Soal Baku Tembak dengan Brimob di Kiwirok, OPM Belum Dapat Laporan Lapangan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com

    Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui telah terjadi baku tembak dengan anggota polisi Satgas Damai Cartenz, di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Sabtu 22 Januari 2022. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara TPNPB - OPM Sebby Sambom.

    "Kami dari tadi pagi menunggu laporan konfirmasi tapi belum masuk. Tapi di sana sudah mulai perang," ujar Sebby kepada Tempo, Sabtu, 22 Januari 2022.

    Dia menjelaskan bahwa dengan adanya kejadian tersebut, secara otomatis TPNPB Kodap 15 Ngalum Kupel di bawah Komando Panglima Lamek Taplo bertanggung jawab. Menurutnya, pasukan TPNPB Kodap 15 Ngalum Kupel belum lapor karena berada di lokasi yang tidak ada jaringan internet.

    "Ditambah lagi biasanya mereka harus jalan jauh untuk cari jaringan internet. Harap maklum," katanya lagi.

    Sementara dari pihak kepolisian, satu anggota Brimob atas nama Bharada Resi Nugroho terkena tembakan di bagian dada kirinya, tapi kondisinya stabil dan dalam keadaan sadar. “Korban saat ini telah dievakuasi ke Jayapura untuk penanganan medis lebih lanjut di RS Bhayangkara,” tutur Kabid Humas Polda Papua, Ahmad Mustofa, terpisah.

    Menurut Ahmad, peristiwa itu bermula pada pukul 07.30 WIT Anggota Satgas Damai Cartenz Sektor Pegunungan Bintang Pos Kiwirok melaksanakan persiapan dan perimeter pengamanan Shorty Helikoper Polri dari Sentani ke Bandara Kiwirok.

    “Kemudian pukul 08.30 WIT anggota yang melaksanakan Pam mendapat serangan dari KKB,” kata dia sambil menambahkan bahwa pada pukul 08.45 WIT Pos Satgas Damai Cartenz meminta bantuan Personel Medis Yonif PR 431.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.