Federasi Serikat Guru Sebut Kurikulum Merdeka Bingungkan Para Guru

Sejumlah siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Balai RW 02, Galur, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2020. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merekomendasikan sejumlah usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengubah sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terkait adanya tiga siswa yang mengakhiri hidupnya diduga lantaran depresi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Fedrasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan Kurikulum Merdeka yang baru saja diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim pada Jumat pekan lalu,  membingungkan para guru. Sebab, hadirnya Kurikulum Merdeka yang bersifat belum wajib, menambah varian kurikulum yang akan diterapkan guru.

"Saat ini ada tiga kurikulum yang bisa dipilih, Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototype atau Merdeka. Guru-guru ini bingung mau menerapkan yang mana," ujar Heru saat dihubungi Tempo, Senin, 14 Februari 2022.

Heru menjelaskan masing-masing kurikulum memiliki keistimewaannya masing-masing. Seperti Kurikulum 2013 yang masih padat dengan kompetensi dan tidak efektif diterapkan saat pandemi karena berpotensi learning loss

Lalu Kurikulum Darurat yang memiliki beban kompetensi lebih kecil dan telah disesuaikan dengan kondisi pandemi dan kondisi murid yang melakukan pembelajaran jarak jauh. Terakhir Kurikulum Merdeka yang mengunggulkan project base learning serta memberikan kebebasan kepada guru mengatur waktu pelajaran, asalkan memenuhi target per tahun, bukan lagi per pekan.

"Di satu tahun yang sama, guru boleh memilih kurikulum yang berbeda, jadi membingungkan. Yang bagus yang mana sih? Yang mana yang harus kami pilih?" kata Heru. 

Selain itu, Heru mengatakan Kurikulum Merdeka sebelumnya telah diterapkan di 2.500 sekolah penggerak. Ribuan sekolah itu mendapat bantuan subsidi dana dari pemerintah untuk menyiapkan para tenaga pengajar hingga fasilitas penunjang lainnya. 

Sementara itu, Heru mengatakan sekolah non-penggerak yang ingin secara mandiri menerapkan Kurikulum Merdeka, tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Hal ini ia khawatirkan dapat memicu permasalahan baru. 

"Ketika mereka melakukan Kurikulum Merdeka secara mandiri, berarti biaya ditanggung sendiri seperti pelatihan hingga beli bukunya. Jadi nanti akan ada perbedaan semangat dalam penerapan kurikulum ini," kata Heru. 

Nadiem Makarim meluncurkan program Kurikulum Merdeka pada Jumat, 11 Februari 2022. Kurikulum baru ini diharapkan bisa mengatasi learning loss yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Nadiem mengatakan sekolah berhak memilih tahun kapan akan mulai menetapkan salah satu dari tiga kurikulum tersebut.

“Mereka boleh memilih mau tahun berapa dulu mulainya, apa elemen yang akan mereka masukan dulu. Ini sesuai dengan kesiapan sekolah masing-masing. Jadi, tidak perlu panik para guru dan kepala sekolah karena kemerdekaan dan keputusan itu ada di mereka,” ujar Nadiem mengenai Kurikulum Merdeka

M. JULNIS FIRMANSYAH 

Baca Juga: Benarkah Uji Coba Kurikulum Merdeka Belajar Dianggap Berhasil






Pendaftaran Praktisi Mengajar Angkatan 2 Segera Dibuka, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu

2 jam lalu

Pendaftaran Praktisi Mengajar Angkatan 2 Segera Dibuka, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu

Pendaftaran program Praktisi Mengajar Angkatan 2 bagi perguruan tinggi dan praktisi segera dibuka pada bulan ini. Simak hal yang berbeda di tahun ini


151 Ribu Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka pada 2022

5 jam lalu

151 Ribu Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka pada 2022

Kemendikbud mencatat sebanyak 151 ribu satuan pendidikan telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada 2022.


Profil Nono, Juara Matematika Dunia yang Idolakan Elon Musk dan Tolak Hadiah Nadiem Makariem

23 jam lalu

Profil Nono, Juara Matematika Dunia yang Idolakan Elon Musk dan Tolak Hadiah Nadiem Makariem

Nama Nono, bocah berusia 8 tahun asal NTT menjadi perbincangan di media sosial karena menjadi juara matematika dunia. Simak profilnya.


Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

2 hari lalu

Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

Simak kisah siswa SMP 1 Ciawi terjun ke dance sport hingg raih medali emas.


Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

7 hari lalu

Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) membuka program Proyek Desa bagian MBKM.


Kasus Siswi SMK Tewas Jatuh dari Lantai 4 Gedung Sekolah, FSGI Minta Sekolah Terbuka

7 hari lalu

Kasus Siswi SMK Tewas Jatuh dari Lantai 4 Gedung Sekolah, FSGI Minta Sekolah Terbuka

FSGI mendorong Badan Akreditasi Nasional (BAN) DKI Jakarta mengevaluasi akreditasi sekolah usai kasus siswi SMK tewas terjatuh.


FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

18 hari lalu

FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

Seorang guru di Gorontalo diduga mengalami kekerasan oleh wali murid yang tak terima anaknya terkena razia cukur rambut di sekolah.


Bungkam Hater, Nadiem Makarim Puji Dua Siswa SMP Jago Dansa Sport yang Sempat Dihujat

21 hari lalu

Bungkam Hater, Nadiem Makarim Puji Dua Siswa SMP Jago Dansa Sport yang Sempat Dihujat

Unggahan Nadiem Makarim ini sekaligus untuk membungkam nyinyiran pembenci atau hater yang tidak suka dengan video itu.


FSGI Dukung Pelarangan Lato-lato Dibawa ke Sekolah, Ini Alasannya

26 hari lalu

FSGI Dukung Pelarangan Lato-lato Dibawa ke Sekolah, Ini Alasannya

FSGI mendukung kebijakan sejumlah Dinas Pendidikan di beberapa daerah perihal pelarangan lato-lato dibawa ke sekolah.


Ditutup Besok, Simak Syarat dan Ketentuan Program Guru Penggerak Kemendikbud

29 hari lalu

Ditutup Besok, Simak Syarat dan Ketentuan Program Guru Penggerak Kemendikbud

Program guru penggerak dari Kemendikbud beserta persyaratan lengkapnya.