Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bagi Ribuan Hektare SK Hutan Adat sampai Sosial, Jokowi: Segera Tanami

image-gnews
Presiden Joko Widodo menghitung sertifikat saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Pengasih, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat 30 Januari 2020. Presiden menyerahkan 2.000 sertifikat tanah untuk masyarakat yang berasal dari seluruh DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Presiden Joko Widodo menghitung sertifikat saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Pengasih, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat 30 Januari 2020. Presiden menyerahkan 2.000 sertifikat tanah untuk masyarakat yang berasal dari seluruh DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan ratusan Surat Keputusan (SK) untuk ribuan hektare lahan kepada masyarakat dalam kunjungannya ke Sumatera Utara pada Kamis, 3 Februari 2021. Pertama yaitu sebanyak 723 SK Perhutanan Sosial dengan luas 469 ribu hektare (ha) untuk 118 ribu kepala keluarga.

Kedua yaitu 12 SK Hutan Adat dan dua SK Indikatif Hutan Adat dengan total luas 21 ribu ha. Ketiga yaitu SK Tanah Obyektif Reforma Agraria (TORA) untuk lima provinsi dengan luar 30 ribu ha.

"Segera manfaatkan lahan yang ada, jangan sudah diberikan kemudian tidak diapa-apain, segera tanami," kata dia dalam acara penyerahan yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 3 Februari 2022.

Aturan mainnya, kata Jokowi, sebanyak 50 persen harus ditanami dengan pohon berkayu. Lalu sisa 50 persen lagi dengan tanaman semusim. "Mau jagung, kedelai, padi hutan, buah-buahan, kopi, silahkan," kata dia.

Ia mengatakan penanaman juga bisa dilakukan dengan pola agroforestry seperti pengembangan tanaman plus usaha ternak. Kalau bentuknya hutan mangrove, maka bisa dikombinasikan dengan usaha perikanan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jokowi meminta masyarakat yang menerima SK ini agar benar-benar memanfaatkannya untuk kegiatan produktif. Ia pun mewanti-wanti penerima agar tidak memindahtangankan SK tersebut ke orang lain. "Karena ini laku, hati-hati, kami berikan bukan untuk dipindahtangankan," ujarnya.

Kalau saja nanti kedapatan SK tersebut telah beralih tangan, kata dia, maka pemerintah akan mencabutnya kembali. Lantaran sebelum ini, Jokowi menyebut dirinya sudah mencabut SK terhadap 3 juta ha lahan karena tidak kunjung dimanfaatkan setelah 10 tahun lebih.

Berikutnya, Jokowi meminta agar masyarakat penerima SK ini menjaga kelestarian lahan tersebut. Ia berharap tidak ada lahan yang sebelumnya ada hutan, tiba-tiba jadi gundul.

Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa SK ini adalah peluang besar yang bagi masyarakat untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta maupun menjadikannya jaminan pinjaman di bank. Tapi ia berpesan agar hati-hati ketika menjadikannya jaminan pinjaman. "Mesti dikalkulasikan semuanya, bisa kembalikan ndak? hati-hati, pas ngambilnya enak, nanti pas kembalikan baru pusing tujuh keliling," ujarnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Beda Sikap Luhut dan Sri Mulyani soal Family Office

14 menit lalu

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa 6 Desember 2022. Sidang Kabinet Paripurna itu membahas kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan COVID-19 serta ketahanan pangan dan energi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Beda Sikap Luhut dan Sri Mulyani soal Family Office

Menurut Luhut, pemerintah sedang memfinalisasi pembentukan family office, agar selesai sebelum masa transisi pemerintahan.


Presiden Jokowi Teken Perpres Pengalihan IUP Tambang untuk Ormas, Baru PBNU yang Siap

2 jam lalu

Petugas mengoperasikan
Presiden Jokowi Teken Perpres Pengalihan IUP Tambang untuk Ormas, Baru PBNU yang Siap

Presiden Jokowi menerbitkan Perpres Nomor 76 2024 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 70 2023 tentang Pengalokasian Lahan bagi Penataan Investasi


Jokowi: SDM Papua Bagus, Tinggal Menggosoknya Agar Cemerlang

2 jam lalu

Presiden Joko Widodo (depan, kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (depan, kanan) saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Ke-40 di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Papua, Selasa  23 Juli 2024. Hari Anak Nasional bertema
Jokowi: SDM Papua Bagus, Tinggal Menggosoknya Agar Cemerlang

Jokowi mengatakan dirinya menyaksikan sendiri kepandaian dan kepintaran putra-putri asli Papua saat menghadiri perayaan puncak Hari Anak Nasional.


Jokowi Khawatir Wabah Polio Muncul Lagi

3 jam lalu

Presiden Joko Widodo menyapa anak-anak yang menyambutnya saat tiba di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Selasa 23 Juli 2024. Presiden menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Ke-40 bertema
Jokowi Khawatir Wabah Polio Muncul Lagi

Jokowi tidak merinci daerah mana saja yang menjadi prioritas untuk vaksin polio.


Why Jokowi Turn On Again the Supreme Advisory Council?

3 jam lalu

Why Jokowi Turn On Again the Supreme Advisory Council?

Jokowi don't need to revive the Supreme Advisory Council. Prabowo would do better by establishing the Great Critics Council.


Terkini: Beda BPOM dan SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka dan Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo

3 jam lalu

Roti Okko dan Aoka (rotiokko.com/ ptindonesiabakeryfamily.com)
Terkini: Beda BPOM dan SGS Mengenai Pengawet Roti Aoka dan Okko, Tiket Pesawat akan Turun sebelum Jokowi Diganti Prabowo

Berita terkini: BPOM dan SGS beda pendapat mengenai dugaan pengawet kosmetik di roti Aoka dan Okko. Tiket pesawat akan turun sebelum Jokowi diganti Pr


Jokowi Bilang Surat Presiden Pergantian Komisioner KPU Masih Diproses

5 jam lalu

Presiden Joko Widodo menyapa anak-anak yang menyambutnya saat tiba di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Selasa 23 Juli 2024. Presiden menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Ke-40 bertema
Jokowi Bilang Surat Presiden Pergantian Komisioner KPU Masih Diproses

Jokowi tidak menjawab secara rinci ketika wartawan menanyakan kapan Surpres itu akan dikirim.


Jokowi Teken Aturan Baru, Muluskan Bahlil Bagi Izin Tambang ke Ormas Keagamaan

5 jam lalu

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Mensesneg Pratikno (keempat kanan), Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (ketiga kanan) dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono (kedua kanan) meninjau pembangunan rumah tapak menteri di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat 22 September 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jokowi Teken Aturan Baru, Muluskan Bahlil Bagi Izin Tambang ke Ormas Keagamaan

Jokowi meneken surat Perpres Nomor 76 Tahun 2024. Mengatur kewenangan Menteri Investasi membagikan izin tambang ke ormas keagamaan.


Pesan Jokowi di Hari Anak Nasional: Belajar, Belajar, Belajar

6 jam lalu

Presiden Joko Widodo (depan, kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (depan, kanan) saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Ke-40 di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Papua, Selasa  23 Juli 2024. Hari Anak Nasional bertema
Pesan Jokowi di Hari Anak Nasional: Belajar, Belajar, Belajar

Jokowi menilai sebagai masa depan bangsa, anak-anak Indonesia harus dipersiapkan dengan baik.


Serba-serbi Harlah PKB ke-26: Jokowi-Prabowo-Zulhas Absen dan Anies Tak Diundang

6 jam lalu

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Serba-serbi Harlah PKB ke-26: Jokowi-Prabowo-Zulhas Absen dan Anies Tak Diundang

Jokowi, Prabowo, dan Zulhas dipastikan absen pada perayaan Harlah ke-26 PKB hari ini. Sementara Anies tak diundang. Apa alasannya?