Anggota DPR Apresiasi Kinerja BNN Sepanjang 2021, Ungkap 85 Jaringan Narkoba

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golose (tengah) menunjukkan barang bukti saat gelar rilis kasus narkotika di Kampung Ambon dan pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung BNN, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. BNN menyita barang bukti sabu seberat 5,8 kilogram, 248 butir pil ekstasi dan 15,22 kilogram ganja. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golose (tengah) menunjukkan barang bukti saat gelar rilis kasus narkotika di Kampung Ambon dan pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung BNN, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. BNN menyita barang bukti sabu seberat 5,8 kilogram, 248 butir pil ekstasi dan 15,22 kilogram ganja. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi III DPR memberikan apresiasi kepada kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kinerja memerangi narkoba sepanjang 2021. Komisi Hukum menilai BNN telah bekerja dengan baik menjalankan program pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia.

    Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara DPR dan BNN pada Kamis, 20 Januari 2022. Rapat tersebut dipimpin oleh politisi Partai Golkar, Adies Kadir.

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, menyebut salah satu yang patut diapresiasi adalah sistem manajemen yang terstruktur dengan baik. Ia berkata BNN telah melakukan implementasi teknologi dengan baik sehingga kinerjanya dapat memuaskan.

    “Dalam rapat kerja kali ini saya mengapresiasi BNN terutama penggunaan digitalisasi dalam penyidikan khususnya penggunaan e-mindik yang memberi transparansi penyidikan kepada masyarakat,” ujar Aboe Bakar.

    Senada dengan Aboe Bakar, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Safaruddin mengatakan sosialisasi anti penyalahgunaan narkotika yang dilakukan BNN juga sudah baik. Program Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar) yang dirancang BNN dinilai Safaruddin sebagai program penting pencegahan penyebaran narkotika di kalangan anak muda.

    “Program ini pencapaiannya sudah dua kali lebih luas daripada tahun 2020. Saya harap kurikulum ini bisa diberlakukan secara luas setelah sebelumnya hanya diimplementasikan di Bangka Belitung saja,” kata Safaruddin.

    Dalam rapat tersebut Kepala BNN Komjen Petrus Golose mengatakan telah berhasil mengungkap 85 jaringan narkoba di Indonesia sepanjang 2021. BNN juga telah melakukan penyitaan obat-obatan terlarang secara besar-besaran. 

    “BNN menyita ganja dengan total massa 115 ton dari 50 hektar lahan ganja, 3.316 ton metamfetamin, dan 191.575 butir ekstasi, serta beberapa jenis narkotika lainnya,” ujar Petrus saat memaparkan hasil kerja BNN tahun 2021.

    Baca: 4 Tangkapan di Awal 2022, Polisi Sedang Incar Para Artis dalam Kasus Narkoba?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.