Pencarian Masih Nihil, Keluarga Korban Teratai Prima Tabur Bunga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar:Asintel Lantamal VI, Kolonel Laut (P) Jaka Santosa, yang dipercayakan sebagai SMC atau koordinator komisi pencarian KM Teratai Prima, saat dihubungi melalui telepon, Senin (19/1), mengatakan bahwa pencarian hari ini belum membuahkan hasil, dan jumlah korban temuan masih 44 orang di mana 35 di antaranya korban selamat. Sementara sejumlah keluarga korban yang menunggu hasil pencarian di posko Majene melakukan tabur bunga di Pantai Majene.

    Pencarian hari ini masih difokuskan ke arah selatan perairan Majene mengingat kecenderungan arah arus ke Selatan. Didukung oleh tim dari unsur laut, udara dan darat. Tim unsur laut yakni KAL Samalona, KRI Untung Suropati-872, KRI Kakap-811, KRI Hasan Basri-882, KRI Pulau Rupat-712, KN Alugoro (KPLP), KN Mengkara (Disnav), KP Belibis (Polair), Kapal Polair 2125, KP Tekukur, RB 302 (Basarnas), Dit Polairud. Tim unsur udara didukung Helly BO 105 (TNI AL), Cassa P-851 (TNI AL), Boeing 7301 (TNI AU), Boeing 7303 (TNI AU) dan Helly Puma 3314 (TNI AU). Serta tim unsur darat didukung oleh Marinir, TNI Angkatan Darat, Polisi, SAR, dan masyarakat.

    Khusus KRI Pulau Rupat yang dikomandoi Mayor (P) Aries Cahyono, memulai proses pencariannya hari ini untuk melakukan SAR terbatas yakni mendeteksi keberadaan KM Teratai Prima yang diduga berada pada kedalaman 1040 meter, di lokasi tenggelamnya di Tanjung Pambauwang dengan ordinat 03'27'S dan 118'47'T. KRI yang dibuat 1988 memiliki sonar yang mampu mendeteksi hingga kedalaman 1.800 meter. 

    Soal berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh KRI Pulau Rupat untuk mengetahui posisi bangkai KM Teratai Prima, menurut Jaka itu belum diketahui tetapi semuanya sangat dipengaruhi faktor cuaca terutama kondisi ombak. "Hari ini cuaca dan ombak cukup normal, dan sangat memungkinkan untuk bekerja maksimal," tambahnya.

    IRMAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.