 

Jadi saya ingin mengajak kepada warga Jakarta, yang sudah lebih dari 10 tahun barangkali tidak pernah naik bus, yuk, kita coba TransJakarta sekarang. Karena banyak sekali pengguna kendaraan pribadi hari ini, dulunya adalah pengguna angkutan umum,” tutup Anies.

Kehadiran TransJakarta digadang-gadang dapat dengan efektif menggerakkan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Disebut-sebutnya TransJakarta sebagai ‘tulang punggung’ transportasi umum di Ibu Kota bukan tanpa alasan. Meski sudah ada banyak pilihan transportasi umum massal serta transportasi berbasis rel yang teranyar seperti MRT dan LRT, TransJakarta terus berinovasi dan memantapkan diri sebagai pilihan utama masyarakat untuk mobilisasi.

Upaya yang dilakukan di antaranya adalah komunikasi secara intensif dengan MRT Jakarta, pada aspek integrasi rute dan pembayaran. Selain itu, sarana dan prasarana yang memfasilitasi masyarakat pengguna transportasi umum lainnya untuk mengakses bus TransJakarta dengan mudah dan sebaliknya juga sedang dalam proses pembangunan.

Perlu dicatat, TransJakarta dan MRT adalah sistem transportasi massal yang saling komplementer, bukan saling menggantikan. Sama halnya TransJakarta dengan transportasi massal lainnya. Semuanya bersinergi satu sama lain untuk menjalankan misi utama, yaitu mengangkut para penumpang agar dapat secara efisien tiba di tempat tujuan mereka masing-masing. 

Terlebih, sistem transportasi yang terintegrasi dari sisi pembayaran atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Jak Lingko turut ambil bagian dalam mewujudkan integrasi layanan transportasi publik di Jakarta menjadi semakin luas.

Dengan demikian, rasa percaya diri dan optimistis bahwa TransJakarta tetap akan menjadi tulang punggung transportasi di Ibu Kota akan terus tumbuh, meski MRT maupun LRT sudah beroperasi.

Sebagai transportasi umum yang bisa dikatakan membawa wajah baru dalam transportasi massal di Jakarta, TransJakarta sejauh ini sudah melakukan sejumlah upaya demi meningkatkan kualitas pelayanan. Seperti halnya pembangunan infrastruktur pendukung TransJakarta dengan moda transportasi umum lainnya yang menurut Anies menjadi kata kunci bagi perubahan transportasi di Jakarta. Namun, kebaruan ini hanyalah awal dan akan terus berlanjut demi meningkatkan jumlah pengguna kendaraan umum.

Contohnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah membangun infrastruktur sebagai bagian dari sarana integrasi. Seperti halnya stasiun-stasiun di Jakarta seperti Stasiun Tebet, Tanah Abang, atau Sudirman yang sudah terintegrasi dengan TransJakarta dan transportasi umum lainnya. Hingga saat ini, sudah ada 8 stasiun yang terintegrasi, namun Anies menyatakan, pihaknya akan membangun fasilitas tersebut di semua stasiun yang ada di Jakarta.

“Jadi kalau ditanya, TransJakarta-nya sudah ada sejak zaman Pak Sutiyoso. Kemudian Kopaja, mikrolet, itu semua sudah ada puluhan tahun. Tapi tidak beroperasi sebagai satu sistem terintegrasi. Itu (integrasi) merupakan kebaruan yang ada dan itu yang kemudian membuat jumlah pengguna kendaraan umum massal itu meningkat signifikan,” tambah Anies.

Kehadiran TransJakarta digadang-gadang dapat dengan efektif menggerakkan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Di samping integrasi dan segala fasilitasnya, Anies juga menyampaikan sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan masyarakat dengan menaiki transportasi umum seperti TransJakarta, yakni biaya yang lebih murah, kenyamanan, mengurangi dampak kelelahan ketika mobilisasi, dan interaksi dengan banyak orang.

Anies menjelaskan, dari sisi biaya, masyarakat yang memilih TransJakarta atau transportasi umum lainnya untuk bepergian bisa lebih menghemat pengeluaran. Hal ini karena tarif yang ditetapkan untuk kendaraan umum sangat terjangkau bagi semua golongan masyarakat. Perbedaannya cukup signifikan jika dibandingkan dengan membawa kendaraan pribadi yang harus mengeluarkan uang untuk bahan bakar.

Kemudian, kenyamanan juga menjadi salah satu aspek keunggulan transportasi umum. Misalnya, saat bepergian menggunakan kendaraan umum, penumpang bisa menggunakan alat komunikasi, baik itu untuk bekerja atau bersosialisasi. 

Poin yang ketiga, Anies menyebutkan bahwa dengan menaiki transportasi umum, masyarakat bisa mengurangi keletihan bagi mereka yang harus melakukan mobilitas. Dengan demikian, risiko kecelakaan karena kelelahan atau mengantuk dapat diminimalisir.

“Pulang kerja, berangkat kerja, kelelahan akibat mengendarai kendaraan pribadi akan berkurang, karena dia akan berada di kendaraan umum,” jelas Anies.

Lalu poin yang keempat, menggunakan kendaraan umum berarti berinteraksi. Artinya, di transportasi umum seperti TransJakarta, masyarakat lebih memungkinkan untuk berinteraksi dengan banyak orang. 

“Itu di tingkat pribadi, manfaat-manfaat yang akan didapat oleh seseorang yang memilih menggunakan TransJakarta daripada menggunakan kendaraan pribadi,” kata Anies.

Perubahan positif terjadi dari sisi pengguna kendaraan umum di Jakarta. Berdasarkan data yang disebutkan oleh Anies, jumlah pengguna harian transportasi umum di Jakarta pada awal 2020 sudah mencapai satu juta orang. 

Selain angka tersebut, ketertiban masyarakat saat menggunakan transportasi umum juga menjadi hal yang patut diapresiasi. Anies mengakui, budaya masyarakat untuk tertib sebagai penumpang yang baik sudah makin meningkat dari tahun ke tahun. 

“Kalau diperhatikan, sekarang makin hari (masyarakat) makin tertib. Di sore hari di perkantoran, di halte-halte bus, itu orang sudah antre. Bertahun-tahun lalu, orang rebutan kalau busnya datang. Busnya belum sampai saja sudah lari-lari, tapi sekarang sudah lebih tertib, dan harapannya itu nanti akan bisa makin baik lagi,” imbuh Anies.

Terkait dengan pemberitaan yang belakangan ini banyak beredar tentang kecelakaan TransJakarta, Anies menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengetatkan pengawasan terhadap sistem manajemen dan para operator yang menyediakan jasa yang dibeli oleh TransJakarta. Terlebih, Anies mengatakan bahwa akan ada sistem reward and punishment bagi operator.

“Mereka harus mengikuti Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan harus mendapatkan reward dan punishment. Bila sesuai dapat reward, bila tidak sesuai dengan SPM harus dapat punishment. Sehingga para operator yang bekerja untuk TransJakarta itu bisa memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang dimiliki oleh TransJakarta. Jadi kita berharap, manajemen di TransJakarta lebih tegas dalam mendisiplinkan para operator yang menjadi penyedia jasa untuk TransJakarta,” terang Anies.

Ke depannya, Anies berharap publik bisa lebih menyadari manfaat dari menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi sehari-hari. Lagi pula, sudah banyak peningkatan kualitas yang dilakukan oleh pemerintah demi rasa aman dan nyaman tiap penumpang. Dengan demikian, TransJakarta dapat menjadi contoh terhadap moda-moda transportasi massal lainnya, tidak hanya di Ibu Kota, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia.(*)






Heru Budi Akan Undang Transjakarta dan Dishub, Bicara Soal Penambahan Armada dan Kemacetan

1 hari lalu

Heru Budi Akan Undang Transjakarta dan Dishub, Bicara Soal Penambahan Armada dan Kemacetan

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono akan mengundang direksi Transjakarta membicarakan soal penambahan armada bus untuk mengatasi kemacetan.


Dirut MRT Minta Tarif Integrasi Rp10 RIbu Dievaluasi, Dishub DKI: Tetap Dilanjutkan

3 hari lalu

Dirut MRT Minta Tarif Integrasi Rp10 RIbu Dievaluasi, Dishub DKI: Tetap Dilanjutkan

Dirut MRT Jakarta minta tarif integrasi Rp 10 ribu dievaluasi karena banyak warga yang menyambung dengan angkutan online


Dinas Bina Marga DKI Akan Perkuat Konstruksi Skywalk Kebayoran Lama Agar Tak Bergoyang

4 hari lalu

Dinas Bina Marga DKI Akan Perkuat Konstruksi Skywalk Kebayoran Lama Agar Tak Bergoyang

Dinas Bina Marga DKI akan memperkuat konstruksi Skywalk Kebayoran Lama untuk mengurangi goyangan saat dilalui. Didesain elastis.


Skywalk Kebayoran Lama Rp 52 M Terasa Bergoyang, Kepala Dinas Bina Marga: Didesain Elastis

5 hari lalu

Skywalk Kebayoran Lama Rp 52 M Terasa Bergoyang, Kepala Dinas Bina Marga: Didesain Elastis

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho mengatakan Skywalk Kebayoran Lama senulai Rp 52 miliar itu memang didesain elastis dan tidak kaku.


Ada Aplikasi Tije, Transjakarta Gandeng Telkom Bikin Aplikasi yang Mudahkan Pelanggan

5 hari lalu

Ada Aplikasi Tije, Transjakarta Gandeng Telkom Bikin Aplikasi yang Mudahkan Pelanggan

Saat ini Transjakarta telah mempunyai aplikasi Tije. Gandeng Telkom untuk bikin aplikasi yang mudahkan pelanggan.


Jalan Berbayar Akan Diterapkan di Jakarta, Bagaimana dengan Kapasitas Angkutan Umum?

13 hari lalu

Jalan Berbayar Akan Diterapkan di Jakarta, Bagaimana dengan Kapasitas Angkutan Umum?

Seperti apa kapasitas angkutan umum Transjakarta, KRL, LRt dan MRT bila nanti aturan jalan berbayar diterapkan di Jakarta.


19 Tahun Perjalanan Transjakarta yang Menginspirasi

15 hari lalu

19 Tahun Perjalanan Transjakarta yang Menginspirasi

Mulai beroperasi pada 15 Januari 2004, kehadiran Transjakarta Busway mampu mempengaruhi kebijakan di tataran nasional.


Banyak Kendaraan Langgar Zona Emisi Rendah Kota Tua, Dishub DKI Gandeng Polisi untuk Penindakan

16 hari lalu

Banyak Kendaraan Langgar Zona Emisi Rendah Kota Tua, Dishub DKI Gandeng Polisi untuk Penindakan

Kepala Dishub DKI memastikan kendaraan yang dapat melintasi Kota Tua hanyalah bus Transjakarta dan kendaraan yang memiliki stiker khusus.


Lamborghini Bikin Repot, Mogok di Jalur Busway

16 hari lalu

Lamborghini Bikin Repot, Mogok di Jalur Busway

Polantas Jakarta Barat datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi Lamborghini dengan mobil derek, sekitar 30 menit setelah mogok.


Menengok Lagi Perjalanan TransJakarta Mulai 2004, Lika-liku dan Tarif Awal Tiketnya?

17 hari lalu

Menengok Lagi Perjalanan TransJakarta Mulai 2004, Lika-liku dan Tarif Awal Tiketnya?

TransJakarta yang diresmikan Gubernur DKI Sutiyoso saat itu merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit pertama di Asia Tenggara dan Selatan.