Kasus Covid-19 Naik Akibat Omicron, Jokowi: Hindari Keramaian, WFH Kalau Bisa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) dan Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kanan) tiba di Pasar Sederhana, Bandung, Jawa Barat, Senin 17 Januari 2022. Presiden Joko Widodo memberikan paket sembako dan bantuan langsung tunai bagi pedagang pasar, pedagang kaki lima dan pedagang asongan di Pasar Sederhana. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) dan Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kanan) tiba di Pasar Sederhana, Bandung, Jawa Barat, Senin 17 Januari 2022. Presiden Joko Widodo memberikan paket sembako dan bantuan langsung tunai bagi pedagang pasar, pedagang kaki lima dan pedagang asongan di Pasar Sederhana. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut kasus Covid-19 sedang menunjukkan tren kenaikan akibat meluasnya varian Omicron. Dua hari lalu, kasus Covid-19 di Indonesia sempat menyentuh angka 1.054 kasus per hari. Padahal terakhir kali kasus Covid-19 mencapai angka 1.000 adalah pada 14 Oktober 2021 yang lalu.

    Untuk itu, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk mulai membatasi kegiatan di ruang publik.

    "Jika bapak/ibu tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah, work from home (WFH), lakukanlah kerja dari rumah," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 18 Januari 2022.

    Presiden Jokowi juga meminta masyarakat untuk tidak berpergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak.

    "Saya juga tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan selalu disiplin protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa mencuci tangan," ujar Jokowi.

    Hal penting lainnya, ujar Jokowi, segera ikuti vaksinasi. "Bagi yang sudah vaksin pertama, segera vaksin untuk yang kedua. Dan bagi yang sudah dua kali vaksin, segera cari vaksin ketiga atau vaksin boster. Semuanya gratis, karena vaksin ini penting demi keselamatan kita semuanya," ujar Jokowi.

    DEWI NURITA

    Baca: Jokowi Minta Penerima Dosis Lengkap Segera Ikut Vaksinasi Booster


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.