Terjaring OTT KPK, Hakim Itong Isnaeni Punya Harta Rp 2 Miliar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Hakim Itong Isnaeni Hidayat tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022. Tim penyidik KPK berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku diantaranya hakim Itong Isnaeni Hidayat, panitera pengganti, Hamdan, pengacara dan pihak swasta serta barang bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah terkait tindak pidana korupsi kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    Hakim Itong Isnaeni Hidayat tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022. Tim penyidik KPK berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku diantaranya hakim Itong Isnaeni Hidayat, panitera pengganti, Hamdan, pengacara dan pihak swasta serta barang bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah terkait tindak pidana korupsi kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan hakim Pengadilan Negeri atau PN Surabaya, Jawa Timur, Itong Isnaeni Hidayat. Dia ditangkap bersama dua orang lainnya Panitera Pengganti PN Surabaya, Hamdan, dan pengacara atau kuasa hukum PT Soyu Giri Primedika, Hendro Kasiono (HK), sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya.

    "Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan para tersangka, yaitu hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat dan kawan-kawan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 20 Januari 2022 sampai dengan 8 Februari 2022," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat dini hari, 21 Januari 2022.

    Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPK, Itong Isnaeni Hidayat memiliki total kekayaan lebih dari Rp 2 miliar. Dia melaporkan telah memiliki tanah di Surakarta senilai Rp 700 juta, dan sebidang tanah di Boyolali senilai Rp 330 juta.

    Sedangkan untuk kendaraan, Itong Isnaeni Hidayat tercatat memiliki satu kendaraan, yakni mobil Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp 160 juta. Ada juga harta bergerak lainnya senilai Rp 22,5 juta, serta kas dan setara kas mencapai hampir satu miliar atau Rp 962 juta.

    Saat ini, ketiga tersangka akan ditempatkan di rumah tahanan (rutan). Itong Isnaeni Hidayat, ditahan di Rutan KPK Kaveling C1, Jakarta. Lalu, Hamdan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, serta Hendro Kasiono ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam OTT KPK tersebut, komisi antirasuah itu telah menyita duit senilai Rp140 juta yang merupakan tanda kesepakatan awal atau suap terhadap Itong Isnaeni Hidayat untuk memenuhi keinginan Hendro Kasiono. 

    Baca: Begini Konstruksi Perkara Dugaan Suap Hakim PN Surabaya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.