2 Cara Tentukan Puasa Ramadan, Muhammadiyah: 1 Ramadan pada 2 April 2022

Reporter

Ilustrasi melihat Hilal. Garry Andrew Lotulung/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Syaban berakhir, umat Islam akan menyambut bulan Ramadan untuk menjalankan kewajiban berpuasa selama satu bulan. Namun, ada perbedaan dalam mengawali puasa Ramadan di setiap tahun. Kedua metode yang umum digunakan untuk menentukan awal berpuasa yaitu dengan metode hisab dan metode rukyat.

Muhammadiyah menetapkan, 1 Ramadan 1443 Hijriyah bertepatan dengan Sabtu Pon, 2 April 2022. Penetapan ini diumumkan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/1.0/E/2022.

Selain 1 Ramadan, maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriyah itu juga telah menetapkan 1 Syawal 1443 H bertepatan dengan Senin Pon, 2 Mei 2022

Sesuai dengan perhitungan hari pada bulan qamariah yang berkisah pada angka 29 dan 30 membuat jumlah hari pada bulan Ramadan terkadang juga bervariasi setiap tahunnya. Kalender Qamariyyah berpatokan pada rotasi bulan terhadap bumi.

Namun, penentuan awal dan akhir Ramadan selalu berbeda. Berikut adalah dua metode penentuan awal puasa Ramadan, metode Rukyat dan metode Hisab.  

  1. Metode Rukyat (Rukyatul hilal)

Melansir dari Jurnal Riset Agama pada 2021, rukyat secara bahasa artinya melihat. Metode rukyat adalah kegiatan melihat kemunculan hilal atau bulan sabit yang pertama kali tampak. Pelaksanaan itu dilakukan pada saat menjelang matahari terbenam atau magrib.

Rukyat dilakukan pada tanggal 29 di bulan yang sedang berlangsung menggunakan mata telanjang maupun alat bantu seperti teleskop.

Apabila ternyata hilal terlihat, maka malam itu ditetapkan sebagai tanggal 1 bulan baru. Namun, apabila hilal belum terlihat, maka bulan yang sedang berlangsung akan digenapkan menjadi 30 hari. Kemudian pada waktu magrib keesokan harinya ditetapkan sebagai tanggal 1 bulan baru (Ramadan).

Metode ini menjadi yang paling umum diterapkan. Biasanya, baik pemerintah melalui Kementerian Agama RI dan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyat sebelum dilakukan sidang isbat.

Mengutip situs NU Online, Jumhurul madzahib (mayoritas imam madzhab selain madzhab Syafi'iyyah) berpendapat bahwa pemerintah diperbolehkan menjadikan ru'yatul hilal sebagai dasar penetapan awal bulan Qamariah, khususnya Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah, seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

  1. Metode Hisab

Hisab artinya penghitungan. Istilah hisab biasa digunakan dalam ilmu falaq (astronomi) untuk mengetahui posisi matahari dan bulan terhadap matahari. Secara istilah, hisab berarti penentuan awal bulan Qamariyah berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Melalui metode hisab, penentuan awal bulan dapat diketahui jauh sebelumnya dan tidak tergantung pada terlihatnya hilal pada saat terbenamnya matahari menjelang tanggal 1 di bulan baru.

Metode hisab terbagi menjadi dua, yaitu hisab urfi dan hisab hakiki. Hisab urfi dilakukan dengan cara mengambil kesimpulan dari rata-rata lamanya umur bulan Qamariyah. Metode ini dilakukan untuk menentukan umur bulan 29 hari atau 3 hari. sedangkan hisab hakiki dilakukan apabila hilal telah terlihat di ufuk timur pada waktu magrib, maka sudah dipastikan masuk tanggal 1 bulan baru.

Menurut laman website Muhammadiyah, penentuan hari-hari penting Muhammadiyah ditentukan menggunakan metode hisab. Hisab digunakan dalam arti penghitungan waktu dan ara tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah. Seperti misalnya penentuan salat, puasa, Idulfiti, waktu haji, dan waktu gerhana untuk pelaksanaan salat gerhana, serta penentuan arah kiblat.

Biasanya, Menteri Agama RI akan memimpin dan mengumumkan siaran langsung sidang isbat sebelum pelaksanaan puasa Ramadan. Hal itu menandai pelaksanaan puasa Ramadan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Meskipun di Indonesia umumnya menggunakan dua metode tersebut, namun terdapat metode-metode lain yang masih digunakan di beberapa tempat. Seperti misalnya metode penentuan awal puasa dengan melihat pasang surut air laut, penghitungan kejawen atau hisab aboge, dan hisab Imkan rukyat.

RISMA DAMAYANTI

Baca: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H Jatuh Pada 2 April 2022

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Ini Besaran Fidyah Tahun 2023 untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

12 jam lalu

Ini Besaran Fidyah Tahun 2023 untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Membayar fidyah diwajibkan untuk tiga kriteria. Diantaranya orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk puasa,orang sakit parah dan ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya.


Ramadan Segera Tiba, Ini Ketentuan Membayar Hutang Puasa

12 jam lalu

Ramadan Segera Tiba, Ini Ketentuan Membayar Hutang Puasa

Seseorang yang memiliki hutang puasa Ramadan boleh mengganti puasanya saat sudah sanggup.


Keutamaan Umrah Saat Ramadan: Menyamai Pahala Haji

16 jam lalu

Keutamaan Umrah Saat Ramadan: Menyamai Pahala Haji

Ada jalan untuk mendapat pahala setara haji walau dengan ibadah lain. Umrah di bulan Ramadan salah satunya.


Perbedaan Krusial Metode Hisab dengan Hilal untuk Menentukan 1 Ramadan

1 hari lalu

Perbedaan Krusial Metode Hisab dengan Hilal untuk Menentukan 1 Ramadan

Dua metode perhitungan yang umum dipakai untuk menentukan 1 Ramadan adalah metode hisab dan metode hilal. Berikut perbedaan dari keduanya.


Muhammadiyah Setia Pakai Metode Hisab untuk Penentuan 1 Ramadan, Apa Itu Hisab?

1 hari lalu

Muhammadiyah Setia Pakai Metode Hisab untuk Penentuan 1 Ramadan, Apa Itu Hisab?

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan 1 Ramadan adalah cara menghitung waktu berdasarkan posisi geometri benda-benda langit.


Poin-poin Penting Ihwal Dimulainya Bulan Puasa 2023 menurut Muhammadiyah

1 hari lalu

Poin-poin Penting Ihwal Dimulainya Bulan Puasa 2023 menurut Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi telah menetapkan tanggal 1 Ramadan alias awal bulan puasa 1444 Hijriyah pada Kamis, 23 Maret 2023 mendatang.


Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

3 hari lalu

Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengaku pihaknya tak mendapat kuota impor gula konsumsi atau gula kristal putih sama sekali.


Studi TikTok: Diskon dan Produk Bundling Bikin Netizen Semakin Ramai Belanja saat Ramadan

3 hari lalu

Studi TikTok: Diskon dan Produk Bundling Bikin Netizen Semakin Ramai Belanja saat Ramadan

Studi Tiktok menyebutkan 67 persen pengguna TikTok berbelanja lebih banyak selama Ramadan.


Minyakita Langka, Pedagang Pasar: Jangan Sampai Ada yang Membuat Harga Tidak Stabil

6 hari lalu

Minyakita Langka, Pedagang Pasar: Jangan Sampai Ada yang Membuat Harga Tidak Stabil

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menanggapi kelangkaan stok minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita.


Zulhas Akui Minyakita Langka: Sekarang Berebut, Stoknya Jadi Sedikit

7 hari lalu

Zulhas Akui Minyakita Langka: Sekarang Berebut, Stoknya Jadi Sedikit

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan konsumen berebut Minyakita karena mendekati bulan puasa.