Alissa Wahid Sebut Pemerintah Rusak Tatanan Sosial di Desa Wadas

Warga beraktivitas di sekitar rumahnya di Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu, 9 Februari 2022. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid terlibat dalam advokasi insiden di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dia mengaku datang langsung menemui warga yang pro dan kontra terhadap proyek pembangunan Bendungan Bener dan tambang batu andesit di Wadas, pada Sabtu, 12 Februari 2022.

Ia mengatakan menemukan pola yang sama pada insiden tersebut termasuk problem-problem yang mendasar. 

“Misalnya mulai dari di Kendeng dulu, Sukolilo, lalu Rembang, kemudian beberapa konflik lain yang lebih kecil skalanya seperti di Kendal, dan berbagai tempat itu, sebetulnya kita melihat pola yang sama,” ujar dia  dalam diskusi virtual Pembangunan dan Perdamaian Meretas Petaka Wadas yang digelar Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin, 14 Februari 2022.

Dalam rapat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang melibatkan PWNU Jawa Tengah dan PCNU Purworejo, terungkap banyak warga yang pro proyek tersebut ternyata cukup banyak. Selain itu, ia mengakui ada juga ketegangan yang terjadi antara dua kelompok warga, baik yang pro maupun kontra.

“Warga yang pro ini merasa dijadikan social out case. Inilah sesuatu yang menurut saya sebagai psikolog adalah dinamika yang sangat lumrah antara warga yang berbeda pendapat,” katanya.

Namun, Alissa melanjutkan, yang cukup menyedihkan adalah hal itu terjadi justru setelah muncul inisiatif program pemerintah. Dia melihat bahwa justru program pemerintah menghancurkan tatanan sosial di Desa Wadas.

Putri sulung Presiden Keempat Abdurrahman Wahid atau Gusdur itu juga telah menemui sekitar enam ibu-ibu yang pro proyek penambangan. Dia bertanya saat mengambil keputusan setuju dengan proyek bagaimana prosesnya. Para warga, kata Alissa, mengatakan bahwa mereka sempat dikumpulkan. Kemudian, warga mendapat penjelasan terkait pembangunan bendungan, serta tanah akan digunakan pemerintah.

“Ini sangat dasar dan fundamental yang kita temukan di berbagai tempat. Mereka mengatakan begini, ‘ya kan kalau tanah, batu, dan air itu kan punya negara, jadi kalau negaranya minta ya harus diberikan’, Itu jawaban mereka,” kata Alissa.

Alissa mengatakan para warga dijanjikan desanya akan jadi tempat wisata, dan mereka bisa bekerja. “Nah ini pola-pola ini saya temukan juga waktu di Kendeng ketika warga masyarakat itu berangan-angan bahwa nanti akan diserap sebagai tenaga kerja di pabrik semen begitu,” ujar Alissa.

Dia melihat bahwa pendekatan pembangunan yang dilakukan pemerintah di Desa Wadas tidak inklusif. Artinya tidak menyertakan masyarakat dan tidak benar-benar memikirkan kesejahteraan masyarakat di porosnya.

Baca juga: Begini Saran dan Rekomendasi Komisi III Soal Insiden di Wadas






Proyek MRT East West Rute Balaraja-Cikarang Dikebut

7 hari lalu

Proyek MRT East West Rute Balaraja-Cikarang Dikebut

Pemerintah terus mendorong penyelesaian Proyek Strategis Nasional. Salah satunya adalah MRT East West rute Balaraja-Cikarang.


Pakar Hukum: Kebijakan Menambang di Wadas Melanggar HAM dan Konstitusi

13 hari lalu

Pakar Hukum: Kebijakan Menambang di Wadas Melanggar HAM dan Konstitusi

Ahli hukum tata negara dan hak asasi manusia (HAM) Herlambang Wiratraman mengatakan kebijakan menambang di Wadas, Jawa Tengah melanggar HAM dan konstitusi.


Masyarakat Wadas Ingin Rekomendasi ESDM Dibatalkan dan Tak Ada Lagi Pertambangan

13 hari lalu

Masyarakat Wadas Ingin Rekomendasi ESDM Dibatalkan dan Tak Ada Lagi Pertambangan

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut masyarakat Wadas berharap supaya surat rekomendasi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Minerba Kemen ESDM) dibatalkan.


Tetap Tolak Tambang Andesit, Perempuan Desa Wadas Gelar Aksi Lilitkan Stagen di Pohon

24 hari lalu

Tetap Tolak Tambang Andesit, Perempuan Desa Wadas Gelar Aksi Lilitkan Stagen di Pohon

Para perempuan Desa Wadas melakukan aksi simbolik di pohon-pohon yang selama ini jadi sumber penghidupan mereka. Tetap tolak tambang andesit.


Gugatan Warga Desa Wadas terhadap Dirjen ESDM Masuk Tahap Pembuktian

24 hari lalu

Gugatan Warga Desa Wadas terhadap Dirjen ESDM Masuk Tahap Pembuktian

Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas atau Gempadewa menyodorkan sejumlah dokumen dalam persidangan di PTUN


Kaleidoskop 2022: Proyek Jumbo Bertumpuk Masalah, dari Kereta Cepat hingga Korupsi BTS

31 hari lalu

Kaleidoskop 2022: Proyek Jumbo Bertumpuk Masalah, dari Kereta Cepat hingga Korupsi BTS

Dalam proyek yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) ada beberapa masalah yang terjadi di tahun 2022 ini.


Kaleidoskop 2022: Kisruh Pertambangan Sepanjang Tahun, dari Wadas sampai Sangihe

31 hari lalu

Kaleidoskop 2022: Kisruh Pertambangan Sepanjang Tahun, dari Wadas sampai Sangihe

Lima masalah tambang menjadi sorotan oleh publik karena langsung bersingungan dengan masyarakat dalam kaleidoskop 2022.


10 Proyek Strategis Nasional Baru Ditetapkan, Ekonom Ungkap 5 Catatan Merah

31 hari lalu

10 Proyek Strategis Nasional Baru Ditetapkan, Ekonom Ungkap 5 Catatan Merah

Ekonom menilai Proyek Strategis Nasional dikejar secara gegabah menjelang pemilihan umum (pemilu).


Daftar 10 PSN Terbaru, Ada IKN sampai LRT Jakarta

36 hari lalu

Daftar 10 PSN Terbaru, Ada IKN sampai LRT Jakarta

Dari seluruh proyek prioritas anyar, pembangunan IKN Nusantara hingga LRT JIS-Manggarai masuk di dalamnya.


Berkukuh Kereta Cepat Tak Molor Meski Beragam Insiden Terjadi

40 hari lalu

Berkukuh Kereta Cepat Tak Molor Meski Beragam Insiden Terjadi

Meski sejumlah insiden silih berganti terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pemerintah berkukuh penyelesaian pembangunannya takkan molor.